Breaking News
light_mode
Home » Peristiwa » Sungguh Epik Bentrokan Negara vs Hotel Sultan “69 Orang Diamankan”

Sungguh Epik Bentrokan Negara vs Hotel Sultan “69 Orang Diamankan”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 17 minute ago
  • visibility 5
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 19 Juni 2026 | Kalau ada penghargaan untuk kategori “Pertarungan Paling Absurd dan Megah Tahun 2026”, maka duel antara Negara versus Hotel Sultan layak masuk nominasi tanpa perlu babak penyisihan. Pokoknya ada, ups salah, pokoknya seru dah. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Kamis pagi, 18 Juni 2026, kawasan Senayan mendadak berubah menjadi lokasi syuting film kolosal berbiaya triliunan. Bedanya, ini bukan perang kerajaan, bukan invasi alien, dan bukan Godzilla yang mengamuk dari laut Jakarta.

Ini adalah bentrokan antara negara dan Hotel Sultan. Ya, sebuah hotel.

Mungkin hanya di Indonesia sebuah bangunan yang selama puluhan tahun identik dengan kamar mewah, pesta pernikahan, dan rapat pejabat bisa menjadi pusat pertempuran yang melibatkan aparat, water cannon, kawat berduri, dan lemparan batu.

Di satu sisi berdiri aparat gabungan TNI-Polri yang datang menjalankan eksekusi pengosongan lahan. Di sisi lain massa penolak yang melempar batu, botol, bambu, dan berbagai benda yang mendadak berubah fungsi menjadi “alat perjuangan.”

Water cannon menyembur seperti paus raksasa sedang marah. Teriakan bersahutan. Kamera ponsel merekam dari segala arah. TikTok pun mendapat pasokan konten kelas premium.

Di tengah kekacauan itu, muncullah tokoh yang membuat cerita ini naik level menjadi legenda, Kivlan Zen. Mantan Kaskostrad tersebut berdiri di atas mobil komando dan meminta aparat tidak represif.

“Saya juga prajurit!”

Kalimat itu terdengar seperti dialog utama film laga. Namun semesta tampaknya sedang menulis naskah satire. Tak lama kemudian, tangan Kivlan tersayat kawat berduri hingga mengalami luka ringan akibat dorongan massa.

Kalau adegan itu muncul di film, mungkin sutradaranya dituduh terlalu dramatis. Padahal ini kenyataan.

Di balik seluruh kisruh tersebut berdiri nama besar Pontjo Sutowo, 75 tahun, putra keempat Ibnu Sutowo, tokoh legendaris Pertamina era Soeharto.

Melalui PT Indobuildco, Pontjo mengelola Hotel Sultan, dulu bernama Hilton, selama puluhan tahun. Bagi Pontjo, hotel itu bukan sekadar bangunan. Itu warisan keluarga, simbol sejarah, dan bagian dari identitas yang dibangun selama puluhan tahun.

Karena itulah perlawanan terus dilakukan. Buku pembelaan diterbitkan. Tim hukum yang dipimpin Hamdan Zoelva juga masih berpendapat ada prosedur yang dianggap bermasalah.

Namun negara datang membawa senjata yang biasanya sulit dikalahkan: putusan pengadilan yang sudah inkrah. Melalui Putusan PN Jakarta Pusat Nomor 208/Pdt.G/2025 dan penetapan eksekusi, negara menegaskan bahwa lahan Blok 15 GBK merupakan aset negara berdasarkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Sementara Hak Guna Bangunan (HGB) PT Indobuildco telah berakhir sejak 2023.

Versi negara sederhana, pertandingan selesai. Versi Pontjo, pertandingan belum berakhir.

Hasil bentrokan itu tak bisa dibilang ringan. Polisi mengamankan 69 orang yang disebut bukan karyawan hotel melainkan massa dari luar. Sebanyak 26 anggota polisi mengalami luka ringan, satu personel TNI terluka di pelipis, dan sejumlah warga sipil ikut menjadi korban.

Akhirnya Hotel Sultan kosong. Lorong-lorong yang dulu ramai kini sunyi. Bangunan yang pernah menjadi simbol kemewahan Jakarta berubah menjadi monumen bisu yang menyaksikan pertarungan antara hukum, sejarah, dan kepentingan.

