Breaking News
light_mode
Home » Info Korupsi » Charma Afrianto: KPK Harus Tegas dan Profesional Tangani Dugaan Penyalahgunaan Yayasan Tak Terdaftar

Charma Afrianto: KPK Harus Tegas dan Profesional Tangani Dugaan Penyalahgunaan Yayasan Tak Terdaftar

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
  • visibility 348
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Agustus 2025| Ketua Umum Gerakan Nasional Cinta Rakyat (GENCAR) Indonesia, Charma Afrianto, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) yang diduga mengalir melalui dua yayasan milik anggota DPR RI, Fauzi Amro.

Dua yayasan tersebut, yakni Yayasan Safa Kita Indonesia dan Yayasan Safa Bakti Nusantara, kini menjadi sorotan publik setelah diketahui tidak pernah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Selatan, serta tidak melaporkan arus kas (cashflow) selama dua tahun terakhir. Dugaan penyalahgunaan dana CSR BI melalui yayasan-yayasan ini memperkuat desakan agar KPK bertindak cepat dan transparan.

> “Ini bukan sekadar masalah administrasi yayasan. Kami bicara tentang potensi korupsi dana CSR dari Bank Indonesia yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat. KPK harus segera menindaklanjuti dugaan ini dengan serius,” tegas Charma dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Charma menambahkan bahwa masyarakat dan berbagai organisasi, termasuk mahasiswa, mendesak KPK untuk melakukan audit forensik terhadap aliran dana CSR BI yang diduga disalurkan melalui yayasan Fauzi Amro. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan bahwa dana publik tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik atau pribadi.

Fauzi Amro, politisi Partai NasDem yang telah tiga periode duduk di DPR RI, juga dikenal sebagai pengusaha dan peneliti peternakan. Namun, dugaan keterlibatannya dalam pengelolaan yayasan yang tidak terdaftar secara resmi semakin menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas pengelolaan dana CSR BI.

> “Kami yakin KPK mampu bekerja secara profesional dan independen. Pengungkapan kasus ini akan menjadi bukti nyata bahwa KPK tetap berada di garda depan pemberantasan korupsi, tanpa pandang bulu,” tambah Charma.

Charma menegaskan, KPK perlu segera memanggil dan meminta klarifikasi dari Fauzi Amro terkait dugaan penyelewengan ini, agar tidak terjadi spekulasi yang merugikan publik. “Ini soal transparansi. Jika tidak ada pelanggaran, harus dijelaskan secara terbuka. Tapi jika ada bukti penyimpangan, hukum harus ditegakkan,” ujarnya.

GENCAR Indonesia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk mengawal kasus ini sebagai bentuk partisipasi publik dalam menjaga integritas lembaga keuangan dan program CSR.

> “Kami mendukung penuh KPK. Kami tidak ingin dana CSR, apalagi dari lembaga sebesar Bank Indonesia, dijadikan lahan penyalahgunaan. Ini soal keadilan untuk rakyat,” pungkas Charma.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: GENCAR

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imam Besar Masjidil Haram dari Banten! Inilah Syekh Nawawi al-Bantani, Guru Para Pendiri NU dan Muhammadiyah yang Mendunia

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 41
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 1 Maret 2026| Dunia Islam mengenal banyak bintang, namun hanya sedikit yang cahayanya tetap benderang melintasi berabad-abad zaman. Salah satunya adalah Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani. Lahir di Desa kecil Tanara, Banten, pada tahun 1813, pria bersahaja ini bertransformasi menjadi mercusuar ilmu di jantung kota suci Mekkah dan menyandang gelar mentereng: Sayyid Ulama al-Hijaz […]

  • Laporan Sudah Masuk, SP2HP Belum Diterima: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pemalsuan SK di Polresta Cilacap?

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 181
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cilacap, 31 Januari 2026| Penanganan dugaan pemalsuan Surat Keputusan (SK) pemberhentian dua guru di Yayasan Pembudi Darma Cilacap menjadi sorotan. Ketua Yayasan, Albani Idris, S.Sos., S.H., mempertanyakan perkembangan laporan yang telah ia ajukan ke Polresta Cilacap, menyusul belum diterimanya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) maupun salinan Laporan Polisi (LP). Laporan tersebut secara resmi dibuat […]

  • IPAR: Cabut Perwal Tunjangan Anggota DPRD Depok Rp 40 Juta/Bulan Dalam 5 Hari dan Kembalikan Uang Rakyat!

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 91
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Depok,1 September 2025| Aksi demo atau unjuk rasa besar terkait PERWAL No 97 Tahun 2021, perihal tunjangan anggota DPRD Depok yang rencananya akan digelar tanggal 1 September, akhirnya dibatalkan. Pasalnya, beberapa inisiator aksi, yakni; Adi Suman dan Cak Anton, sudah melakukan pertemuan dengan Walikota Depok Supian Suri juga Ketua DPRD, Dandim serta Kapolres Depok. Meskipun […]

  • Polsek Ciawi Evakuasi Bus Terperosok, Wujud Nyata POLRI Hadir Untuk Masyarakat

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 99
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79, jajaran Polsek Ciawi, Polres Bogor, Polda Jawa Barat kembali menunjukkan dedikasinya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Hal ini terbukti saat personel Polsek Ciawi membantu proses evakuasi sebuah bus yang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Veteran, wilayah Gugunung, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin malam (30/6/2025). Dipimpin langsung oleh […]

  • Peruri Tegaskan Uang Pecahan Rp 250 Ribu Edisi HUT RI ke-80 Hoaks

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle M.Ifsudar
    • visibility 332
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi] 20 Agustus 2025– Media sosial diramaikan unggahan gambar uang rupiah baru pecahan Rp 250.000 yang disebut-sebut sebagai edisi khusus HUT RI ke-80. Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menegaskan kabar tersebut tidak benar. Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menjelaskan bahwa hingga kini pecahan uang rupiah terbesar yang diterbitkan adalah […]

  • 2,4 miliar Raib? Kadisdikbud Kuningan Diduga Tutup Mata!

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 176
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Kuningan, Jawa Bara| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kuningan, U Kusmana, S.Sos.,M.Si., kembali menjadi sorotan publik. Dugaan penyalahgunaan anggaran sebesar Rp2,4 miliar yang dialokasikan untuk pembinaan sekolah nonformal, seperti PKBM dan SKB, menimbulkan kecaman dan pertanyaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan di Kabupaten Kuningan. (16/06/2025) Informasi yang diperoleh dari media […]

expand_less