Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » Cigudeg Dijarah Mafia Tambang Emas Ilegal, Korwil III PP-GMKI Desak Pemkab Bogor dan APH Hentikan Bancakan Gurandil Bogor

Cigudeg Dijarah Mafia Tambang Emas Ilegal, Korwil III PP-GMKI Desak Pemkab Bogor dan APH Hentikan Bancakan Gurandil Bogor

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 27 Januari 2026| Aktivitas penambangan emas tanpa izin resmi (PETI), yang lebih di kenal dengan nama “Gurandil” di wilayah Kabupaten Bogor telah mencapai titik nadir dan sangat menghawatirkan. Para penambangan emas ilegal seolah menjadi lingkaran setan yang tak kunjung putus. Aktivitas ilegal ini selalu kembali menggeliat tak lama setelah petugas meninggalkan lokasi. Penjarahan Hutan yang kian masif telah merusak ekosistem dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Riduan S Purba Koordinator
Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Wilayah III PP GMKI), dalam keterangannya mengatakan kondisi ini menjadi bukti nyata keberadaan gurita mafia tambang emas ilegal di Kabupaten Bogor. Khususnya di Desa Banyuasin, Desa Banyuwangi, Desa Banyuresmi Kawasan Gunung Guntur, Cirangsad Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Sumber dilapangan menyebutkan beberapa nama diduga sebagai pemilik atau pengelola tambang, antara lain Hendra dan Heri di desa Banyuwangi, Hj.Jahad, Alex dan Baron di Desa Banyuresmi, Enjuh Juhanda dan Fery Moncos di Desa Banyuasin

Penjarahan hutan yang dilakukan oleh para gurandil bukan lagi sekedar isu lingkungan, melainkan kejahatan terorganisir yang merusak ekosistem dan mengancam keselamatan warga Cigudeg Bogor. Hutan Cigudeg Bogor dijarah, alam diluluhlantakkan, dan hukum seolah-olah tidak punya taring dihadapan para gurandil. Ini bukan lagi soal urusan perut, namun soal mafia yang merampok kekayaan negara, menurun nya kualitas hidup masyarakat, dan ancaman krisis ekologi jangka panjang,” kata Riduan.

Insiden kepulan asap beracun yang terjadi di Pongkor Bogor, pada Rabu (14/1/2026), dilaporkan menewaskan 11 orang Gurandil. Korban ditemukan di kawasan pertambangan PT. Antam Bogor Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor. Peristiwa ini seharusnya menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah Kabupaten Bogor.

Pemerintah Kabupaten Bogor dan Aparat Penegak Hukum harus mengambil langkah tegas guna mencegah kejadian serupa terjadi. Operasi penertiban selama ini hanya menyasar buruh tambang namun tidak menyentuh para pemodal.

Tragedi pongkor bukanlah fenomena tunggal, melainkan akumulasi dari masalah sistemik. Bagi para gurandil, resiko tertimbun longsor atau keracunan gas adalah ongkos yang harus di bayar demi menyambung hidup. Setiap kali lubang tambang runtuh dan menelan nyawa, kita menyaksikan sebuah teater sandiwara yang begitu memuakkan. Pejabat datang berbela sungkawa, petugas sibuk menghitung jumlah mayat, namun setelah tanah kering dan tangis reda, bisnis emas berdarah ini kembali berjalan seolah nyawa manusia tak lebih dari sekedar statistik sampah” ujar Riduan

Kami sangat prihatin dan berduka atas terjadinya musibah diantam Pongkor yang menelan korban Jiwa. Apabila praktik gurandil terus dibiarkan akan menjadi bom waktu yang bisa memicu bencana alam, jumlah korban berjatuhan akan semakin banyak” tambah Riduan

Praktik Gurandil hanya memperkaya segilintir kelompok orang bukan untuk kemakmuran Rakyat, merugikan Potensi Pendapatan Negara. Himpitan dan ketiadaan akses ekonomi memaksa mereka menjadi martir.

Pemerintah harus hadir, memberikan edukasi dan solusi ekonomi alternatif, agar masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran hitam pertambangan ilegal. Bagi para pemilik modal runtuhnya lobang adalah resiko bisnis bukan tragedi kemanusiaan. Masyarakat menjadi bahan bakar untuk mesin keserakahan yang tak pernah puas.

