Minggu, September 6, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran

Tegar News by Tegar News
19 Agustus 2026
in Opini
0
Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 19 Agustius 2026 | Di era ketika ancaman kedaulatan negara berbentuk serangan siber, kapal asing yang melanggar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), hingga peperangan canggih yang dikendalikan dari jarak jauh, perdebatan pertahanan Indonesia justru bergeser ke arah yang tidak terduga: pengadaan ratusan ekor kuda.

​Rencana pembelian lebih dari 300 ekor kuda untuk memperkuat Detasemen Kavaleri Berkuda TNI menyita perhatian publik. Dalih yang dikemukakan adalah untuk tugas kehormatan, penyambutan tamu negara, serta pengembangan olahraga berkuda. Namun, di balik narasi pelestarian tradisi dan olahraga, terdapat pertanyaan besar mengenai efisiensi anggaran dan prioritas pertahanan kita.

You might also like

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan

Habis Asap Terbitlah Sawit! Sebuah Sinetron Berulang Dengan Script yang Sangat Rapih

Wacana Duet Gibran – Dedi Mulyadi Pada 2029, Pendapat Pribadi Farhat Abbas

​Apakah ini sebuah kebutuhan taktis, atau sekadar teater kekuasaan yang menguras uang rakyat?

​1. Harga Sebuah “Simulasi”: Membedah Angka Rp379,5 Miliar

​Meski pemerintah belum merilis angka resmi, simulasi biaya yang beredar di ruang publik patut menjadi alarm bagi para pembayar pajak. Mari kita hitung menggunakan asumsi dasar yang beredar:

​Pengadaan Kuda: 300 ekor x Rp1 miliar = Rp300 miliar

​Biaya Pakan: 300 ekor x Rp10 juta/bulan x 12 bulan = Rp36 miliar/tahun

​Perlengkapan: 300 set x Rp25 juta = Rp7,5 miliar

​Gaji Personel: 300 prajurit x Rp10 juta/bulan x 12 bulan = Rp36 miliar/tahun

​Total kebutuhan tahun pertama mencapai Rp379,5 miliar. Angka ini belum termasuk fasilitas kandang, dokter hewan spesialis, obat-obatan, dan perawatan harian lainnya.

​Sebagai perbandingan, dengan dana Rp379,5 miliar, TNI bisa membeli sekitar 12.000 hingga 25.000 unit Kamikaze Drone (berkisar Rp15–30 juta per unit). Puluhan ribu drone ini mampu melumpuhkan armada musuh, sementara 300 ekor kuda tidak memiliki nilai taktis apa pun untuk mengusir pencuri ikan di Laut Natuna Utara.

​2. Kuda: Mesin yang Tak Bisa Dimatikan

​Dalam istilah manajemen logistik, merawat kavaleri mekanis (seperti tank) memang mahal. Namun, ketika ekonomi sedang sulit, mesin bisa dimatikan, digudangkan, dan tidak mengonsumsi bahan bakar.

​Kuda tidak memiliki tombol ‘Off’.

​Hewan adalah “aset biologis” yang menuntut perawatan tanpa henti. Mereka harus makan rumput khusus, mendapat suplemen, dan diperiksa kesehatannya terlepas dari apakah negara sedang damai, perang, atau dilanda resesi. Ini menciptakan beban anggaran abadi. Dana operasional yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan uang lauk pauk prajurit di perbatasan, rawan tersedot hanya untuk memastikan kuda-kuda di ibu kota tidak jatuh sakit.

​3. Membongkar “Anggaran Siluman”: Panduan Investigasi Warga

​Kementerian Pertahanan mengelola ratusan triliun rupiah setiap tahun. Menyembunyikan dana ratusan miliar bukanlah hal sulit bagi birokrat. Jika masyarakat dan pengamat ingin mengawal uang pajak mereka, pengawasan tidak bisa hanya dilakukan di permukaan. Berikut adalah cara para ahli melacaknya:

​Awasi Bahasa Anggaran: Proyek seperti ini jarang ditulis blak-blakan sebagai “Beli Kuda”. Publik harus peka terhadap nomenklatur bersayap seperti Pengadaan Fasilitas Pembinaan Satuan atau Pemeliharaan Fasilitas Biologis.

​Pantau Situs Pengadaan (LPSE/SiRUP): Lacak paket pengadaan militer berskala besar yang mensyaratkan vendor dengan klasifikasi (KBLI) ganjil, seperti Perdagangan Hewan Hidup atau Industri Pakan Ternak.

​Lacak Dokumen Impor: Harga seekor kuda kavaleri sangat subjektif dan rawan penggelembungan dana (mark-up). Para auditor biasanya melacak kejanggalan ini melalui:

​Mikrocip dan Paspor Kuda: Kuda impor militer selalu memiliki paspor dan microchip internasional. Harga asli dari peternak di Eropa bisa dilacak dan dibandingkan dengan harga yang ditagihkan ke negara.

​Asuransi Kargo Udara: Sindikat korupsi biasanya ingin menekan biaya operasional. Mereka mungkin menagih negara Rp1 miliar per kuda, tetapi hanya mendaftarkan nilai asuransi pengiriman sebesar Rp150 juta per ekor agar preminya murah. Ketimpangan ini adalah bukti nyata di meja pengadilan.

