Tegarnews.co.id – Jakarta, 1 September 2026 | Konten kreator sekaligus alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahmad Tsauri, menyoroti rangkaian kerusuhan setelah aksi demonstrasi 27 Agustus 2026. Ia menilai respons Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan kepanikan politik di tengah meningkatnya ketidakpuasan publik.
“Manuver Dasco ini sudah dapat kita baca sejak awal, sebelum demonstran Pati sampai ke DPR RI. Unggahan kata-kata mutiara itu hanya bualan penuh rekayasa, kepanikan, dan manipulasi,” ujar Ahmad Tsauri dikutip fajar.co.id dari akun media sosialnya, Minggu (30/8/2026).
Tsauri juga menyoroti dugaan pemblokiran rekening aktivis Pati, teror terhadap penyedia bus hingga pelemparan batu di jalan tol. Ia menduga ada sosok kuat di balik rangkaian peristiwa tersebut.
“Semua rentetan peristiwa sejak pemblokiran rekening aktivis Pati, siapa di belakang perintah polisi? Pasti orang kuat, dia adalah ‘Perdana Menteri’ yang menyamar sebagai Wakil Ketua DPR RI,” tegasnya.
Ia turut menyinggung dugaan keterlibatan GRIB Jaya pimpinan Rosario de Marshall alias Hercules dalam penanganan massa yang berujung korban jiwa.
“Selain Hercules dan Grib Jaya, Prabowo dan Dasco harus bertanggung jawab atas meninggalnya almarhum, karena mereka semua ada di balik opsi skenario itu. Apesnya, skenario terakhir memakan korban,” tutur Tsauri.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki kematian Bambang Setiyawan (59), warga yang diduga menjadi korban pengeroyokan di Pejompongan. Sebanyak 322 orang telah ditangkap dan 48 orang ditetapkan sebagai tersangka terkait perusakan serta kekerasan di sejumlah titik Jakarta.
Kuasa hukum GRIB Jaya membenarkan sosok dalam video yang beredar adalah Hercules, tetapi membantah organisasi tersebut terlibat dalam kerusuhan. Namun, keterangan itu menjadi sorotan karena sehari sebelumnya kuasa hukum menyebut Hercules tidak turun ke jalan pada 27 Agustus.
Hingga kini, Polisi masih mendalami penyebab pasti kematian Bambang Setiyawan dan entah sampai kapan menunggu hasilnya?














