Sabtu, November 7, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Kartu Merah untuk ” 28 Raja Hutan”, Sinyal Tegas atau Sekadar Ganti Kulit?

Chairul Husen by Chairul Husen
21 Januari 2026
in Opini
0
Kartu Merah untuk ” 28 Raja Hutan”, Sinyal Tegas atau Sekadar Ganti Kulit?

Gambar: Ilustrasi

585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 21 Januari 2026| Rentetan bencana banjir bandang dan longsor yang meluluhlantakkan Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat akhirnya memicu respons keras dari Istana. Bukan sekadar bantuan logistik, pemerintah menjawab jeritan alam dengan “mengamputasi” izin operasi 28 perusahaan yang dinilai sebagai biang kerok kerusakan lingkungan.

Laporan terbaru Satgas Penataan Penggunaan Lahan dan Penataan Investasi yang dirilis pekan ini bukan dokumen biasa. Di dalamnya terkandung daftar hitam yang mencengangkan: 22 Izin Kehutanan dan 6 Izin Non-Kehutanan (Tambang/Sawit) resmi dicabut.

You might also like

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

Namun, di balik euforia penegakan hukum ini, muncul skeptisisme publik yang mendasar: Apakah ini hukuman mati yang sesungguhnya, atau para raksasa ini hanya akan “berganti kulit” dan kembali dengan wajah baru?

Runtuhnya The Big Fish
Publik terbelalak melihat nama-nama yang masuk dalam daftar pencabutan izin. Pemerintah tidak sedang memukul nyamuk, melainkan menyasar “hiu-hiu besar” (The Big Fish) yang selama ini dianggap tak tersentuh karena kontribusi ekonominya yang masif.

Di Sumatera Utara—zona dengan jumlah pencabutan terbanyak—nama PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) bertengger di posisi paling sorot. Raksasa pulp (bubur kertas) yang beroperasi di kawasan Danau Toba ini akhirnya tersandung setelah sekian lama berkonflik dengan masyarakat adat dan dituding merusak daerah tangkapan air (catchment area).

Kejutan lebih besar datang dari sektor tambang. PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, juga dipaksa angkat kaki. Masuknya perusahaan sekelas Agincourt—yang terafiliasi dengan grup konglomerasi besar—mengirim pesan politik yang kuat dari pemerintahan Presiden Prabowo: Tidak ada anak emas investasi jika rakyat terus-terusan jadi korban bencana.

Selain mereka, daftar panjang perusahaan logging di Sumatera Barat (seperti PT Minas Pagai Lumber) dan perusahaan sawit di Aceh juga “disapu bersih” sebagai respons atas banjir lahar dingin dan kerusakan hidrologis yang masif.

Ancaman Modus “Ganti Kulit”
Meskipun statusnya adalah “Pencabutan Izin”—yang berarti penghentian operasi total—para pengamat lingkungan dan hukum mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah. Sejarah pengelolaan sumber daya alam Indonesia mencatat pola berulang yang licik: Modus Ganti Kulit.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Mematikan izin PT (Perseroan Terbatas) di atas kertas sangat mudah, namun mematikan syahwat bisnis para Beneficial Owner (Pemilik Manfaat) di belakangnya adalah perkara lain.

Skenario yang paling ditakuti publik adalah munculnya perusahaan baru, dengan nama baru, di lokasi yang sama, hanya beberapa bulan setelah izin lama dicabut. Direksinya mungkin berganti nama menjadi orang-orang tak dikenal (boneka), namun aliran modalnya tetap berasal dari kantong konglomerasi yang sama.

Mengutip analisis data korporasi, TPL misalnya, terafiliasi dengan jejaring Royal Golden Eagle (RGE) milik taipan Sukanto Tanoto. Sementara Agincourt berada di bawah payung raksasa Astra Group lewat United Tractors. Dengan kekuatan kapital dan jaringan hukum sekuat itu, upaya perlawanan balik—baik melalui gugatan PTUN maupun pembentukan entitas bisnis baru—sangat mungkin terjadi.

Senjata Pamungkas: Kejar Pemilik Manfaat!
Agar negara tidak dipermainkan, kunci pengawasannya bukan lagi pada papan nama perusahaan, melainkan pada penelusuran Beneficial Ownership sesuai Perpres No. 13 Tahun 2018.

Negara harus menerapkan daftar hitam (blacklist) tidak hanya kepada entitas perusahaannya, tetapi juga kepada individu atau grup bisnis yang menjadi pengendali utamanya. Jika TPL dicabut karena merusak lingkungan, maka grup bisnis di belakangnya harus dilarang mengajukan izin baru di lokasi tersebut.

Tanpa transparansi data pemilik manfaat, pencabutan izin ini hanya akan menjadi drama administratif semata. Rakyat butuh kepastian: lahan bekas tambang dan konsesi itu harus direhabilitasi atau dikembalikan kepada negara, bukan diam-diam diserahkan kembali ke tangan-tangan lama yang berbaju baru.

Epilog: Ujian Konsistensi
Langkah Presiden Prabowo mencabut izin 28 perusahaan ini adalah pertaruhan politik dan ekonomi yang berani. Di satu sisi, ini adalah angin segar bagi keadilan ekologis. Di sisi lain, ada ribuan tenaga kerja yang nasibnya kini di ujung tanduk, menanti exit strategy pemerintah agar tidak terjadi PHK massal.

Kini, bola panas ada di tangan aparat penegak hukum dan pengawas lingkungan. Apakah alat berat benar-benar akan ditarik dari hutan Sumatera? Atau minggu depan kita akan melihat truk-truk itu kembali menderu di bawah bendera perusahaan yang berbeda?

Rakyat Sumatera sedang menonton, dan kali ini, mereka tidak mau dibohongi lagi.[]

Tags: danHukumLingkunganPengamat
Previous Post

Anas Urbaningrum Usulkan Pembahasan UU Pilkada Dilakukan Setelah Pemilu 2029

Next Post

Kepedulian Dunia Usaha di Tengah Bencana, Ketua FPRB Pebayuran Apresiasi PT Dela Pertamina INF 1

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

by Tegar News
16 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
Kepedulian Dunia Usaha di Tengah Bencana, Ketua FPRB Pebayuran Apresiasi PT Dela Pertamina INF 1

Kepedulian Dunia Usaha di Tengah Bencana, Ketua FPRB Pebayuran Apresiasi PT Dela Pertamina INF 1

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Tisin Nasirun Alfakir Resmi Dilantik Sebagai Kepala Desa Kertajaya Siap Mengemban Amanah Dan Mewujudkan Pembangunan Desa yang Lebih Maju Dan Sejahtera

Tisin Nasirun Alfakir Resmi Dilantik Sebagai Kepala Desa Kertajaya Siap Mengemban Amanah Dan Mewujudkan Pembangunan Desa yang Lebih Maju Dan Sejahtera

4 November 2026
PHM & PHSS Buktikan Migas Bisa Ramah Lingkungan, Sukses Ukir Prestasi di Ajang CSR 2025

Webinar CSR & SDGs Award 2025: Perusahaan Diminta Jadikan CSR Strategi Bisnis Berkelanjutan

4 Oktober 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Konsolidasi Pembentukan SGAN Digelar di Jakarta Utara, GEMA PS Nusantara Siap Dorong Kekuatan 6,3 Juta Anggota Bergabung
Info Daerah

Konsolidasi Pembentukan SGAN Digelar di Jakarta Utara, GEMA PS Nusantara Siap Dorong Kekuatan 6,3 Juta Anggota Bergabung

7 November 2026
Asap Hitam Pembakaran Limbah Dikeluhkan Warga Bantarsari, Pemilik Akui Bakar Dua Mobil Sehari
Info Daerah

Asap Hitam Pembakaran Limbah Dikeluhkan Warga Bantarsari, Pemilik Akui Bakar Dua Mobil Sehari

7 November 2026
Diduga Ada Praktek Prostitusi Online  Berkedok Pijat Tradisional di Jati Rahayu Meresahkan Warga
Info Publik

Diduga Ada Praktek Prostitusi Online Berkedok Pijat Tradisional di Jati Rahayu Meresahkan Warga

7 November 2026
LSM TEGAR Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Pemufakatan Makar! Negara Tak Boleh Dikhianati dari Dalam
Hukum

LSM TEGAR Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Pemufakatan Makar! Negara Tak Boleh Dikhianati dari Dalam

6 November 2026
Kapolri Suyudi Bertindak Cepat! Skenario Show Of Force yang Disusun Rapi,”Ambyar”
Nasional

Kapolri Suyudi Bertindak Cepat! Skenario Show Of Force yang Disusun Rapi,”Ambyar”

6 November 2026
UU Perampasan Aset: Senjata Ampuh Memberantas Kejahatan, Atau Potensi Ancaman  Terhadap Hak Warga
Hukum

UU Perampasan Aset: Senjata Ampuh Memberantas Kejahatan, Atau Potensi Ancaman Terhadap Hak Warga

6 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News