Breaking News
light_mode
Home » Opini » 25 Tahun Banten, Sebuah Catatan Kritis!

25 Tahun Banten, Sebuah Catatan Kritis!

  • account_circle Rls/Egi Hendrawan
  • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
  • visibility 193
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Banten, 4 Oktober 2025| Banten merupakan wilayah barat paling ujung di pulau jawa, dalam sejarahnya Banten sangat sentral, dan menjadi gerbang perdagangan pada masa kesultanan, kolonial, perjuangan, hingga modern hari ini. Roda perekonomian terutama perdagangan menjadikan kemajuan untuk Banten kedepannya. Namun, realitas yang ada, menjadikan Banten masih banyak hal yang harus dibenahi hingga ke akar rumputnya.

Tanggal 4 Oktober tahun 2000 menjadi tonggak sejarah baru bagi masyarakat Banten. Setelah sekian lama berada di bawah naungan Jawa Barat, Banten akhirnya resmi berdiri sebagai provinsi sendiri. Dua puluh lima tahun berlalu, sudah seperempat abad usia yang seharusnya menjadi waktu cukup panjang untuk menakar sejauh mana janji-janji awal kemajuan itu benar-benar terwujud. Namun, di tengah hiruk pikuk masyarakat Banten hari ini, pertanyaan yang muncul adalah sudahkah Banten benar-benar maju dan sejahtera sebagaimana cita-cita awal pendiriannya?

Seperempat abad bukan waktu yang singkat. Seharusnya, ini menjadi momentum untuk merayakan berbagai capaian dan kemajuan. Namun, ketika kita menengok kembali perjalanan Banten, kemajuan itu terasa timpang. Di balik pembangunan fisik yang tampak megah, masih banyak masyarakat yang hidup jauh dari kesejahteraan. Pertanyaan yang patut diajukan: apakah layak kita merayakan “kemajuan” ketika rakyatnya masih berjuang untuk hidup layak di tanah kelahirannya sendiri?

Dua puluh lima tahun seharusnya cukup untuk melihat perubahan besar baik dari segi infrastruktur, ekonomi, sosial, maupun budaya. Namun kenyataannya, banyak persoalan krusial yang belum terselesaikan. Kemiskinan, ketimpangan, dan lapangan kerja yang terbatas masih menjadi wajah keseharian sebagian besar masyarakat. Di atas kertas, Banten mungkin tampak mengeliat untuk berkembang, tetapi di lapangan, perubahan itu belum benar-benar dirasakan secara merata.

Banten memang telah melakukan banyak pembangunan, tetapi kualitasnya perlu ditinjau ulang. Pendidikan, yang seharusnya menjadi kunci kemajuan, masih jauh dari harapan. Program pendidikan gratis yang pernah dijanjikan para pemimpin daerah hanya menjadi slogan politik saat kampanye. Janji-janji itu menguap begitu kekuasaan diraih, meninggalkan rakyat dalam realitas yang pahit: biaya pendidikan yang tinggi dan fasilitas yang tak memadai.

Banten kini menghadapi tantangan baru: pertumbuhan penduduk yang pesat, urbanisasi tanpa arah, dan ancaman ketimpangan sosial. Namun di balik itu, Banten juga menyimpan peluang besar seperti  letak strategis, potensi wisata, sumber daya alam, dan kekuatan budaya. Tantangan terbesar adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat bersama-sama mengelola potensi itu dengan cara yang berkelanjutan, tanpa meninggalkan rakyat kecil yang menjadi bagian dari sejarah berdirinya provinsi ini.

Dalam rentang seperempat abad ini, lahirlah generasi baru anak-anak yang tumbuh sebagai warga Banten yang tidak lagi mengenal masa Jawa Barat. Generasi ini seharusnya menjadi harapan baru dengan gagasan segar dan semangat perubahan. Namun, tanpa bekal sumber daya manusia yang memadai, mereka bisa saja tumbuh menjadi generasi yang kehilangan arah. Peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda Banten tak hanya bangga sebagai orang Banten, tetapi juga mampu membawa tanahnya menuju kemajuan.