​4. Melawan Tameng “Rahasia Negara”

​Sering kali, kritik terhadap anggaran pertahanan dibungkam dengan dalih “Rahasia Negara”. Namun, publik harus paham: nota pembelian rumput dan manifes asuransi transportasi hewan bukanlah cetak biru pertahanan republik. Membocorkannya tidak akan membahayakan keamanan nasional.

​Bagi whistleblower atau jurnalis yang menemukan bukti penyimpangan, perlindungan hukum adalah kunci. Strategi yang umum digunakan oleh ahli transparansi adalah Pembajakan Hak Imunitas Parlemen. Dokumen investigasi diserahkan kepada Anggota DPR dari komisi terkait. Ketika anggota dewan tersebut membacakannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang terbuka, status dokumen tersebut otomatis menjadi domain publik. Jurnalis dan warga pun bebas membahasnya tanpa takut dijerat Undang-Undang ITE.

Mengembalikan Akal Sehat Pertahanan

​Jika tujuan utama pembelian kuda ini adalah untuk mencetak atlet olahraga berkuda, maka selayaknya anggaran tersebut dibebankan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai program pembinaan sipil.

​Dalam arsitektur pertahanan modern yang rasional, APBN Kementerian Pertahanan harus diarahkan pada ancaman nyata: penguatan siber, radar, kapal patroli, dan kesejahteraan prajurit di garis depan. Setiap rupiah dari uang pajak rakyat yang dialokasikan untuk membeli pelana kuda kehormatan adalah satu rupiah yang dirampas dari keamanan hakiki bangsa ini.(Rls/Red)

Oleh: HJ Hagia Sofia

 

Tags: BerkudaDetasemenKavaleriTNI
Previous Post

Kepala PPATK Potensi Jadi Sasaran Oligarki Sesudah Febrie Adriansyah

Next Post

Bansos Kesra Bikin Heboh Sukadarma: Nama PPPK Tercatat, Uang Tak Pernah Diterima

Tegar News

Tegar News

Related Posts

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan
Opini

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan

by Tegar News
6 September 2026
Habis Asap Terbitlah Sawit! Sebuah Sinetron Berulang Dengan Script yang Sangat Rapih
Opini

Habis Asap Terbitlah Sawit! Sebuah Sinetron Berulang Dengan Script yang Sangat Rapih

by Tegar News
2 September 2026
Wacana Duet Gibran – Dedi Mulyadi Pada 2029, Pendapat Pribadi Farhat Abbas
Opini

Wacana Duet Gibran – Dedi Mulyadi Pada 2029, Pendapat Pribadi Farhat Abbas

by Tegar News
1 September 2026
Disahkan Jauh Lebih Dulu, Benarkah Patriot Bond Solusi Hadapi UU Perampasan Aset?
Opini

Disahkan Jauh Lebih Dulu, Benarkah Patriot Bond Solusi Hadapi UU Perampasan Aset?

by Tegar News
1 September 2026
Hercules dan Operasi Senyap Dasco
Opini

Hercules dan Operasi Senyap Dasco

by Tegar News
30 Agustus 2026
Next Post
Bansos Kesra Bikin Heboh Sukadarma: Nama PPPK Tercatat, Uang Tak Pernah Diterima

Bansos Kesra Bikin Heboh Sukadarma: Nama PPPK Tercatat, Uang Tak Pernah Diterima

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Dramaga Giat Cooling Sistem Sambang Warga Beri Himbauan Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Gangguan Kamtibmas

Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Dramaga Giat Cooling Sistem Sambang Warga Beri Himbauan Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Gangguan Kamtibmas

25 Mei 2025
Laporan Sudah Masuk, SP2HP Belum Diterima: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pemalsuan SK di Polresta Cilacap?

Laporan Sudah Masuk, SP2HP Belum Diterima: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pemalsuan SK di Polresta Cilacap?

30 Januari 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Kapolsek Pamarayan Quick Response Dugaan Pelangsiran BBM Subsidi di KIM, Asep NS: Informasi Turunnya Petugas Diduga Bocor
Info Daerah

Kapolsek Pamarayan Quick Response Dugaan Pelangsiran BBM Subsidi di KIM, Asep NS: Informasi Turunnya Petugas Diduga Bocor

6 September 2026
Vio Hotel Westhoff Bandung Disorot, Kamar 507 Disebut Terkait Dugaan Prostitusi via MiChat
Info Daerah

Vio Hotel Westhoff Bandung Disorot, Kamar 507 Disebut Terkait Dugaan Prostitusi via MiChat

6 September 2026
Patroli Skala Besar KRYD Polsek Kedung Waringin Libatkan 39 Personel Gabungan, Jaga Stabilitas Kamtibmas
POLRI

Patroli Skala Besar KRYD Polsek Kedung Waringin Libatkan 39 Personel Gabungan, Jaga Stabilitas Kamtibmas

6 September 2026
Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan
Opini

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan

6 September 2026
Video Peristiwa Sudah Gamblang! Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin, Belum Tertangkap?
Info Publik

Video Peristiwa Sudah Gamblang! Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin, Belum Tertangkap?

6 September 2026
Kepala BNNP Aceh Perkuat Nasionalisme dan Ingatkan 400 Mahasiswa Baru UNIGHA Bahaya Narkoba
Info Daerah

Kepala BNNP Aceh Perkuat Nasionalisme dan Ingatkan 400 Mahasiswa Baru UNIGHA Bahaya Narkoba

6 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News