Rabu, Agustus 19, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
ADVERTISEMENT
Home Opini

Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran

Tegar News by Tegar News
19 Agustus 2026
in Opini
0
Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 19 Agustius 2026 | Di era ketika ancaman kedaulatan negara berbentuk serangan siber, kapal asing yang melanggar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), hingga peperangan canggih yang dikendalikan dari jarak jauh, perdebatan pertahanan Indonesia justru bergeser ke arah yang tidak terduga: pengadaan ratusan ekor kuda.

​Rencana pembelian lebih dari 300 ekor kuda untuk memperkuat Detasemen Kavaleri Berkuda TNI menyita perhatian publik. Dalih yang dikemukakan adalah untuk tugas kehormatan, penyambutan tamu negara, serta pengembangan olahraga berkuda. Namun, di balik narasi pelestarian tradisi dan olahraga, terdapat pertanyaan besar mengenai efisiensi anggaran dan prioritas pertahanan kita.

You might also like

Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan

Bisnis Gelap Alutsista: Membongkar Taktik Broker Merampok APBN di Balik Jubah Patriotisme

Melawan Oligarki Daerah: Anatomi Dinasti Politik dan Strategi Warga Meruntuhkannya

​Apakah ini sebuah kebutuhan taktis, atau sekadar teater kekuasaan yang menguras uang rakyat?

​1. Harga Sebuah “Simulasi”: Membedah Angka Rp379,5 Miliar

​Meski pemerintah belum merilis angka resmi, simulasi biaya yang beredar di ruang publik patut menjadi alarm bagi para pembayar pajak. Mari kita hitung menggunakan asumsi dasar yang beredar:

​Pengadaan Kuda: 300 ekor x Rp1 miliar = Rp300 miliar

​Biaya Pakan: 300 ekor x Rp10 juta/bulan x 12 bulan = Rp36 miliar/tahun

​Perlengkapan: 300 set x Rp25 juta = Rp7,5 miliar

​Gaji Personel: 300 prajurit x Rp10 juta/bulan x 12 bulan = Rp36 miliar/tahun

​Total kebutuhan tahun pertama mencapai Rp379,5 miliar. Angka ini belum termasuk fasilitas kandang, dokter hewan spesialis, obat-obatan, dan perawatan harian lainnya.

​Sebagai perbandingan, dengan dana Rp379,5 miliar, TNI bisa membeli sekitar 12.000 hingga 25.000 unit Kamikaze Drone (berkisar Rp15–30 juta per unit). Puluhan ribu drone ini mampu melumpuhkan armada musuh, sementara 300 ekor kuda tidak memiliki nilai taktis apa pun untuk mengusir pencuri ikan di Laut Natuna Utara.

​2. Kuda: Mesin yang Tak Bisa Dimatikan

​Dalam istilah manajemen logistik, merawat kavaleri mekanis (seperti tank) memang mahal. Namun, ketika ekonomi sedang sulit, mesin bisa dimatikan, digudangkan, dan tidak mengonsumsi bahan bakar.

​Kuda tidak memiliki tombol ‘Off’.

​Hewan adalah “aset biologis” yang menuntut perawatan tanpa henti. Mereka harus makan rumput khusus, mendapat suplemen, dan diperiksa kesehatannya terlepas dari apakah negara sedang damai, perang, atau dilanda resesi. Ini menciptakan beban anggaran abadi. Dana operasional yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan uang lauk pauk prajurit di perbatasan, rawan tersedot hanya untuk memastikan kuda-kuda di ibu kota tidak jatuh sakit.

​3. Membongkar “Anggaran Siluman”: Panduan Investigasi Warga

​Kementerian Pertahanan mengelola ratusan triliun rupiah setiap tahun. Menyembunyikan dana ratusan miliar bukanlah hal sulit bagi birokrat. Jika masyarakat dan pengamat ingin mengawal uang pajak mereka, pengawasan tidak bisa hanya dilakukan di permukaan. Berikut adalah cara para ahli melacaknya:

​Awasi Bahasa Anggaran: Proyek seperti ini jarang ditulis blak-blakan sebagai “Beli Kuda”. Publik harus peka terhadap nomenklatur bersayap seperti Pengadaan Fasilitas Pembinaan Satuan atau Pemeliharaan Fasilitas Biologis.

​Pantau Situs Pengadaan (LPSE/SiRUP): Lacak paket pengadaan militer berskala besar yang mensyaratkan vendor dengan klasifikasi (KBLI) ganjil, seperti Perdagangan Hewan Hidup atau Industri Pakan Ternak.

​Lacak Dokumen Impor: Harga seekor kuda kavaleri sangat subjektif dan rawan penggelembungan dana (mark-up). Para auditor biasanya melacak kejanggalan ini melalui:

​Mikrocip dan Paspor Kuda: Kuda impor militer selalu memiliki paspor dan microchip internasional. Harga asli dari peternak di Eropa bisa dilacak dan dibandingkan dengan harga yang ditagihkan ke negara.

​Asuransi Kargo Udara: Sindikat korupsi biasanya ingin menekan biaya operasional. Mereka mungkin menagih negara Rp1 miliar per kuda, tetapi hanya mendaftarkan nilai asuransi pengiriman sebesar Rp150 juta per ekor agar preminya murah. Ketimpangan ini adalah bukti nyata di meja pengadilan.

