Senin, Oktober 5, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Komjen Pol Suyudi Ario Seto Mengganti Seluruh Kapolda di Pulau Jawa

Oleh: Dahlan Iskan

Tegar News by Tegar News
5 Oktober 2026
in Opini
0
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Mengganti Seluruh Kapolda di Pulau Jawa
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 5 Oktober 2026 | Ini seperti sambaran petir tanpa mendung dan hujan. Baik pelantikannya sebagai kapolri, maupun apa yang dilakukannya setelah jadi kapolri yang baru: Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, mungkin hari ini ia sudah naik pangkat dari Komjen bintang tiga ke Jenderal Polisi bintang empat.

Tidak sampai 24 jam menduduki jabatan orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Suyudi sudah melakukan mutasi sebanyak 88 perwira tinggi dan menengah – termasuk 17 kapolda se-Indonesia. Rasanya belum pernah ada petir yang sekilat ini sebelumnya.

You might also like

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

Watimpres Bikin Kabinet Jadi Ramping atau Diabetes?

Suyudi Jadi Kapolri, Geng Solo Pudar atau Cuma Ganti Kostum?

Pelantikannya sebagai Kapolri sendiri tidak kalah kilatnya: Kamis 1 Oktober menjelang siang Suyudi menjalani fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Siang itu juga dilantik sebagai kapolri di Istana. Tidak sempat beredar gunjingan. Kurang dari lima jam setelah itu Presiden Prabowo Subiyanto melantiknya sebagai kapolri.

Fit and proper test-nya pun tidak sampai satu jam. Bahkan tidak sampai setengah jam. DPR langsung setuju dengan usulan Presiden Prabowo. Di hal-hal tertentu proses yang kilat memang ada baiknya: tidak sempat ”masuk angin”.

Tidak pernah ada akselerasi proses sekilat itu. Seolah semuanya dipersiapkan secara rahasia tingkat langit: mulai dari pengiriman surat presiden berisi calon tunggal kapolri ke DPR, undangan pimpinan DPR ke anggota Komisi III, proses sidang fit and proper test calon kapolri di Komisi III, kesimpulan hasil tes, pengiriman hasil tes DPR ke Presiden, terbitnya putusan Presiden, sampai pelantikannya.

Pun apa yang dilakukan kapolri baru Suyudi. Tidak kalah kilatnya. Satu-satunya berita di luar kedinasan setelah pelantikannya hanyalah: Jenderal Suyudi sungkem ke ibunya. Tidak ada berita pesta kegembiraan karena menjadi kapolri.

Rupanya setelah sungkem ke ibunya itu Suyudi langsung ”mengarantina diri” mengutak-atik penggantian 88 pejabat teras di Mabes Polri – sampai ke 17 kapolda: siapa diberhentikan, siapa diganti, siapa mengganti, siapa digeser, siapa yang menggeser. Begitu cepatnya.

Sepertinya Jenderal Polisi Suyudi ingin segera melaksanakan apa yang sudah lama ia inginkan secepatnya lewat tim baru yang kompak dan tegak lurus.

Jangan-jangan para kapolda baru itu harus langsung bertugas tanpa menunggu pelantikan – karena pelantikan hanyalah upacara: yang inti adalah surat tugasnya. Atau tetap melakukan pelantikan tapi serentak: efisien dan tidak makan waktu. Bayangkan kalau harus melantik satu per satu 17 kapolda di provinsi masing-masing. Seolah melantik menjadi pekerjaan pokok.

Publik terlihat menaruh harapan yang sangat besar pada kapolri yang baru. Orang memang sudah tidak percaya pada pidato tapi pidato Suyudi saat jadi kapolri sangat menarik. Juga sangat memberi harapan bahwa Polri akan berubah – tanpa menunggu reformasi Polri yang heboh-heboh. Reformasi terbaik adalah dari dalam dirinya sendiri.

Saya pun mengontak tim Disway di Banten. Saya ingin dapat gambaran seperti apa kiprah Suyudi saat menjadi Kapolda Banten (Juni 2024-Agustus 2025). Ternyata teman-teman Disway Radar Banten sangat terkesan pada Suyudi. Sampai mereka memberi ”gelar” Suyudi sebagai Jenderal Jumling.

