Tegarnews.co.id – Tulungagung, 13 Agustus 2026 | Tiga tahun membanting tulang di negeri jiran, memeras keringat demi bulir-bulir Ringgit yang rutin dikirim ke kampung halaman, P (46) tentu membayangkan kepulangannya ke Desa Kendalbulur akan disambut pelukan hangat dan senyum manis sang istri. Namun, realita di lapangan rupanya jauh lebih dramatis dari sinetron mana pun: sang istri memang ada, tetapi di dalam kamar, ada bonus seorang pria asing yang sedang tertidur lelap dengan cantiknya.
Pria yang tengah menikmati mimpi indahnya di tempat tidur orang lain itu bukanlah orang biasa, melainkan Aiptu YW, seorang oknum anggota Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) Polres Tulungagung. Sungguh sebuah ironi yang paripurna dari korps intelijen: ahli dalam melakukan pengintaian secara rahasia, tetapi gagal total dalam mendeteksi jadwal kepulangan suami sah.
Intelijen Tingkat Tinggi: Menyusup Hingga ke Dalam Selimut!
Kunjungan P pada Senin pagi (10/8/2026) itu tak ubahnya sebuah “operasi tangkap tangan” versi kearifan lokal. Begitu pintu dibuka, bukannya mendapati suasana rumah yang damai, P justru disuguhi pemandangan fajar yang sangat surealis: seorang oknum aparat tengah terlelap rapi di kamar pribadinya.
Tak berhenti di situ, tingkat “akulturasi” sang oknum di rumah tersebut rupanya sudah berada pada taraf permanen. Di pelataran terparkir satu unit sepeda motor, dan di sudut rumah tergantung seekor burung berkicau yang sibuk bernyanyi. Tampaknya, selain mengamankan wilayah, oknum berkualifikasi intel ini juga sangat telaten dalam mengamankan kenyamanan domestik orang lain lengkap dengan hobi memelihara unggas.
Ketika dibangunkan dari tidur nyenyak nya, sang oknum tidak menunjukkan gestur kesatria. Tanpa banyak kata, ia ngacir ke kamar mandi lalu menghidupkan mesin motornya, kemudian melesat kabur, mungkin menyadari bahwa tugas “pengawasan terselubung” yang ia jalankan telah terendus oleh pihak yang berkepentingan.
Komunikasi Lancar, Nafkah Jalan, Tiba-Tiba “Ghoib” di Pengadilan!
Desas-desus mengenai kejanggalan di rumahnya sebenarnya sudah sampai ke telinga P saat ia masih berlumur peluh di Malaysia. Namun, sebagai suami yang bertanggung jawab, P tetap menjaga komunikasi dengan harmonis, rutin bertukar kabar tentang anak-anak, dan yang paling krusial: tidak pernah absen mengucurkan transferan nafkah setiap bulan.
Lucunya, di balik transferan yang lancar jaya itu, sang istri, SR (37), ternyata diam-diam mengurus perceraian tanpa sepengetahuan P. Saat P pulang membawa niat menyelesaikan masalah secara baik-baik, ia justru disodori akta cerai yang sudah jadi. Sungguh efisiensi birokrasi yang mengagumkan sekaligus fantastis! Seorang suami yang aktif mengirim uang dan berkomunikasi tiba-tiba bisa diurus perceraiannya seolah-olah ia telah hilang telan bumi di luar negeri.
Guna melengkapi kejanggalan tersebut, beredar pula pengakuan di tengah warga bahwa SR dan sang oknum telah melangsungkan “nikah siri”. Sebuah kombinasi yang sangat padu antara pengkhianatan dalam rumah tangga dan dugaan pelanggaran etik berat oleh oknum penegak hukum.
Menagih Ketegasan di Korps Bhayangkara!
Langkah P mendatangi Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Tulungagung pada Selasa (11/8/2026) adalah keputusan yang sangat tepat. Bukti foto, rekaman video, hingga saksi bisu berupa sepeda motor dan burung berkicau telah disiapkan.
Masyarakat kini menunggu, sejauh mana institusi kepolisian akan menindak tegas oknum yang merusak kehormatan korpsnya sendiri. Jangan sampai motto “melindungi dan melayani masyarakat” bergeser makna menjadi “melindungi istri warga dan melayani diri sendiri.” Kasus ini bukan sekadar urusan rumah tangga yang retak, melainkan ujian moral bagi penegakan disiplin di tubuh kepolisian. Oknum yang seharusnya menjadi teladan masyarakat tak semestinya bersembunyi di balik selimut orang lain saat pemilik rumah sedang berjuang mencari nafkah di negeri orang.(Rls/Red)
Sumber: Ahmad Zainudin













