Skandal Bengis! Bisnis Obat Daftar G di Bekasi Bak Kacang Goreng, Kinerja Tiga Pilar Dipertanyakan?
- account_circle M.ifsudar / Arfiyan Ramadhan
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- visibility 54
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Kota Bekasi, 26 November 2025| Praktik penjualan obat-obatan terlarang golongan daftar G beroperasi secara bebas dan mencolok di wilayah Kecamatan Jatiasih, Kelurahan Jatisari, Kota Bekasi. Ironisnya, aktivitas ilegal yang sudah berjalan lebih dari satu bulan ini diduga kuat dibekingi oleh oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dari institusi TNI dan oknum wartawan, menciptakan rasa kebal hukum yang memuakkan. Aktivis muda pemberani, Rizky, meluapkan kekecewaannya yang mendalam dan kecaman keras terhadap skandal hitam ini.
> “Ini bukan lagi pelanggaran, ini adalah PENGKHIANATAN INSTITUSI! Oknum APH dan media yang harusnya melindungi rakyat justru menjadi payung bagi para perusak generasi muda di Jatisari,” seru Rizky dengan nada penuh kemarahan.
>
*Intimidasi Beraroma Kekuatan Di Jatisari*
Rizky mengungkapkan hasil investigasinya yang mencekam. Saat mendatangi toko yang menjadi sarang penjualan obat tersebut, ia justru dihadapkan pada intimidasi dan penekanan langsung.
> “Pemilik toko dengan bangga dan tanpa takut mengaku-ngaku dibekingi oknum APH dan oknum wartawan. Mereka menggunakan atribut kekuasaan dan pers sebagai perisai. Ini membuktikan ada jaringan gelap yang berani menantang hukum di Kota Bekasi,” ungkap Rizky.
>
Pembiaran membisu aparat dan tiga pilar setempat menjadi sorotan tajam warga. Kelurahan Jatisari telah lama resah dan melapor, sebab tempat tersebut menjadi magnet bagi pemuda yang membeli obat-obatan terlarang. Warga menyampaikan keluh kesah atas kurangnya ketegasan Tiga Pilar (Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Daerah) di wilayah tersebut. Operasi ilegal yang sudah berjalan lebih dari satu bulan ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah ada pembiaran yang disengaja?
> “Kami melihat sendiri anak-anak muda kami rusak di sini. Toko itu beroperasi di Jatisari, di depan mata aparat, tapi tidak ada tindakan tegas. Kami bertanya, apakah hukum tumpul karena bekingan seragam itu terlalu kuat?” tutur seorang warga Jatisari yang enggan disebut namanya.
>
Rizky menuntut agar Panglima TNI dan Kapolda Jawa Barat segera turun tangan untuk melakukan pembersihan institusi secara total dari oknum yang diduga terlibat di Jatiasih Kota Bekasi.
Ia juga mendesak organisasi pers untuk menindak tegas oknum media yang menyalahgunakan profesi mulia untuk membekingi kejahatan.
“Jika aparat tidak segera bergerak, maka Bekasi akan menjadi Kota yang membiarkan generasi mudanya hancur di bawah lindungan oknum busuk berseragam dan bertinta,” tutup Rizky.[]
- Author: M.ifsudar / Arfiyan Ramadhan
- Editor: Redaksi
- Source: Rizky






At the moment there is no comment