“Jumling singkatan Jumat Keliling,” ujar Mashudi, wartawan Radar Banten yang sekarang sudah menjabat direktur di media itu. Jumling itu, kata Mashudi, karena sejak jadi kapolda, Suyudi langsung mengadakan program Jumat Keliling. Seluruh kapolres sampai kapolsek harus salat Jumat berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya di daerah masing-masing.

Suyudi sendiri melakukan hal yang sama. Tiap Jumat ke daerah yang berbeda di Banten. Maka meski Suyudi orang asli Banten rasanya ketika jadi kapolda itulah ia mengenal Banten lebih sampai ke pelosoknya. Setelah remaja Suyudi memang lebih banyak berada di luar Banten.

Mashudi sendiri bekerja pertama sebagai wartawan di Radar Banten. Mulai dari calon reporter, redaktur, pemred, sampai sekarang menjadi direktur. Ia sendiri lahir dan sekolah di Lampung Selatan – kini disebut Kabupaten Pesawaran – dan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lampung. Ayahnya petani di sana. Kakeknya asal Pandeglang, Banten, yang secara mandiri bertransmigrasi ke Lampung.

“Dengan Jumling itu polisi bisa lebih dekat ke masyarakat,” ujar Suyudi saat itu seperti diingat Mashudi.

“Yang juga menonjol dari Pak Suyudi adalah ketegasannya menghadapi premanisme di Banten,” ujar Mashudi. Wartawan banyak mendapat berita dari Polda soal pemberantasan preman itu. “Preman yang ditangkap sampai 492 orang,” ujar Mashudi – namanya memang satu kata: Mashudi. “Ketua Kadin Cilegon pun ditangkap,” tambahnya.

Anda masih ingat: itu terkait dengan permintaan sang ketua Kadin ke Candra Asri agar memberinya proyek senilai Rp5 triliun. Candra Asri, perusahaan milik Prayogo Pangestu, memang akan membangun proyek petrochemical di Cilegon yang bernilai lebih Rp50 triliun.

Jenderal Suyudi juga punya program yang disebut Poliran – Polisi Peduli Pengangguran. Rupanya Suyudi melihat pengangguran adalah akar terjadinya kriminalitas, premanisme, dan ketidakstabilan keamanan. Wartawan di Banten mencatat Polda banyak melakukan pelatihan ketrampilan dan magang. Mereka yang sudah ikut pelatihan disalurkan ke perusahaan-perusahaan untuk magang kerja. Setelah punya pengalaman kerja para pengangguran bisa punya pilihan lebih banyak.

Yang menonjol lainnya dari Suyudi: penegakan disiplin di internal polisi di Polda sendiri. Terutama kalau ada polisi yang main-main dengan narkoba. Suyudi sangat menonjol soal narkoba ini – tak ayal kalau setelah menjadi kapolda ia menjabat kepala BNN – Badan Narkotika Nasional. Dari BNN ia langsung jadi kapolri.

“Kalau ada polisi yang tidak disiplin atau main-main narkoba dikirim ke pesantren, hidup di pesantren selama dua minggu,” ujar Mashudi.

“Apa kesukaan makanan daerah Suyudi?”

“Jejorong,” ujar Mashudi.

Sebagai orang asli Pandeglang Suyudi makan jejorong sejak kecil. Itu kue khas Pandeglang sampai Lebak. Anda sudah tahu apa itu jejorong: kue kukus dibungkus daun pisang. Bagian bawahnya gula aren, tengahnya tepung, atasnya santan. Gula arennya tidak dicairkan sehingga setelah dikukus bisa menyatu dengan tepung bagian bawah – tidak sampai meleleh. Gurih. Enak. Apalagi saat dimakan waktu masih hangat.

Di lingkungan keluarga, Suyudi sangat rendah hati. Jauh dari kesan arogan. Setiap berkunjung ke keluarga di Pandeglang maupun Rangkasbitung Suyudi tidak pernah berpakaian dinas. Ketika ditanya soal itu ia mengatakan agar hubungan bisa lebih kekeluargaan.

