Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 15 Juli 2026– Dampak musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi telah menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Babakan Rengas, RT 002/RW 001, Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran. Rabu. (15/07/2026).
Langkah cepat BPBD menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tengah menghadapi krisis air bersih. Armada tangki air diterjunkan ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan warga yang dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan debit air sumur, bahkan sebagian telah mengering akibat kemarau.
Sejak pagi hari, warga telah berkumpul dengan membawa berbagai wadah penampungan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Penyaluran berlangsung tertib dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat bantuan tersebut.
Salah seorang warga, Heri, menyampaikan apresiasi atas kesigapan BPBD Kabupaten Bekasi dalam merespons kondisi yang dialami masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Bekasi yang bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Bantuan ini sangat membantu kami karena air sumur sudah mulai sulit digunakan. Kehadiran pemerintah membuat masyarakat merasa diperhatikan,” ujar Heri.
Apresiasi juga disampaikan oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Karangsegar, Chandra Wirahadi Santika, S.Tr.IP. Menurutnya, koordinasi yang baik antara Pemerintah Desa Karangsegar dengan BPBD Kabupaten Bekasi menjadi kunci cepatnya penanganan kebutuhan masyarakat.
“Kami mengapresiasi respon cepat BPBD Kabupaten Bekasi yang langsung turun membantu warga. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama saat masyarakat menghadapi bencana kekeringan. Pemerintah desa akan terus berkoordinasi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung,” kata Chandra.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bekasi, Ahmad Syarifudin, turut memberikan apresiasi terhadap langkah cepat BPBD. Menurutnya, penanganan dampak kekeringan tidak hanya membutuhkan respon yang cepat, tetapi juga kesiapsiagaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Forum Pengurangan Risiko Bencana Kecamatan Pebayuran selalu siap mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi risiko bencana. Kekeringan merupakan salah satu bencana yang harus diantisipasi melalui mitigasi, edukasi, serta koordinasi yang baik antara BPBD, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, dampak bencana dapat diminimalkan,” ujar Ahmad Syarifudin.
Ia menegaskan bahwa FPRB Kecamatan Pebayuran akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana, baik banjir, kekeringan, angin puting beliung, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.
Respon cepat BPBD Kabupaten Bekasi dalam mendistribusikan bantuan air bersih menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Sinergi antara BPBD, Pemerintah Desa Karangsegar, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan.
Masyarakat berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Di sisi lain, upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana yang terus digaungkan FPRB diharapkan mampu membangun masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih tangguh, siap, dan sigap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.














