31 Pangkalan Rudal Bawah Tanah Iran Disebut Sulit Dihancurkan Jadi Perbincangan Analisis Militer
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 1 hour ago
- visibility 2
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 3 April 2026 | Laporan terbaru dari media Jerman Bild mengungkap fakta mencolok tentang kekuatan militer Iran. Negara tersebut disebut telah membangun jaringan pangkalan rudal bawah tanah yang sangat dalam dan terlindungi, hingga dinilai sulit dihancurkan bahkan oleh bom penghancur bunker paling canggih.
Menurut para analis militer yang dikutip dalam laporan tersebut, fasilitas ini dirancang untuk memastikan sistem persenjataan strategis Iran tetap bertahan, bahkan di tengah serangan udara intensif.
Selama beberapa dekade, Iran dilaporkan mengembangkan puluhan pangkalan bawah tanah dengan cara mengukir pegunungan granit. Struktur ini bukan sekadar bunker biasa, melainkan kompleks militer dengan kedalaman ekstrem.
Beberapa fasilitas disebut berada ratusan meter di bawah permukaan tanah, bahkan mencapai lebih dari 400 meter. Lapisan pelindungnya terdiri dari batuan padat setebal 50 hingga 100 meter, yang secara signifikan meningkatkan daya tahannya terhadap serangan.
Data yang beredar menyebutkan setidaknya terdapat 31 titik pangkalan bawah tanah dengan lebih dari 107 pintu keluar terowongan. Desain ini memungkinkan mobilitas tinggi sekaligus memperkecil risiko kehancuran total jika salah satu akses diserang.
Salah satu contoh yang sering disorot adalah pangkalan di wilayah Yazd. Meski disebut telah beberapa kali menjadi target serangan oleh Amerika Serikat dan Israel, laporan tersebut menyebut Iran tetap mampu meluncurkan rata-rata 10 hingga 15 rudal balistik per hari dari lokasi tersebut.
Namun, klaim ini perlu dilihat secara kritis. Informasi terkait kedalaman, jumlah pangkalan, hingga efektivitas serangan umumnya sulit diverifikasi secara independen karena bersifat sangat sensitif dan masuk kategori rahasia militer.
Di sisi lain, narasi tentang “ketahanan bunker” juga sering menjadi bagian dari strategi psikologis dalam perang modern, baik untuk menunjukkan kekuatan, maupun membangun efek gentar terhadap lawan.
Pertanyaan publik pun muncul: jika fasilitas tersebut действительно sangat terlindungi, target apa yang sebenarnya diserang selama ini?
Jawabannya kemungkinan tidak sesederhana satu titik lokasi. Dalam konflik modern, target militer bisa mencakup rantai logistik, sistem radar, peluncur mobile, hingga infrastruktur pendukung lainnya—bukan hanya bunker utama.
Artinya, pertempuran bukan hanya soal menghancurkan satu fasilitas, tetapi melemahkan keseluruhan sistem.
Di tengah kabut informasi dan propaganda dari berbagai pihak, satu hal yang pasti: perang modern bukan hanya soal kekuatan senjata, tetapi juga permainan informasi.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia






At the moment there is no comment