Negara menyebutnya kemenangan hukum. Pontjo menyebutnya tragedi. Netizen menyebutnya konten.

Sementara rakyat biasa hanya bisa menonton sambil menyeruput kopi dan bertanya-tanya, mengapa dalam setiap drama besar republik ini yang bertarung selalu orang-orang besar, tetapi yang paling cepat merasakan dampaknya justru para pekerja biasa.

Sungguh epik. Sebuah bentrokan antara negara dan hotel yang terdengar lucu saat disebut, tetapi cukup serius hingga membuat puluhan orang terluka. Di Indonesia, sebuah gedung bisa memiliki kisah perlawanan yang lebih panjang dari sebagian sinetron ijazah.[]

Oleh: Rosadi Jamani
Ketua Satupene Kalbar

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buruh dan Mahasiswa Menggelar Aksi Serentak di Depan Gedung DPR

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Syarif H / M Dekra
    • visibility 348
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta, 29 Agustus 2025| Ribuan buruh dan mahasiswa menggelar Aksi Serentak di berbagai provinsi, Kamis (28/08/2025). Di jakarta, massa buruh memusatkan aksi di depan gedung DPR/MPR RI dan Istana Negara. Massa buruh menyampaikan beberapa tuntutan utama, di antaranya adalah: 1. Kenaikan Upah Minimum Penolakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  Penghapusan sistem outsourching Desak DPR segera mengesahkan […]

  • Alfi Abusar GMPBI: “Kejari Kota Depok Telah Lalai Menjalankan Fungsi!”

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 220
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Depok, 3 September 2025| Aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Depok yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa Indonesia (GMPBI), Rabu (25/9), menyeru kepada pihak Kejari Depok untuk segera memanggil dan memeriksa mantan Walikota M. Idris dan Supian Suri Walikota Depok, juga Wahid Suryono Kepala BKD Kota Depok serta Fadli, Kabid Pengelolaan Aset […]

  • Anggaran Ratusan Juta Terancam Sia-Sia, Proyek Jalan di Bekasi Dinilai Gagal Mutu”

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 249
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi– Proyek peningkatan jalan lingkungan di Kampung Pakuning, RT 001 RW 002, Desa Sukarapih, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, kembali menyorot perhatian publik. Proyek yang menelan anggaran Rp456.619.100 dari APBD 2025 ini diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Minggu, (25/05/2025)   Investigasi tim media dan LSM di lokasi proyek menemukan indikasi […]

  • BANKUM GERADIN Banten, Gelar Penyuluhan Hukum Gratis di Rutan Kelas I Jambe Tangerang

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tangerang, 29 November 2025| Bantuan Hukum Gerakan Advokat Indonesia ( BANKUM GERADIN) Kabupaten Tangerang melaksanakan penyuluhan hukum penting kepada warga Binaan pemasyarakatan ( WBP ) mengenai Bantuan Hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011. Dalam kesempatan ini Advokat Rusman Nuryadin, S.H., M.AD, menyampaikan “Teman-teman tersangka juga tidak usah takut dan khawatir tentang adanya […]

  • Menjadi viral Remaja Tawuran di Cikarang Utara Sambil Acungkan Pistol

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle M. Ifsudar / Syarif Hidayatullah
    • visibility 164
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Bekasi| Seorang remaja kedapatan membawa Senjata Api (Senpi) saat hendak tawuran di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada, Jumat 09/05/2025 malam. Aksi tersebut menjadi viral di media sosial yang memperlihatkan dua kelompok remaja sedang tawuran serta seorang pemuda mengacungkan senjata api ke atas sampai melemparkan batu ke arah lawan. Kejadian itu berlangsung pukul 22.30 […]

  • Negara di Ambang Kehancuran: Gurita Narkoba di Jantung Kepolisian dan Urgensi Revolusi Moralitas Polri

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 47
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Februari 2026| Sebuah dokumen laporan intelijen dari Kabid Propam Polda NTB yang dikeluarkan awal Februari 2026 telah membuka kotak pandora yang mengerikan mengenai integritas kepolisian kita. Laporan setebal tujuh halaman tersebut merinci keterlibatan sistematis oknum perwira menengah, termasuk mantan Kasat Narkoba Bima Kota, AKP Malaungi, dan dugaan aliran dana haram yang melibatkan Kapolres […]

expand_less