Kodam Jaya Turunkan Pasukan Tempur Atasi Begal di Jakarta, Lalu Polisi???
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 4 hour ago
- visibility 6
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 25 Mei 2026 | Maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di Jakarta serta wilayah sekitarnya mendorong aparat keamanan mengambil langkah lebih tegas.
Kodam Jaya turun langsung memperkuat patroli bersama Polda Metro Jaya dengan mengerahkan unsur batalyon tempur ke sejumlah titik rawan. Langkah ini menjadi sorotan publik karena melibatkan prajurit TNI dalam operasi keamanan sipil, terutama pada malam hingga dini hari ketika potensi kejahatan jalanan dinilai meningkat.
Pihak Kodam Jaya menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI bukan untuk mengambil alih tugas kepolisian. Keterlibatan tersebut disebut sebagai bentuk bantuan kekuatan dalam operasi pengamanan bersama, khususnya untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Dalam operasi gabungan bersama Tim Pemburu Begal, aparat dilaporkan telah mengamankan ratusan orang yang diduga terlibat kejahatan jalanan, termasuk sejumlah barang bukti seperti senjata tajam hingga senjata api rakitan.
Bagi sebagian warga, kehadiran TNI di jalanan dianggap sebagai langkah yang memberi efek gentar terhadap pelaku kejahatan. Mereka menilai negara harus hadir lebih tegas ketika aksi begal semakin meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat.
Namun di sisi lain, kebijakan ini juga memunculkan perdebatan mengenai batas keterlibatan militer dalam urusan keamanan dalam negeri. Sebab, secara prinsip, penegakan hukum tetap menjadi tugas utama kepolisian, sedangkan TNI memiliki fungsi utama di bidang pertahanan negara.
Kondisi ini membuat isu tersebut menjadi perbincangan luas. Turunnya batalyon tempur ke jalanan dapat dibaca sebagai respons cepat terhadap keresahan masyarakat, tetapi juga bisa menjadi alarm bahwa situasi keamanan sipil sedang menghadapi tekanan serius. Pemerintah dan aparat keamanan perlu memastikan bahwa operasi semacam ini tetap berada dalam koridor hukum, terukur, dan tidak menimbulkan kekhawatiran baru terkait perluasan peran militer di ruang sipil.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment