Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Koalisi Sipil Desak KPK Periksa Sekwan DPRD Kabupaten Tangerang

Koalisi Sipil Desak KPK Periksa Sekwan DPRD Kabupaten Tangerang

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 0 minute ago
  • visibility 1
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 23 Mei 2026 | Koalisi masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Banten dan Gema Kosgoro Banten resmi melayangkan laporan pengaduan masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Laporan tersebut terkait adanya dugaan ketidakwajaran dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang untuk Tahun Anggaran (TA) 2022 hingga 2026.

Aktivis anti-korupsi mendesak lembaga antirasuah tersebut untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Tangerang berinisial NA, serta sejumlah oknum anggota legislatif yang terkait dengan pengelolaan pos-pos anggaran tersebut.

Soroti Anggaran Jumbo: Dari Mamin, Baju Dinas, hingga Dana Pokir

Berdasarkan dokumen yang dihimpun koalisi, terdapat beberapa pos anggaran yang dinilai mencolok dan memerlukan uji forensik serta audit investigatif. Sektor-sektor tersebut meliputi pengadaan sewa hotel, penyediaan makanan dan minuman (mamin) rapat serta reses, anggaran perjalanan dinas, hingga pengadaan pakaian dinas beserta atribut DPRD.

Tidak hanya itu, koalisi juga memasukkan poin krusial mendesak KPK untuk menyelidiki tata kelola program Aspirasi atau Pikiran Pokok (Pokir) para anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang disinyalir rawan terjadi praktik transaksional atau commitment fee dengan pihak ketiga.

“Kami memandang pos-pos anggaran ini membutuhkan perhatian serius dari aparat penegak hukum. Alokasi untuk sewa hotel dan pengadaan pakaian dinas di DPRD Kabupaten Tangerang diduga merupakan salah satu yang terbesar di wilayah Provinsi Banten. Skala anggaran yang begitu besar ini harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik,” ujar Koordinator KITA Banten, Agus Suryaman, saat ditemui di Jakarta.

Mendesak Audit Investigatif BPK RI

Selain meminta langkah hukum dari KPK, koalisi ini juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk segera melakukan Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) secara menyeluruh. Audit investigatif ini dinilai penting untuk memeriksa validitas laporan pertanggungjawaban (LPJ), manifes hotel, hingga realisasi fisik dari pengadaan mamin reses, perjalanan dinas dan baju dinas dewan.

Konteks Hukum & Tren Kasus Serupa

Pola tata kelola anggaran di sektor legislatif kerap menjadi titik rawan tindak pidana korupsi di berbagai daerah. Berdasarkan catatan penegakan hukum, modus operandi yang sering ditemukan meliputi:

• Manipulasi Dokumen Perjalanan Dinas: Penggunaan bilyet hotel atau tiket transportasi yang tidak sesuai realisasi lapangan.

• Reses dan Mamin Administratif: Laporan kegiatan yang digelembungkan secara volume maupun jumlah kehadiran.

• Komparasi Sektor Pokir: Kasus serupa yang pernah diusut KPK/Kejaksaan di beberapa wilayah seperti di magetan menunjukkan adanya celah korupsi pada proses penempatan program titipan legislatif di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Koalisi menegaskan bahwa langkah pelaporan ini merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam mengawal uang rakyat agar tepat sasaran dan bersih dari segala bentuk potensi penyimpangan administratif maupun yuridis.

“Langkah kami melaporkan ke KPK adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai warga negara. Kami secara resmi menyerahkan sejumlah data dan informasi awal terkait pengelolaan APBD TA 2022-2026 di lingkungan DPRD Kabupaten Tangerang agar dapat ditelaah dan ditindaklanjuti oleh kedeputian penindakan KPK.

Ada indikasi ketidakwajaran yang sangat mencolok pada beberapa pos anggaran, terutama sewa hotel, perjalanan dinas, makan-minum kegiatan, pakaian dinas, hingga alokasi dana Pokir dewan. Informasi yang kami peroleh menunjukkan alokasi anggaran hotel dan pakaian dinas di sana termasuk yang sangat fantastis di Provinsi Banten. Kami menilai hal ini perlu diuji transparansinya. Apakah realisasi di lapangan benar-benar akuntabel, atau justru ada potensi kerugian negara?

Oleh karena itu, kami mendesak KPK untuk segera memulai proses penyelidikan. Panggil dan mintai keterangan pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk Sekwan selaku Kuasa Pengguna Anggaran, serta para anggota legislatif yang mengampu program Pokir tersebut. Kami juga meminta BPK RI turun tangan melakukan audit investigatif komprehensif. Biarkan proses hukum yang berjalan membuktikan semuanya demi tegaknya transparansi di Kabupaten Tangerang.” tutup Agus Suryaman.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membedah “Bom Waktu” Rp 740 Triliun: Anatomi Kebangkrutan Sistemik di Tubuh PLN

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 28
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 22 Maret 2026​ | Sebuah angka mengerikan baru saja tersaji di atas meja autopsi digital keuangan negara. Angka itu adalah Rp 740 Triliun. Ini bukan sekadar deretan nol dalam laporan tahunan; ini adalah beban utang yang telah berubah menjadi ancaman sistemik bagi stabilitas ekonomi Republik. ​Analisis terbaru dari Center for Budget Analysis […]

  • Wisata ke Papua Pegungan Jayawijaya Tawarkan Mumi Tertua Berusia 376 Tahun

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 206
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jayawijaya,16 Agustus 2025| Destinasi Pariwisata Internasional Mumi Berusia 376 tahun di Distrik Kurulu Jayawijaya,Papua Pegunungan jadi Pesona Bumi Papua Asri Layak Untuk di Kunjungi baik Wisatawan Lokal Nusantara dan Mancanegara 2025 yang tak akan terlupakan ketika kita berkunjung ketempat tersebut. Destinasi Mumi di Pedalaman wilayah Papua Pegunungan yang didiami suku Hubula tepatnya di kampung Yiwika, […]

  • Jepang Membayar 2Juta Dolar Kepada Iran Untuk Lintas Kapal Melintasi Selat Hormuz

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 58
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 26 Maret 2026 | Tol termahal di dunia, kini telah memiliki harga. Awalnya mereka setuju membayar dalam yuan, China. Kini kita sudah tahu berapa harga tiketnya: 2 juta dolar AS per kapal tanker. Iran mengonfirmasi bahwa salah satu pembayaran tersebut datang langsung dari Jepang. Anggota parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi mengatakannya secara blak-blakan: […]

  • Jumat Berkah Ramadan, Kantor Pertanahan Kota Medan Berbagi Nasi Kotak di Yayasan Al Kahfi Medan Amplas

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 57
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 21 Februari 2026| Kantor Pertanahan Kota Medan kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan berbagi nasi kotak untuk berbuka puasa kepada anak-anak dan pengurus di Yayasan Al Kahfi Medan Amplas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat di bulan⁰ Ramadan sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan […]

  • SATMA AMPI Madina Laporkan Dugaan Masalah Proyek Puskesmas ke Bupati Hingga Kejari

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 79
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Mandailing Natal, 10 Januari 2026| Bendahara Satuan Mahasiswa AMPI Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Saleh, secara resmi menyampaikan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) terkait proyek pembangunan Puskesmas kepada sejumlah institusi strategis daerah. Surat pengaduan tersebut ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, DPRD Mandailing Natal, Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal, serta Kejaksaan Negeri Mandailing Natal sebagai bentuk kontrol sosial […]

  • DLH Provinsi Jawa Barat ‘Lempar Bola’ Soal Penanganan Pencemaran Lingkungan

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 99
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bandung, 13 November 2025 (GMOCT)| Program Citarum Harum yang berjalan selama 7 tahun (2018-2025) berakhir dengan kesan kurang memuaskan dalam meningkatkan ekosistem lingkungan. Program yang menelan anggaran triliunan rupiah ini dinilai kurang efektif dalam mengatasi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, (19/11). Kini, Citarum Harum jilid dua dimulai dengan harapan baru. Satgas Citarum Harum […]

expand_less