BEM Bogor Raya Siap Aksi Demo Skala Besar, Menuntut Keadilan Terhadap Penindakan Yang Berbalik Arah
- account_circle Rls /Asep Hidayat
- calendar_month Ming, 14 Des 2025
- visibility 106
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Kabupaten Bogor, 15 Desember 2025| Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) Bogor Raya mengeluarkan pernyataan tegas dan mengumumkan rencana aksi demonstrasi skala besar yang akan mengguncang kantor Bupati Bogor dan Polres Bogor pada Jum’at (19/12/2025) pukul 14.00 WIB.
Aksi ini diinisiasi sebagai bentuk penolakan yang keras terhadap dugaan perlindungan terhadap kegiatan ilegal serta tindakan yang dianggap sebagai intimidasi dan kriminalisasi terhadap wartawan yang hanya melakukan tugasnya mencari kebenaran.

Seperti yang tercantum dalam surat pemberitahuan aksi nomor 220/BRI-BGR/XII/2025 yang ditujukan langsung kepada Kapolres Bogor c.q. Intelkam Polres Bogor, kasus yang menjadi pemicu kemarahan mahasiswa adalah dugaan aktivitas ilegal yang sangat serius – mulai dari penyelundupan oli, peredaran emas ilegal, hingga pesta narkoba jenis sabu-sabu yang diduga berlangsung bebas di kediaman Yanuar, Kepala Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng. Padahal, ketika delapan orang awak media datang untuk melakukan investigasi lapangan dan mengkonfirmasi informasi terkait kasus tersebut, mereka justru dilaporkan dan langsung dihadapkan pada proses hukum.

“Kondisi ini sungguh tidak masuk akal! Wartawan yang berusaha mengungkapkan kebenaran justru menjadi sasaran, sementara pelaku kegiatan ilegal yang jelas-jelas merusak keamanan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor justru tampaknya mendapatkan perlindungan. Bahkan ada dugaan tindak kriminalisasi yang dilakukan oleh istri Kepala Desa Sadeng tersebut,” ucap Afanda Faizulyan Rafi, Koordinator BEM RI Bogor Raya dalam surat resmi yang telah diterbitkan.

Tindakan yang dianggap sebagai “balik hukum” ini telah menimbulkan kegelisahan yang meluas di kalangan masyarakat Kabupaten Bogor.
Banyak pihak menyatakan bahwa hal ini bukan hanya merusak kredibilitas aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, tetapi juga membunuh keberanian masyarakat untuk mengawasi dan mengungkapkan berbagai praktik tidak benar di lingkungan mereka.[]
- Author: Rls /Asep Hidayat
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment