Tegarnews.co.id – Jakarta, 30 Agustus 2026 | Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Erma Yulihastin, menyoroti sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi terkait putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat Wakil Presiden RI.
Sorotan tersebut disampaikan Erma setelah menyimak wawancara Jokowi dalam program Bocor Alus Politik Tempo. Menurut Erma, Jokowi membantah berbagai tudingan yang disampaikan dalam wawancara tersebut.
“Semua dibantah dan selalu mengatasnamakan demokrasi,” kata Erma.
Erma mengaku kecewa karena menilai tidak ada penyesalan yang ditunjukkan Jokowi terkait proses politik yang mengantarkan Gibran menjadi wakil presiden.
Menurutnya, Jokowi setidaknya perlu mengakui adanya persoalan mengenai kapasitas putranya untuk menduduki jabatan Wakil Presiden RI.
“Ada satu hal yang paling mengecewakan, yaitu tak ada sama sekali rasa bersalah atau minimal mengakui bahwa anaknya itu sebenarnya tidak layak dan tidak kompeten,” ujar Erma.
“Ayolah, 280 juta orang Indonesia, masa iya demokrasi tak bisa memunculkan yang benar-benar kompeten?”
“Itu parpol-parpol gunanya apa sih?” ucapnya.(Rls/Red)













