BEM UMBR Desak Negara Berbenah, Istana Jadi Saksi Gugatan Moral Mahasiswa
- account_circle AG
- calendar_month Sen, 23 Feb 2026
- visibility 19
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bogor, 23 Februari 2026| Gelombang suara kritis mahasiswa menggema di depan Pintu 1 Istana Bogor, Senin (23/2/2026). Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Muhammadiyah Bogor Raya turun ke jalan membawa gugatan moral terhadap negara atas berbagai persoalan mendasar yang dinilai terus berulang tanpa penyelesaian yang tegas dan menyeluruh.
Aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan sekaligus peringatan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika kekerasan aparat, krisis rasa aman di dunia pendidikan, serta kebijakan yang belum menyentuh akar persoalan terus terjadi. Negara dinilai tidak kekurangan regulasi, namun kekurangan keberanian dan konsistensi dalam menegakkan keadilan.
Kekerasan yang melibatkan aparat penegak hukum menunjukkan pentingnya reformasi dan pengawasan yang lebih tegas. Di sisi lain, dunia pendidikan masih dihadapkan pada ketimpangan akses, tekanan sosial-ekonomi, serta kurangnya jaminan perlindungan dan kesehatan mental bagi peserta didik. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan membebaskan belum sepenuhnya memberikan rasa aman tersebut.
Atas kondisi itu, mahasiswa menyampaikan tuntutan agar negara segera melakukan reformasi kepolisian secara nyata dan menyeluruh, menegakkan hukum secara adil dan transparan tanpa pandang bulu terhadap aparat pelaku kekerasan, menjamin hak atas rasa aman bagi seluruh warga negara, memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan tanpa diskriminasi, mengevaluasi kebijakan pendidikan agar berorientasi pada keadilan sosial dan perlindungan anak, serta menghadirkan langkah konkret dalam mencegah kekerasan dan melindungi korban.

Penanggung jawab aksi, Muhammad Afip Zaelani, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini merupakan peringatan moral kepada negara.
“Bangsa ini tidak sedang kekurangan aturan, tetapi kekurangan keberanian untuk menegakkan keadilan. Ketika aparat yang seharusnya melindungi justru terlibat kekerasan, dan ketika anak-anak belajar dalam ketakutan serta keterbatasan, maka negara harus berbenah secara serius,” tegas Afip di hadapan massa.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa hadir bukan untuk mencari panggung, melainkan memastikan negara menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya.
“Kami tidak datang dengan kebencian. Kami datang dengan tanggung jawab moral. Hentikan pembiaran dan impunitas. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu. Pastikan pendidikan menjadi ruang aman dan manusiawi bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya.[]
- Author: AG
- Editor: Redaksi
- Source: AG



At the moment there is no comment