Tegarnews.co.id – Jakarta, 21 Agustus 2026 | Aparat gabungan TNI dan Polri menetapkan status siaga tinggi di Jakarta. Ribuan personel, barikade ketat, dan kendaraan taktis dikerahkan untuk mengamankan kawasan Gedung DPR RI, Senayan, guna menghadapi gelombang demonstrasi besar-besaran pada 27 Agustus 2026.
Fokus pengamanan ini merespons pergerakan massa dari Aliansi Rakyat Bersatu (ARIB) dan gelombang massa daerah seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Berikut strategi pengamanan agresif yang diterapkan aparat:
Barikade Ring Satu dan Kendaraan Taktis: Mengulang eskalasi pengamanan aksi mahasiswa pertengahan Agustus yang mengerahkan lebih dari 9.000 personel, polisi dan TNI mempertebal pertahanan. Deretan water cannon, mobil komando penghalau, gas air mata, dan unit motor trail disiagakan penuh di titik-titik vital untuk memblokade pergerakan massa.
Penyekatan Akses Utama: Ruang gerak demonstran diputus sejak awal. Jalur strategis menuju pusat kota, termasuk Bundaran HI dan jalan-jalan protokol, diblokade untuk mencegah kelumpuhan ekonomi. Massa dari luar daerah yang bertolak ke Jakarta diawasi dan disekat secara ketat.
Patroli Intervensi Akar Rumput: Panglima TNI dan Kapolri menginstruksikan patroli gabungan intensif guna meredam provokasi sebelum eskalasi terjadi. Aparat turut menggandeng lembaga adat, termasuk Bamus Betawi, untuk mendesak massa menahan diri dan menjaga stabilitas Ibu Kota.
Gelombang protes 27 Agustus ini membawa dua tuntutan krusial dan tanpa kompromi ke hadapan DPR:
Sahkan RUU Perampasan Aset: Desakan mutlak untuk segera menetapkan tenggat waktu pengesahan undang-undang demi memiskinkan para koruptor.
Hukuman Mati bagi Koruptor: Tuntutan hukuman maksimal dan eksekusi mati sebagai efek jera final bagi pelaku kejahatan korupsi.(M.Ifsudar/Julian)
Sumber: Riski














