Tegarnews.co.id – Jakarta, 27 Agustus 2026 | Sorotan publik atas polemik penundaan transaksi rekening Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menyeret perhatian ke sosok Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Riduan. Pria kelahiran Palembang tahun 1970 ini resmi memimpin bank BUMN tersebut sejak Agustus 2025.
Perjalanan karier Riduan terbilang sangat solid. Lulusan Akuntansi Universitas Sriwijaya ini memulai langkahnya dari bawah sebagai auditor internal di PT Bank Dagang Negara pada 1996, sebelum bank tersebut bertransformasi menjadi Bank Mandiri pada 1999.
Meniti Karier dari Bawah Hingga Puncak
Selama lebih dari dua dekade, kariernya meroket pesat. Riduan pernah memegang berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Cabang di Palembang, Senior Vice President, hingga sempat menjabat Direktur Keuangan & Investasi di BPJS Kesehatan (2013-2016).
Usai kembali ke Bank Mandiri, ia menduduki jajaran direksi sebagai Direktur Commercial Banking (2019), Direktur Corporate Banking (2024), Wakil Direktur Utama, hingga akhirnya menduduki kursi nomor satu sebagai Direktur Utama.
Harta Kekayaan Tembus Rp126,8 Miliar
Berdasarkan LHKPN periode 2024, Riduan mencatatkan total harta kekayaan bersih sebesar Rp126.887.846.276 (setelah dikurangi utang Rp7,3 miliar). Kekayaannya melonjak lebih dari 35 persen dibanding LHKPN 2023 yang sebesar Rp93,8 miliar.
Portofolio aset utamanya meliputi:
Tanah & Bangunan: Rp49,09 miliar (12 aset di Jaksel, Bekasi, Karawang, & Palembang).
Kas & Setara Kas: Rp42,2 miliar.
Surat Berharga: Rp38,01 miliar.
Kendaraan (12 Unit): Rp3,61 miliar, di antaranya BMW X5, Toyota Alphard, Mercedes-Benz E300, hingga Mitsubishi Pajero Sport.
Rekam jejak panjang dari auditor hingga Dirut berharta ratusan miliar ini menjadikan sosok Riduan kian menjadi sorotan publik.[Rls/Red]
Sumber: BE-OR017













