Dewan Pers Nusantara Mengecam! Intimidasi Terhadap Jurnalis Dianggap Tamparan bagi Demokrasi
- account_circle HUSEN
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- visibility 167
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 24 Oktober 2025– Dunia pers kembali tercoreng. Seorang jurnalis, Nurjali, Pemimpin Redaksi Targetoperasi.id sekaligus Ketua DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kubu Raya, mengalami intimidasi keras saat mengungkap dugaan penyelundupan delapan ton solar ilegal di kawasan Sui Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kabar ini memantik kemarahan Ketua Umum Dewan Pers Nusantara, sekaligus Wakil Ketua Umum LIN Jakarta Pusat, Agus Gunawan, SH, MH. Dengan nada tegas, Agus menyebut tindakan itu sebagai bentuk pembunuhan terhadap nurani pers dan penghinaan terhadap demokrasi.
“Ini tindakan biadab terhadap jurnalis yang hanya menjalankan tugas suci mencari kebenaran! Mereka yang mengintimidasi jurnalis sama saja menampar wajah kebebasan pers di Indonesia,” tegas Agus di Jakarta.
Agus menilai, intimidasi terhadap jurnalis merupakan bentuk ketakutan pihak tertentu terhadap terbongkarnya praktik kotor di lapangan. Ia juga mengecam beredarnya berita liar di sejumlah media yang mencatut nama LIN tanpa konfirmasi resmi.
“Kami mendesak Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto, SIK, MH, segera turun tangan. Bentuk tim khusus dan selidiki siapa di balik intimidasi serta penyebar berita palsu itu,” ujarnya.
Menurut Agus, ada oknum yang mencoba membungkam suara pers independen. Ia menegaskan Dewan Pers Nusantara dan LIN akan terus berdiri di garis depan membela jurnalis yang tertekan.
“Kami bukan penonton di negeri sendiri. Kami akan melawan setiap bentuk teror terhadap jurnalis,” katanya berapi-api.
Agus juga mengingatkan aparat agar menegakkan hukum sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, karena intimidasi terhadap jurnalis adalah tindakan melawan hukum.
“Jurnalis bukan musuh negara! Mereka mata dan telinga rakyat. Jangan biarkan kebenaran dikubur hanya karena segelintir orang takut aibnya terbongkar,” tutup Agus.
Ketika pena dipatahkan dengan ancaman, di sanalah demokrasi mulai sekarat. Jangan biarkan kebebasan pers terkubur oleh tangan-tangan gelap yang takut pada cahaya kebenaran.
- Author: HUSEN
- Editor: HUSEN
- Source: Red/Team






At the moment there is no comment