Selama 25 tahun, Banten telah membangun identitasnya sebagai daerah yang religius, berbudaya, dan bersejarah. Namun, kebudayaan tidak boleh berhenti pada seremonial dan simbol-simbol semata. Ia harus menjadi kekuatan yang menggerakkan masyarakat menuju keadaban dan kemajuan. Identitas budaya seharusnya hadir bukan hanya di panggung perayaan, tapi juga dalam cara kita berpikir, bekerja, dan memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Dua puluh lima tahun adalah waktu yang cukup untuk bercermin. Banten telah berdiri tegak sebagai provinsi, tetapi belum sepenuhnya berdiri kokoh dalam kesejahteraan rakyatnya. Refleksi seperempat abad ini bukan sekadar peringatan, tetapi pengingat: bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari bangunan tinggi atau jalan lebar, melainkan dari seberapa bahagia dan sejahtera rakyat yang hidup di dalamnya.

Penulis : Nasyudin Rumi, seorang Aktivis, tokoh Pelajar Nahdlatul Ulama, sekarang menjabat sebagai Sekretaris PW IPNU Provinsi Banten (Orang Nomor 2 di PW IPNU Banten). Lahir dan besar di daerah Pesisir Banten Selatan. Beliau aktif dalam kegiatan sosial, menyuarakan ketidak adilan, isu-isu pendidikan dan keterpelajaran.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diplomasi Maritim: Rusia Tawarkan Alutsista Canggih Lewat Kunjungan Kapal Perang di Jakarta

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 3 April 2026 | Sejumlah armada tempur unggulan Angkatan Laut Rusia bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak akhir Maret 2026. Kehadiran Korvet Gromky-335, Kapal Selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, dan Kapal Tunda Andrey Stepanov ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan misi strategis untuk memperkenalkan teknologi militer mutakhir kepada Indonesia. Duta Besar […]

  • PPWI Nasional Adakan Kunjungan Silahturahmi ke Kediaman Habib Muhammad Rizieq Shihab

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 242
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN-PPWI) mengadakan kunjungan silahturahmi ke salah satu Tokoh Ulama Indonesia, Dr. H. Muhammad Rizieq Shihab, di kediamannya di bilangan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 05 Mei 2025. Dalam kunjungan tersebut, selain Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, Tim PPWI juga terdiri atas Wasekjen Julian Caisar, Wakil […]

  • Demer Dorong Solusi Terintegrasi Selamatkan Pariwisata Bali

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 217
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bali, 13 Januari 2026| Partai Golkar memberi perhatian serius terhadap kondisi pariwisata Bali yang dinilai membutuhkan penanganan segera dan menyeluruh. Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, mengingatkan Bali berisiko ditinggalkan wisatawan jika berbagai persoalan mendasar tidak segera ditangani secara terintegrasi. Politisi asal Buleleng itu menyoroti semakin kompleksnya perbincangan publik, khususnya di media sosial, […]

  • Kapolsek Dramaga Hadiri Perayaan Santunan Anak Yatim Piatu Dan Dhuafa, Dalam Rangka Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 75
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Kapolsek Dramaga IPTU DESI TRIANA, S.H M.H. Menghadiri kegiatan perayaan santunan anak yatim piatu dan dhuafa, memperingati tahun baru Islam 1 Muharam 1447 H, (6/7). Sampaikan himbauan kamtibmas dan ajak tingkatkan sinergitas. Dalam kinerja kepolisian pelayanan Polri “Hadir Untuk Masyarakat”. Sesuai arahan Bapak Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K.,M.H melalui Kapolsek Dramaga […]

  • Patroli Gabungan KRYD Polsek Cileungsi, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Akhir Pekan

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 94
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Cileungsi Polres Bogor melaksanakan kegiatan Kepolisian Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli gabungan skala besar. Kegiatan ini digelar pada Sabtu malam (19/07/2025) hingga dini hari, menyasar titik-titik rawan yang tersebar di wilayah Kecamatan Cileungsi dan sekitarnya. Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) Kanit Samapta […]

  • Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 60
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bogor, 24 Januari 2026| GMOCT Gabungan Media Online dan Cetak Ternama mendapatkan informasi terkait kasus ini dari media online Bentengmerdeka yang tergabung di dalamnya. Sebuah toko diduga menjual obat keras ilegal golongan G di Jasinga tetap buka meskipun telah dilaporkan ke Polsek setempat. Telah diberitakan sebelumnya, sebuah toko diduga menjual obat keras ilegal golongan […]

expand_less