Tegarnews.co.id – Jakarta, 3 Juli 2026 | DPR RI dan Pemerintah baru saja mengetok palu untuk postur awal RAPBN 2027, lewat pembahasan KEM-PPKF yang digodok sepanjang Juni 2026. Artinya, angka-angka ini bakal jadi cetak biru arah keuangan negara tahun depan.
Wakil Ketua Banggar DPR RI, Wihadi Wijanto, menegaskan:
“Seluruh laporan panja telah disampaikan dan disepakati sebagai hasil pembahasan Banggar dengan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam rangka pembahasan pembicaraan RAPBN tahun anggaran 2027 dan RKP 2027.”
Nah, ini dia postur yang disepakati:
Pendapatan Negara:
Target: 12,01%-12,40% PDB (naik dari usulan awal 11,82%-12,40%)
Penerimaan pajak: 10,16%-10,50% PDB
PNBP: 1,85%-1,89% PDB
Belanja Negara:
Belanja pemerintah pusat: 11,26%-12,01% PDB (naik dari batas bawah usulan 11,07%)
Transfer ke daerah: 2,55%-2,79% PDB
Fokus: daya beli masyarakat, penurunan kemiskinan, SDM, hilirisasi & industrialisasi
Jaga-Jaga Fiskal
Defisit APBN: tetap di 1,80%-2,40% PDB
Rasio utang: 40,31%-40,64% PDB
Asumsi Makro 2027
Pertumbuhan ekonomi: 5,8%-6,5%
Inflasi: 1,5%-3,5%
Kurs rupiah: Rp16.800-Rp17.500/US$
Bunga SBN 10 tahun: 6,5%-7,3%
Harga minyak (ICP): US$70-US$95/barel
Yang menarik, DPR juga minta setiap belanja kementerian/lembaga pakai logical framework biar jelas keterkaitan kebijakan, program, anggaran, sampai target kinerjanya. Nggak asal serap anggaran doang.
Target pertumbuhan 6,5% di tengah kurs rupiah yang diproyeksikan lebih lemah dan bunga SBN yang masih tinggi, ambisius atau memang sudah diperhitungkan matang?(Rls/Red)
Naskah: Dendi Siswanto/Ani Kristanti
Grafis: Affandi














