Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Harga Beras Melonjak, Mendagri Minta Makan Sagu — PKN: Pemerintah Sedang Krisis Empati

Harga Beras Melonjak, Mendagri Minta Makan Sagu — PKN: Pemerintah Sedang Krisis Empati

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 246
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 29 Desember 2025| Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nasional (PKN), Denny Charter, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyarankan masyarakat beralih mengonsumsi sagu, jagung, atau sorgum di tengah melambungnya harga beras.

Denny menilai narasi “kalau mahal, makan yang lain” bukan sekadar saran menu makanan, melainkan bentuk penyederhanaan masalah yang berbahaya dan menunjukkan defisit empati terhadap kesulitan rakyat.

“Kebijakan publik seharusnya menjadi solusi struktural, bukan sekadar saran menu makanan. Pernyataan ini seolah menempatkan beban kegagalan stabilitas harga pangan ke piring makan rakyat,” ujar Denny Charter dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Lingkaran Setan Korupsi dan Harga Pangan

Menurut Denny, ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan harga beras tidak lepas dari buruknya integritas birokrasi. Ia menyoroti adanya lingkaran setan antara kebijakan dan praktik korupsi, baik dalam skala mega-korupsi impor maupun pungutan liar di jalur distribusi.

Ia menjelaskan bahwa praktik kartel dan suap dalam kuota impor pangan membuat harga di tingkat konsumen tetap tinggi meski stok global melimpah. Selain itu, inefisiensi anggaran pada sektor infrastruktur pertanian—seperti irigasi dan pupuk bersubsidi—sering kali mengalami kebocoran.

“Akibatnya, produksi lokal rendah, harga naik, dan pejabat akhirnya mengeluarkan saran substitusi pangan sebagai jalan pintas menutupi kegagalan produksi,” tegasnya.

Kegagalan Struktural yang Dipersonalisasi

Lebih lanjut, Denny melihat adanya ketimpangan logika yang dilakukan pemerintah. Masalah beras adalah persoalan ekonomi makro yang melibatkan rantai pasok dan kontrol spekulan. Namun, solusi yang diberikan justru bersifat mikro-individual.

“Pemerintah bertanggung jawab pada sisi supply (pasokan) dan harga, tetapi rakyat dipaksa bertanggung jawab pada sisi demand dengan cara mengurangi konsumsi atau beralih jenis pangan,” kata Denny.

Ia mengkhawatirkan bahwa saran untuk mengganti nasi dengan umbi-umbian adalah upaya normalisasi terhadap kegagalan negara. Menurutnya, ketika korupsi masuk ke dalam tata kelola pangan, keputusan tidak lagi berdasarkan data kebutuhan rakyat, melainkan siapa yang mendapat keuntungan dari kelangkaan tersebut.

Pangan Adalah Hak Asasi

Denny Charter menegaskan bahwa pangan bukan sekadar komoditas dagang, melainkan hak asasi manusia yang ketersediaannya wajib dijamin oleh negara. Baginya, selama celah korupsi dalam distribusi dan impor tidak ditutup, harga akan terus mencekik rakyat.

“Rakyat jangan terus diberikan obat penenang berupa saran substitusi yang tidak menyelesaikan akar masalah. Tanpa keberanian memutus rantai pemburu rente, kebijakan pangan kita hanya akan terus membebani rakyat kecil,” pungkasnya.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • 8 Tim Lolos Diputaran 16 Bssar Turnamen Futsal Kapolres Cup 2025

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 687
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tangerang| Memasuki putaran babak 16 besar dalam ajang bergengsi Turnamen Futsal Kapolres Cup 2025 dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke 79 yang dipertandingkan pada Sabtu (31/5/2025) di Gor Nambo Sport Jaya Center Karawaci Tangerang sisahkan delapan (8) tim yang akan melanjutkan ke babak selanjutnya. Hal itu dikatakan ketua panitia penyelenggara Mustofa Hadi Karya atau yang […]

  • Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Terjalin Erat di Momen HUT ke-80 di Pebayuran

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 283
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi, 06 Oktober 2025 – Dalam semangat tema “TNI PRIMA, TNI RAKYAT, Indonesia Maju”, jajaran Muspika Kecamatan Pebayuran mendadak “menyerbu” Markas Koramil 11/Pebayuran Kodim 0509 Kabupaten Bekasi, Minggu (6/10/2025). Bukan untuk operasi militer, kedatangan mereka menjadi kejutan spesial sekaligus simbol kuatnya sinergitas dalam peringatan HUT TNI ke-80. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti […]

  • Kapolri Ungkap Pesan Presiden Saat Tinjau Merak, Beri Pelayanan Terbaik Hingga Waspadai Bencana

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Banten, 22 Desember 2025| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan ke Pelabuhan Merak, Banten. Hal itu dilakukan untuk memastikan pengamanan dan pelayanan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam kesempatan tersebut, Sigit menyampaikan pesan ataupun atensi khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden mengingatkan masyarakat harus mendapatkan pelayanan terbaik saat momen arus mudik maupun […]

  • Skandal di Balik Angka: Membedah ‘Brankas’ Rp420 Triliun dan Bom Waktu Perbankan Kita

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 67
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 14 April 2026 | ​Di panggung megah kebijakan fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja merilis sebuah angka yang sekilas tampak seperti oase di tengah gurun: Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun. Namun, bagi mereka yang terbiasa membedah anatomi keuangan negara, angka ini bukan sekadar tabungan. Ini adalah sebuah “sirkus […]

  • Angka Korupsi Kepala Desa Tembus Rekor Baru, AKPERSI Resmi Siap Kawal Transparansi Dana Desa

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 135
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 23 November 2025 — Kasus korupsi yang melibatkan kepala desa di Indonesia terus mengalami peningkatan tajam dan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengungkapkan bahwa tindak pidana korupsi oleh kepala desa menunjukkan lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir, termasuk pada tahun 2025.   Plt. Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang […]

  • Kejati Kalbar Laksanakan Penyerahan Tersangka RS dan Barang Bukti Tahap II

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 208
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pontianak, 17 Desember 2025| Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat melalui Jaksa Penyidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar telah melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan tanah pada Bank Milik Pemerintah Daerah Kalbar atas nama tersangka Ricky Sandy (RS) kepada Penuntut Umum, Selasa  (16/12-2025), sekira pukul […]

expand_less