Breaking News
light_mode
Home » Opini » Perintahkan Dukung Prabowo Gibran Dua Periode, Jokowi Ingin Tunjukkan Dirinya Masih Majikan

Perintahkan Dukung Prabowo Gibran Dua Periode, Jokowi Ingin Tunjukkan Dirinya Masih Majikan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
  • visibility 244
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta 21 September 2025| Cawe-cawe Jokowi, pada pemerintahan Prabowo semakin terang-benderang. Alih-alih legowo lengser dari kursi Presiden, Jokowi justru terus (berupaya) mendikte. Terbaru, pada 19 September 2025, dia memerintahkan seluruh relawannya mendukung pasangan Prabowo-Gibran dua periode.

Instruksi itu jelas dan pasti, bukan dukungan tulus. Sang Manusia Merdeka, Muhammad Said Didu menilai, ini tantangan terbuka Jokowi kepada rakyat Indonesia.

Jokowi sepertinya ingin memperlihatkan, bahwa; dirinya masih berkuasa. Masih bisa mengatur, arah politik negeri. Bahkan, masih mampu menentukan masa depan Presiden Prabowo.

Pertanyaannya, adalah; kenapa Jokowi begitu ngotot? Apa yang membuat dia tidak bisa diam? Sesungguhnya jawabannya sederhana: Panik! Ya, Jokowi dan keluarganya kini sedang panik karena terpojok.

Tuntutan rakyat untuk mengadili Jokowi, atas berbagai macam kebijakan-kebijakannya selama 10 tahun menjadi penguasa kian gencar. Mulai dari karpet merah bagi oligarki, penyerahan sumber daya alam ke asing, utang menumpuk, hingga pengebirian demokrasi.

Bukan hanya itu, gelombang desakan pemakzulan terhadap Gibran juga terus menguat. Posisi Gibran sebagai wakil presiden, memang penuh cacat hukum sejak awal. Itu pun masih ditambah dengan riwayat pendidikan yang kusut dan ruwet. Ijazah SMA-nya tidak jelas. Lebih parah lagi, dari bapaknya yang sudah parah.

Jika tuntutan ini berhasil, maka Jokowi dan keluarganya akan ikut terseret. Reputasi (maksudnya kalau dia merasa punya reputasi), jaringannya bisa runtuh seketika. Yang paling mereka takutkan, bahkan perlindungan politik langsung buyar.

Karena itu, wajar jika Jokowi panik. Untuk itu, ia butuh memastikan anaknya tetap menempel pada Prabowo. Jaminan itu, bahkan sampai 2029. Paket Prabowo-Gibran dua periode, adalah jaring pengamanan terakhir dinasti Jokowi.

Ancaman Terselubung
Pegiat media sosial LIRA (Naz Lira) menilai, pernyataan Jokowi sejatinya warning terselubung bagi Prabowo.

Pesannya, clear; ‘kalau mau aman, jalankan skenario yang saya tentukan’. Kalau tidak, Jokowi siapa mengguncang politik.

Ini, bukan pertama kali. Pada 6 Juni 2025 silam, Jokowi juga sudah menegaskan bahwa pemilihan presiden adalah satu paket. ‘Ancaman’ disampaikan, saat wacana pemakzulan Gibran makin kencang. Artinya, jika Gibran jatuh, Prabowo juga harus ikut jatuh. Inilah cara Jokowi menekan, sekaligus menunjukkan bahwa dia masih merasa berkuasa.

Sedangkan, kalau tuntutan rakyat makin besar dan berhasil, Jokowi serta keluarganya akan menghadapi masa sulit. Bukan tidak mungkin, proses hukum menanti. Semua, dosa politik dan kebijakan yang menyengsarakan rakyat bisa diseret ke meja hijau.

Inilah sebabnya, Jokowi berusaha keras memastikan Gibran tetap di lingkaran kekuasaan. Selama anaknya aman, Jokowi merasa punya tameng. Selama paket Prabowo-Gibran berjalan, dia merasa masih bisa bernafas lega. Jangan lupa, pada 2021 lalu, lembaga internasional OCCRP bahkan menobatkan Jokowi sebagai; ‘finalis koruptor dunia’. Label memalukan ini bukan main-main, dan bisa jadi ancaman serius jika proses hukum kelak dibuka.

Tapi rakyat tidak boleh terkecoh. Dinasti politik ini hanya akan memperpanjang penderitaan bangsa. Kita harus mengingatkan: negeri ini bukan warisan keluarga Jokowi. Bukan pula arena percobaan politik dinasti.

Pada titik ini, publik menilai Prabowo pun sedang dipaksa berada dalam posisi sulit. Dia sudah menyatakan soal dua periode adalah urusan dirinya dan Tuhan. Bukan urusan pihak lain, termasuk, tentu saja, Jokowi. Itu sinyal bahwa Prabowo tidak mau dijadikan boneka.

