Sabtu, September 12, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Senjata Terbaru Prabowo, 200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank

Oleh: Rosadi Jamani

Tegar News by Tegar News
12 September 2026
in Opini
0
Senjata Terbaru Prabowo, 200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 12 September 2026 | Lawan politik Prabowo perlu menyiapkan strategi baru. Senjata terbaru dan teranyar Prabowo lebih dahsyat dari MBG dan KDMP. Akan membuatkan rekening bank untuk 200 juta warga. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Untuk saat ini, tak tahu nanti, berat melawan Prabowo. Bukan karena beliau punya ilmu kebal politik, bukan juga karena lawan politik kehabisan amunisi. Ia punya senjata pamungkas. Rakyat dikasih makan gratis, desa dikasih koperasi tinggal pakai. Nah, sekarang sekitar 200 juta warga mau dibuatkan rekening bank dan dikasih duit Rp50.000 sampai Rp80.000.

You might also like

Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun, Nama Luhut Kembali Disorot! Benarkah Pernah Memiliki Perusahaan Ini?

Kebunnya Disini, Markasnya di Singapura! “Seberapa Besar Nilai Ekonomi Sawit yang Kembali ke Indonesia?

Ini kalau diteruskan, lama-lama rakyat tinggal menunggu pemerintah membagikan rumah lengkap dengan kulkas. Kulkasnya kosong, tentu saja. Yang penting rumahnya ada.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kebijakan pembukaan rekening bank massal bagi sekitar 200 juta penduduk melalui Bank Rakyat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia. Anggarannya sekitar Rp11 triliun dari APBN. Saldo awalnya Rp50.000 hingga Rp80.000 per rekening dan uang tersebut bisa langsung ditarik.

Syaratnya juga keren. Warga negara berusia 17 tahun ke atas atau yang baru mendapatkan KTP akan otomatis memiliki rekening setelah data NIK dari Dukcapil dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Bagi yang sudah punya rekening di bank lain, datanya akan dikonsolidasikan agar semuanya terintegrasi secara nasional.

Ente bayangkan 200 juta rakyat Indonesia masuk ke satu ekosistem perbankan. Negara tinggal bilang, “Selamat datang di dunia inklusi keuangan.” Rakyat menjawab, “Terima kasih.” Lima menit kemudian Rp50.000 ditarik. Saldo menjadi nol.

Tetapi status tetap inklusi. Ini luar biasa. Rekeningnya hidup, saldonya sudah meninggal.

Tujuan resminya tentu sangat mulia. Ini memperluas inklusi keuangan, mempermudah penyaluran bansos, dan membuat masyarakat semakin terhubung dengan sistem keuangan formal. BRI dan BSI dipilih karena jaringan ritelnya menjangkau pelosok dan kesiapan infrastruktur digitalnya sudah matang.

Namun namanya juga Indonesia. Kalau ada program pemerintah, selalu ada teori konspirasi tumbuh lebih cepat dari kapal induk KRI Gajah Mada.

Jangan-jangan Rp50.000 ini bukan sekadar uang. Jangan-jangan ini operasi rahasia tingkat tinggi untuk membuat rakyat merasa dicintai negara. Transfer masuk, hati senang, kepuasan naik. Semacam hipnosis ekonomi. “Nuan mungkin tidak punya pekerjaan, tetapi Tuan punya rekening.”

Masalahnya, kondisi masyarakat memang sedang tidak sederhana. Harga kebutuhan pokok mahal, lapangan kerja susah, dan ekonomi belum kunjung terasa membaik. Kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto juga anjlok. Poltracking mencatat 78,1 persen pada Oktober 2025, lalu menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026. ASI pada Juli 2026 mencatat 57,6 persen, Tempo Data Science 37 persen, dan SMRC 51,1 persen.

Maka jurus pemerintah kelihatannya sederhana.

Rakyat: “Harga kebutuhan pokok mahal!”

Pemerintah: “Ini rekening.”

Rakyat: “Kerjaan susah!”

“Ini rekening.”

“Ekonomi kapan membaik?”

“Saldo awal Rp50.000 sudah masuk.”

Waduh. Berat melawan Prabowo. Makan gratis ada. Desa dikasih koperasi tinggal pakai. Sekarang 200 juta warga dikasih rekening plus duit. Lawan politik baru mau menyusun strategi, rakyat sudah sibuk mengecek notifikasi mobile banking.