Hukum tidak boleh kehilangan taringnya dibawah bayang- bayang gunung emas. Hukum jangan menjadi kertas usang dan seringkali kalah telak oleh negoisasi dibawah meja. Sangat sulit dipercaya aktivitas tambang ilegal yang melibatkan ratusan orang dapat luput dari pantauan aparat selama bertahun-tahun tanpa adanya perlindungan. penegakan hukum bagaikan komedi satir. Tindak tegas Pemilik modal bukan hanya menyasar rakyat kecil,” tegas Riduan.

Pemerintah berhenti menjual retorika kosong dan sibuk memoles citra di media sosial. setiap ada korban, pejabat datang dengan kamera dan janji- janji evaluasi yang tak pernah terwujud.

Gerakan Mahasiswa Kristen Provinsi Jawa Barat secara resmi telah melayangkan Aduan Masyarakat (Dumas) terkait maraknya Praktik Penambangan Emas Tanpa Ijin dikecamatan Cigudeg kepada Kapolres dan Bupati Bogor melalui surat bernomor: 390019/KW-III/Dumas/EXT/BGR/I/2026.

“Kami menegaskan komitmen untuk mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata dari Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum. Kami akan membawa isu ini hingga ke tataran nasional dan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran demi terwujudnya keadilan dan kepastian hukum” tandas Riduan.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Regional 1 Bersama BAZNAS Luncurkan Program Pendidikan Berbasis Sumber Daya Lokal

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id – Belawan, 12 November 2025 |  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Medan melaksanakan peluncuran Program Pendidikan Berbasis Sumber Daya Lokal di Kampung Nelayan Seberang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan pesisir melalui pendekatan berbasis potensi lokal. […]

  • Pelindo Regional 1 Bawa Harapan Baru Bagi Nelayan Batu Bara

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Batu Bara, 24 Oktober 2025| Laut Batu Bara kembali tersenyum. Para nelayan tradisional di kawasan pesisir bersyukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah di sekitar tuasan Jermal. Fenomena ini bukan terjadi begitu saja, melainkan buah dari upaya bersama dalam memperbaiki ekologi laut melalui pemasangan rumpon sebagai pengganti terumbu karang yang rusak. Ketua DPD Persatuan Nelayan […]

  • “Bis Kota” Citra Rasa Kopi Sejati di Sudut Pasar Jatinegara Tak Pernah Berubah Sejak 1943

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Rls/ Muhamad Dekra
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id—Jakarta 27 Desember 2025| Di balik keriuhan Jatinegara, terselip sebuah aroma yang seolah menghentikan waktu di Pintu Timur Pasar Mester, Jakarta Timur. Wangi semerbak biji kopi sangrai yang bersumber dari Toko Jaya, sebuah kedai kopi legendaris yang menjadi saksi bisu denyut nadi Jakarta sejak tahun 1943. Bagi para pencinta kopi sejati di Jakarta Timur, merek […]

  • Penerima Gratifikasi Bukan Cuma Jaksa, Tapi Kenapa Hukum Berbeda?”

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 12 Oktober 2025- Dalam sistem hukum Indonesia, gratifikasi kerap dipahami sebagai salah satu bentuk tindak pidana korupsi yang paling sulit dibedakan dari hadiah atau pemberian biasa. Namun yang menarik dicermati, terdapat perbedaan mencolok dalam perlakuan hukum terhadap pelaku gratifikasi — terutama jika dibandingkan antara jaksa dan pejabat publik lainnya. Baru-baru ini, publik […]

  • Kim Kabupaten Bekasi Soroti Pekerjaan PT.Remala Abadi Tbk Diduga Belum Kantongi Izin Pemerintah Desa.

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 11 November 2025- Aktivitas pemasangan tiang dan penarikan kabel jaringan internet oleh PT Remala Abadi Tbk di Kampung Gili-Gili, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan dari LSM Korps Indonesia Muda (KIM) DPC Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang berlangsung sejak awal pekan ini diduga belum mengantongi izin resmi dari pemerintah desa. […]

  • Pernyataan Sikap Pers Atas Celoteh KDM Soal Tidak Ingin Kerjasama Dengan Media

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Rls/Tim-Red
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bekasi| puluhan organisasi Pers, dan ratusan insan pers se- Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi berkumpul di Saung Jajaka, Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, (3/7). Pertemuan tersebut untuk menyampaikan dan menyatakan sikap terkait statemen Gubernur Jawa Barat yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang viral di medsos beberapa hari lalu karena secara terang terangan […]

expand_less