Tegarnews.co.id – Jakarta, 19 Agustus 2026 | Pakar komunikasi politik Dr Selamat Ginting menyebut, kelompok oligarki sedang mengincar sejumlah tangan kanan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi.
Ginting memprediksi, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana berpotensi menjadi sasaran berikutnya kelompok oligarki sesudah mantan JAM-Pidsus Febrie Adriansyah yang terseret perkara hukum.
Prediksi tersebut, disampaikan Ginting dalam Diskusi Media Buka Fakta yang digelar Mediatrust id bersama Forum Jurnalis Merdeka (FJM) di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, (18/8).
Lebih lanjut menurut Ginting, proses hukum terhadap Febrie tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik dan perlawanan terhadap agenda Presiden Prabowo Subianto, dalam menertibkan penguasaan kawasan hutan dan sumber daya alam (SDA). Febrie sebelumnya menjabat Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Febrie ditetapkan sebagai tersangka, dalam tiga perkara dugaan korupsi pada Juli 2026. Ia kemudian ditahan Kejaksaan Agung terkait perkara dugaan tindak pidana pencucian uang.
Ginting menilai, langkah Prabowo menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Satgas PKH berhadapan dengan kepentingan kelompok yang selama ini memperoleh keuntungan dari sistem lama. Dari bisnis ini, mereka mengeruk ribuan triliun secara tidak sah. Itulah sebabnya mereka melakukan perlawanan balik terhadap Prabowo.
“Yang dilawan Prabowo adalah oligarki dan kroni yang ada di pusat kekuasaan. Susah melawan kekuasaan yang sudah dibentuk 10 tahun. Betul-betul berbenturan dengan Jokowi,” kata Ginting.
Dr. Selamat Ginting menduga, terdapat kelompok atau oknum yang berupaya melindungi kroni internal dengan melemahkan Satgas PKH. Menurutnya, penetapan Febrie sebagai tersangka telah memberikan dampak psikologis terhadap jajaran di bawahnya.
“Penangkapan Febrie yang notabene adalah kepala Satgas PKH membuat jajaran di bawahnya lemas. Terbukti setelah itu tidak ada lagi tindakan berarti dari Satgas PKH,” ungkapnya.
Namun demikian, Ginting menilai menyingkirkan Febrie belum mencapai tujuan kelompok oligarki. Karena itu, ia memperkirakan masih ada orang dekat Prabowo yang berpotensi menjadi sasaran berikutnya.
“Makanya menurut saya sasaran selanjutnya adalah kepala PPATK. Saya rasa Prabowo sudah tahu,” beber Ginting.
Saat ini, PPATK dipimpin Ivan Yustiavandana. Berdasarkan profil resmi PPATK, Ivan telah memimpin lembaga tersebut sejak 2021 dan memiliki pengalaman panjang di lembaga intelijen keuangan.(Rls/Red)
Sumber: EM/FC