Kita harus dukung untuk sikap ini. Prabowo sedang menghadapi tekanan luar biasa dari dinasti politik yang tidak mau mati. Rakyat mesti berdiri di belakang Prabowo untuk menolak segala bentuk intervensi Jokowi.

Sejarah harus mencatat, Prabowo bukan sekadar perpanjangan tangan Jokowi. Dia, harusnya, adalah pemimpin yang berdaulat. Punya jalannya sendiri. Itulah sebabnya dukungan rakyat sangat penting agar dia bisa melepaskan diri dari belitan cawe-cawe yang kotor.

Cawe-cawe Jokowi bukan lagi sekadar intervensi, tapi upaya mempertahankan dinasti dari ancaman runtuhnya legitimasi. Karena itu, rakyat tidak boleh diam. Kita harus berdiri bersama, mendukung Presiden Prabowo agar tidak tunduk pada tekanan keluarga politik yang rakus.

Indonesia terlalu besar untuk digerakkan oleh satu orang. Apalagi jika orang itu adalah Jokowi. Terlalu agung untuk dijadikan sandera oleh satu keluarga. Sudah saatnya kita hentikan politik dinasti, demi menyelamatkan bangsa ini. Kita lawan Jokowi!.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Publik

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Regional 1 Berkolaborasi DEengan PT ASDP INDONESIA FERRY Untuk Hadir Vending Machini  UMK Melalui Program TJSL Di  Danau Toba

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Pelindo
    • visibility 76
    • 0Comment

        Tegar news.co.id | Danau Toba, 1 Juli 2025  PT Pelindo Regional 1 bersama PT ASDP Indonesia Ferry resmi meluncurkan program vending machine UMK di kawasan Pelabuhan Ajibata, Danau Toba, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini merupakan bagian dari dukungan BUMN terhadap pemberdayaan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta […]

  • Tetes Haru di Kampung Sayuran, Ribuan Pelajar Terima Asupan Bergizi dari Babinsa Bersama Dapur Sehat SPPG 

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 85
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi, – Suasana pagi di Kampung Sayuran, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, terasa berbeda pada Jumat (20/6/2025). Senyum polos para pelajar tampak merekah saat menerima makanan bergizi yang dibagikan oleh tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pebayuran, wilayah Kodim 0509/Kab. Bekasi.   Sebanyak 1.840 porsi makanan bergizi didistribusikan dari Dapur Sehat SPPG […]

  • TNI

    Pembangunan Box Culvert dan Jalan Desa Ujong Blang Percepatan dengan Alat Berat TMMD

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 22
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, 23 Februari 2026| Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 dari Kodim 0116/Nagan Raya terus menunjukkan semangat kebersamaan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nagan Raya. Salah satu upayanya adalah dengan menggunakan concrete mixer atau molen cor untuk menunjang proses pengadukan material pembangunan. Menurut Pelda Burhan, salah satu anggota Satgas TMMD, […]

  • Usulan KDM KB Vaksetomi Jadi Syarat Bansos Dinilai Lecehkan HAM

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle FC-Goest
    • visibility 142
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-DEPOK| KB vasektomi kini jadi sorotan, setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melontarkannya sebagai usulan untuk kaum pria sebagai syarat satu keluarga menerima bermacam bantuan sosial mulai dari beasiswa hingga bantuan-bantuan lainnya. Sementara dari sudut Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menegaskan, sterilisasi pada pria atau vasektomi sangat tidak diperbolehkan atau haram […]

  • Forspi : Parkir Liar di Kota Bogor Bikin Macet, Kinerja Dishub Kota Bogor Dipertanyakan

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 148
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 5 Januari 2026| Forum Solidaritas Pemuda Inspiratif (Forspi) menilai kemacetan lalu lintas yang terus berulang di sejumlah ruas jalan Kota Bogor mencerminkan belum efektifnya penataan lalu lintas dan pengendalian parkir di badan jalan. Maraknya parkir liar dinilai telah mengganggu fungsi jalan sebagai ruang publik serta menurunkan kualitas pelayanan transportasi bagi masyarakat. Forspi mencatat, […]

  • Pemda Madina Diminta Stop Oprasional Air Minum Kemasan Albana & Amasae Diduga Tanpa Izin BPOM

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 138
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Mandailing Natal, 17 September 2025| Desakan penghentian operasional dua perusahaan air minum kemasan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mencuat ke publik. Produk bermerek Albana dan Amasae diduga belum memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta tidak menjalankan surveilan produksi dan uji mutu sejak terbitnya sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Pabrik Albana […]

expand_less