Dari semua itu saya terkesan dengan keberaniannya memberantas premanisme di sekitar perusahaan. Kini dengan jabatan Kapolri Suyudi pasti tahu salah satu gangguan terbesar iklim investasi bukanlah perizinan tapi premanisme dengan segala bentuknya. Atau itu menjadi salah satu instruksi utamanya kepada semua Kapolda baru.

Wajar dari kapolri baru muncul banyak harapan baru – sampai harapan itu ternyata tinggal harapan. (Dahlan Iskan)

Sumber: Jumling Suyudi
Disway/Anisha Aprilia

https://disway.id/catatan-harian-dahlan/971742/jumling-suyudi

 

Tags: IndonesiaKepalaKepolisianRepublik
Previous Post

Kapolri Suyudi Rombak Jajaran Polri Era Listyo Sigit, 88 Perwira Tinggi dan Menengah Dapat Mutasi dan Penugasan Baru

Next Post

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

Tegar News

Tegar News

Related Posts

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Watimpres Bikin Kabinet Jadi Ramping atau Diabetes?
Opini

Watimpres Bikin Kabinet Jadi Ramping atau Diabetes?

by Tegar News
4 Oktober 2026
Suyudi Jadi Kapolri, Geng Solo Pudar atau Cuma Ganti Kostum?
Opini

Suyudi Jadi Kapolri, Geng Solo Pudar atau Cuma Ganti Kostum?

by Tegar News
3 Oktober 2026
Reshuffle Besar-Besaran, Menteri Bahlil Rangkap Jabatan Jadi Menko “Nusron Aman”
Opini

Reshuffle Besar-Besaran, Menteri Bahlil Rangkap Jabatan Jadi Menko “Nusron Aman”

by Tegar News
1 Oktober 2026
Safari Jokowi di Jawa Barat: Momentum Besar Tapi KDM Tak Terlihat
Opini

Safari Jokowi di Jawa Barat: Momentum Besar Tapi KDM Tak Terlihat

by Tegar News
29 September 2026
Next Post
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Seruan Kemanusiaan Global: Membela Rakyat Iran dari Tirani dan Keheningan Dunia

Seruan Kemanusiaan Global: Membela Rakyat Iran dari Tirani dan Keheningan Dunia

26 Januari 2026
Kadindikbud Pemalang Dinilai Bungkam, Sorotan Publik Tertuju pada Peran Pihak Ketiga dalam Program “Inspiring Teacher”

Kadindikbud Pemalang Dinilai Bungkam, Sorotan Publik Tertuju pada Peran Pihak Ketiga dalam Program “Inspiring Teacher”

12 September 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Kapolsek Megamendung dan Jajaran Berikan Kejutan ke Posmil 0621 di HUT TNI ke 81 Tahun
Info Daerah

Kapolsek Megamendung dan Jajaran Berikan Kejutan ke Posmil 0621 di HUT TNI ke 81 Tahun

5 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

5 Oktober 2026
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Mengganti Seluruh Kapolda di Pulau Jawa
Opini

Komjen Pol Suyudi Ario Seto Mengganti Seluruh Kapolda di Pulau Jawa

5 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Rombak Jajaran Polri Era Listyo Sigit, 88 Perwira Tinggi dan Menengah Dapat Mutasi dan Penugasan Baru
POLRI

Kapolri Suyudi Rombak Jajaran Polri Era Listyo Sigit, 88 Perwira Tinggi dan Menengah Dapat Mutasi dan Penugasan Baru

5 Oktober 2026
GMOCT Ungkap Dugaan Pemalsuan Alamat Redaksi & Kebohongan Publik Gemantaranews
Info Publik

GMOCT Ungkap Dugaan Pemalsuan Alamat Redaksi & Kebohongan Publik Gemantaranews

5 Oktober 2026
Tangis Pilu Ibu Korban Bullying Pecah, Cerita Detik-detik Penderitaan Anak Menusuk Hati!
Peristiwa

Tangis Pilu Ibu Korban Bullying Pecah, Cerita Detik-detik Penderitaan Anak Menusuk Hati!

5 Oktober 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News