​4. Melawan Tameng “Rahasia Negara”

​Sering kali, kritik terhadap anggaran pertahanan dibungkam dengan dalih “Rahasia Negara”. Namun, publik harus paham: nota pembelian rumput dan manifes asuransi transportasi hewan bukanlah cetak biru pertahanan republik. Membocorkannya tidak akan membahayakan keamanan nasional.

​Bagi whistleblower atau jurnalis yang menemukan bukti penyimpangan, perlindungan hukum adalah kunci. Strategi yang umum digunakan oleh ahli transparansi adalah Pembajakan Hak Imunitas Parlemen. Dokumen investigasi diserahkan kepada Anggota DPR dari komisi terkait. Ketika anggota dewan tersebut membacakannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang terbuka, status dokumen tersebut otomatis menjadi domain publik. Jurnalis dan warga pun bebas membahasnya tanpa takut dijerat Undang-Undang ITE.

Mengembalikan Akal Sehat Pertahanan

​Jika tujuan utama pembelian kuda ini adalah untuk mencetak atlet olahraga berkuda, maka selayaknya anggaran tersebut dibebankan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai program pembinaan sipil.

​Dalam arsitektur pertahanan modern yang rasional, APBN Kementerian Pertahanan harus diarahkan pada ancaman nyata: penguatan siber, radar, kapal patroli, dan kesejahteraan prajurit di garis depan. Setiap rupiah dari uang pajak rakyat yang dialokasikan untuk membeli pelana kuda kehormatan adalah satu rupiah yang dirampas dari keamanan hakiki bangsa ini.(Rls/Red)

Oleh: HJ Hagia Sofia

 

Tags: BerkudaDetasemenKavaleriTNI
Previous Post

Kepala PPATK Potensi Jadi Sasaran Oligarki Sesudah Febrie Adriansyah

Tegar News

Tegar News

Related Posts

Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan
Opini

Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan

by Tegar News
19 Agustus 2026
Bisnis Gelap Alutsista: Membongkar Taktik Broker Merampok APBN di Balik Jubah Patriotisme
Opini

Bisnis Gelap Alutsista: Membongkar Taktik Broker Merampok APBN di Balik Jubah Patriotisme

by Tegar News
19 Agustus 2026
Melawan Oligarki Daerah: Anatomi Dinasti Politik dan Strategi Warga Meruntuhkannya
Opini

Melawan Oligarki Daerah: Anatomi Dinasti Politik dan Strategi Warga Meruntuhkannya

by Tegar News
18 Agustus 2026
LAPORAN INVESTIGASI: Di Balik Tangkapan Emas Rp 3 Triliun, Siapa Bos Besar yang Sebenarnya Dilindungi?
Opini

LAPORAN INVESTIGASI: Di Balik Tangkapan Emas Rp 3 Triliun, Siapa Bos Besar yang Sebenarnya Dilindungi?

by Tegar News
18 Agustus 2026
Susanah Ternyata Seorang Penjahit, Kasihan Komdigi Harus Luruskan Pidato Prabowo
Opini

Susanah Ternyata Seorang Penjahit, Kasihan Komdigi Harus Luruskan Pidato Prabowo

by Tegar News
16 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sinergitas TNI- POLRI melalui Bhabinkamtibmas Dan Bhabinsa  Polsek Ciampea Polres Bogor Kontrol Petugas Ronda Malam, Sampaikan Pesan Kamtibmas

Sinergitas TNI- POLRI melalui Bhabinkamtibmas Dan Bhabinsa Polsek Ciampea Polres Bogor Kontrol Petugas Ronda Malam, Sampaikan Pesan Kamtibmas

13 Mei 2025
Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Polres Bogor Bersama Babinsa Melaksanakan Silaturahmi Dengan Warga Untuk Sampaikan Pesan Kamtibmas

Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Polres Bogor Bersama Babinsa Melaksanakan Silaturahmi Dengan Warga Untuk Sampaikan Pesan Kamtibmas

14 Februari 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran
Opini

Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran

19 Agustus 2026
Kepala PPATK Potensi Jadi Sasaran Oligarki Sesudah Febrie Adriansyah
Info Publik

Kepala PPATK Potensi Jadi Sasaran Oligarki Sesudah Febrie Adriansyah

19 Agustus 2026
Fuad Bawazier: “Prabowo  Presiden Paling Serius Laksanakan Pasal 33 UUD 45”
Tokoh

Fuad Bawazier: “Prabowo Presiden Paling Serius Laksanakan Pasal 33 UUD 45”

19 Agustus 2026
Cifor Dibersihkan, Pemkot Bogor Bongkar Lapak PKL yang Kuasai Ruang Publik
Info Daerah

Cifor Dibersihkan, Pemkot Bogor Bongkar Lapak PKL yang Kuasai Ruang Publik

19 Agustus 2026
Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan
Opini

Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan

19 Agustus 2026
Jusuf Kalla Ungkap Fakta Dibalik Ketidakhadiran Mualem dan Malik Mahmud Saat Situasi Aceh Memanas
Tokoh

Jusuf Kalla Ungkap Fakta Dibalik Ketidakhadiran Mualem dan Malik Mahmud Saat Situasi Aceh Memanas

19 Agustus 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News