Tapi justru di sinilah pertanyaan seriusnya. Setelah Rp50.000 ditarik, apa yang tersisa? Jangan sampai Rp11 triliun menghasilkan 200 juta rekening aktif sebentar, kemudian berubah menjadi rekening mati karena saldo kembali nol.

Sebab rakyat sebenarnya tidak hanya membutuhkan rekening. Rakyat membutuhkan pekerjaan, penghasilan, harga kebutuhan masuk akal, dan ekonomi benar-benar terasa membaik.

Kalau tidak, kita akan mencatat sebuah prestasi paling absurd dalam sejarah ekonomi modern. Ada 200 juta orang berhasil dibuat punya rekening, tetapi belum tentu berhasil dibuat merasa punya uang.

Kalau itu berhasil, mungkin inilah strategi politik paling jenius abad ini. Bukan membeli suara. Cuma membeli notifikasi saldo.(Rls/Red)

 

Rosadi Jamani

 

Tags: PrabowoPresidenSubianto
Previous Post

Geger Kota Haji! Staf Khusus Yaqut Desak Hakim Panggil Jokowi ke Ruang Sidang Tipikor

Next Post

Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

Tegar News

Tegar News

Related Posts

Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta
Opini

Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

by Tegar News
12 September 2026
TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun, Nama Luhut Kembali Disorot! Benarkah Pernah Memiliki Perusahaan Ini?
Opini

TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun, Nama Luhut Kembali Disorot! Benarkah Pernah Memiliki Perusahaan Ini?

by Tegar News
10 September 2026
Kebunnya Disini, Markasnya di Singapura! “Seberapa Besar Nilai Ekonomi Sawit yang Kembali ke Indonesia?
Opini

Kebunnya Disini, Markasnya di Singapura! “Seberapa Besar Nilai Ekonomi Sawit yang Kembali ke Indonesia?

by Tegar News
7 September 2026
Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan
Opini

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan

by Tegar News
6 September 2026
Habis Asap Terbitlah Sawit! Sebuah Sinetron Berulang Dengan Script yang Sangat Rapih
Opini

Habis Asap Terbitlah Sawit! Sebuah Sinetron Berulang Dengan Script yang Sangat Rapih

by Tegar News
2 September 2026
Next Post
Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Gelar Piala Jatim Cup Futsal Pelajar Tingkat SMA/SMK, Pembinaan Generasi Muda Sehat

Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Gelar Piala Jatim Cup Futsal Pelajar Tingkat SMA/SMK, Pembinaan Generasi Muda Sehat

27 Februari 2026
KJM-B : Konfirmasi Dugaan Buang Limbah Ke Paluh, Pihak PT.PHG Belawan Enggan Berkomentar

KJM-B : Konfirmasi Dugaan Buang Limbah Ke Paluh, Pihak PT.PHG Belawan Enggan Berkomentar

11 Juni 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

PKS Belum Tandatangan, Getah Pinus TNGC Sudah Mengalir ke PT EMB Pekalongan – APH, Kejaksaan & Gakkum Diminta Bongkar Rantai Pasok
Info Daerah

PKS Belum Tandatangan, Getah Pinus TNGC Sudah Mengalir ke PT EMB Pekalongan – APH, Kejaksaan & Gakkum Diminta Bongkar Rantai Pasok

12 September 2026
Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta
Opini

Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

12 September 2026
Senjata Terbaru Prabowo, 200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank
Opini

Senjata Terbaru Prabowo, 200 Juta Warga Dibuatkan Rekening Bank

12 September 2026
Geger Kota Haji! Staf Khusus Yaqut Desak Hakim Panggil Jokowi ke Ruang Sidang Tipikor
Nasional

Geger Kota Haji! Staf Khusus Yaqut Desak Hakim Panggil Jokowi ke Ruang Sidang Tipikor

12 September 2026
Polres Metro Bekasi Tegaskan Proses Hukum Abah Setu Tetap Berjalan, Meski Sudah Minta Maaf
Hukum

Polres Metro Bekasi Tegaskan Proses Hukum Abah Setu Tetap Berjalan, Meski Sudah Minta Maaf

12 September 2026
Titik Terang Selat Sunda: Rompi Pelampung Ditemukan di Dekat Anak Krakatau, Nasib 8 Penumpang Arupadhatu 1 Masih Misteri
Nasional

Titik Terang Selat Sunda: Rompi Pelampung Ditemukan di Dekat Anak Krakatau, Nasib 8 Penumpang Arupadhatu 1 Masih Misteri

12 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News