Tegarnews.co.id – Kota Bogor, 21 Agustus 2026 | Puluhan massa Aliansi 4 Pilar menggelar aksi keras di depan Kantor PLN UP3 Bogor, Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor. Dipimpin Koordinator Lapangan Fais, massa menumpahkan kekecewaan terhadap pelayanan kelistrikan yang dinilai merugikan masyarakat dan pelaku UMKM.
Situasi aksi memanas ketika massa membakar ban bekas di depan gerbang PLN. Kepulan asap membubung bersamaan dengan orasi yang terus dilontarkan massa. Aksi tersebut menjadi simbol kemarahan peserta terhadap persoalan pemadaman listrik yang mereka nilai tidak mendapatkan penyelesaian memadai.
Tak hanya membakar ban, massa juga mendesak Manager PLN UP3 Bogor turun langsung menemui peserta aksi. Namun, pihak PLN justru menghadirkan perwakilan. Massa menolak keras skema tersebut dan meminta pimpinan yang mereka soroti hadir memberikan jawaban secara langsung.
“Kami tidak datang untuk bertemu perwakilan. Kami meminta Manager PLN UP3 Bogor hadir. Kalau persoalan masyarakat hanya dijawab dengan perwakilan, jangan berharap tuntutan ini berhenti di Bogor,” tegas Fais.
Aliansi 4 Pilar mendesak PLN menghentikan pemadaman listrik yang dinilai merugikan masyarakat, terutama UMKM dan pedagang kecil. Massa juga meminta dugaan pemasangan meteran listrik ilegal diusut tuntas dan hasil pemeriksaannya dibuka kepada publik.
Selain itu, mereka mendesak perbaikan kualitas tegangan listrik, pemberian ganti rugi atas kerusakan peralatan elektronik, serta transparansi program CSR PLN. Massa juga mendesak pencopotan Manager PLN UP3 Bogor yang dinilai gagal memberikan pelayanan layak dan menuntut ganti rugi atas kerugian UMKM akibat pemadaman serta buruknya pelayanan listrik.
Sejumlah spanduk bernada keras turut dibentangkan, di antaranya “Copot Manajer PLN”, “PLN Merugikan Masyarakat”, “PLN Untung Rakyat Rugi” dan “Tuntut Ganti Rugi”.
Fais menegaskan, aksi tersebut merupakan peringatan keras bagi PLN. Jika tidak ada penyelesaian dan respons yang dianggap serius, Aliansi 4 Pilar memastikan akan menggelar **aksi jilid III di Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta.
“Jangan anggap aksi hari ini selesai. Kalau PLN tetap tidak mau mendengar suara masyarakat, kami akan datang ke Jakarta. Jilid III akan kami gelar di Kantor Pusat PLN,” tegas Fais.
Aksi akhirnya berakhir setelah massa meninggalkan lokasi. Namun, ketegangan yang terjadi menjadi sinyal bahwa persoalan tersebut belum dianggap selesai oleh massa.
Bagi Aliansi 4 Pilar, aksi di Bogor baru pembuka. Jika tuntutan tetap diabaikan, tekanan akan dipindahkan langsung ke pusat.(Rls/Opik)
Sumber: Surya SP













