APDESI Merah Putih Dorong Desa Mendidik untuk Siapkan Generasi Emas
- account_circle Husen
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar

Tegarnews.co.id – Jakarta, 7 Februari 2026| Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih, A. Anwar Sadat, SH, menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud jika pembangunan hanya bertumpu pada kota.
Menurutnya, masa depan bangsa sesungguhnya sedang tumbuh di desa-desa Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) APDESI Merah Putih dengan tema “Peran Strategis Pemerintah Desa dalam Menyiapkan Generasi Emas Desa yang Unggul dan Berkarakter.”
“Indonesia Emas tidak lahir dari beton dan gedung tinggi semata. Indonesia Emas lahir dari desa, dari manusia-manusia yang tumbuh dengan karakter kuat, kecakapan, dan harapan hidup yang jelas,” tegas Anwar Sadat.
Ia mengungkapkan, lebih dari 70 ribu desa di Indonesia merupakan ruang utama tempat anak-anak bangsa tumbuh dan dibentuk. Karena itu, pembangunan desa tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik seperti jalan, talud, atau kantor desa. Infrastruktur penting, tetapi pembangunan manusia jauh lebih menentukan arah bangsa.
Keunggulan desa, lanjutnya, terletak pada posisi pemerintah desa yang paling dekat dengan rakyat.
Kepala desa bukan hanya pemimpin administratif, tetapi figur yang mengenal langsung warganya—keluarganya, anak-anaknya, bahkan persoalan dan cita-cita mereka. Kedekatan inilah yang tidak dimiliki oleh pemerintahan di level atas.
Namun demikian, Anwar Sadat mengingatkan bahwa desa hari ini menghadapi tantangan yang semakin serius. Persoalan desa tidak lagi sebatas kemiskinan struktural, tetapi juga krisis kualitas sumber daya manusia: rendahnya literasi, pernikahan usia dini, anak putus sekolah, kecanduan gawai, hingga hilangnya arah dan motivasi hidup generasi muda.
“Jika dibiarkan, bonus demografi yang kita banggakan justru bisa berubah menjadi beban demografi,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mendorong perubahan paradigma peran pemerintah desa. Desa tidak cukup hanya menjadi pelaksana program dan pengelola administrasi, tetapi harus tampil sebagai pembina peradaban masyarakat. Desa harus menjadi ruang tumbuh nilai, karakter, dan masa depan.
Dalam konteks tersebut, Dana Desa harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang, bukan sekadar anggaran rutin. Sebagian penggunaannya perlu diarahkan pada pendidikan nonformal, pengembangan rumah baca dan literasi, pelatihan keterampilan pemuda, penguatan keluarga, pencegahan stunting, serta pengembangan ekonomi produktif generasi muda melalui BUMDes dan Koperasi Desa (KOPDES) Merah Putih.
Target akhirnya adalah melahirkan generasi desa yang unggul dan berkarakter—cerdas secara intelektual, kuat secara moral, mandiri secara ekonomi, kreatif, mencintai budaya, serta mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri.
RAKERNAS APDESI Merah Putih, menurut Anwar Sadat, menjadi momentum konsolidasi nasional untuk menguatkan gerakan “Desa Mendidik”—desa yang melindungi anak, menguatkan keluarga, menggerakkan literasi, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas pemuda.
“Membangun desa bukan hanya membangun wilayah. Membangun desa adalah membangun manusia. Dan ketika manusia desa kuat, Indonesia akan benar-benar menjadi bangsa besar,” pungkasnya.
- Penulis: Husen
- Editor: Husen
- Sumber: AKPERSI



Saat ini belum ada komentar