Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Disebut Jadi Biang Kerok PHK Masal, Warga Puncak Minta Menteri Hanif Faisol Dipecat

Disebut Jadi Biang Kerok PHK Masal, Warga Puncak Minta Menteri Hanif Faisol Dipecat

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
  • visibility 113
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bogor, 24 Agustus 2025| Langkah Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyegel sejumlah hotel berikut objek wisata di Kawasan Puncak Bogor yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, memicu konflik ekonomi bagi warga lokal lantaran harus kehilangan mata pencaharian. Mantan Dirjen planologi kehutanan dan tata lingkungan KLHK itu, dianggap menghiraukan janji Prabowo-Gibran dalam menciptakan lapangan pekerjaan saat berkampanye.

  1. “Presiden Prabowo harus pecat Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq yang telah menghilangkan mata pencaharian ratusan warga lokal di Puncak. Ini bentuk arogansi birokrasi karena dilakukan tanpa melihat dampak ekonomi secara langsung bagi pekerja hotel dan tempat wisata,” ujar Azet Basumi Sekjen Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) dalam orasinya di seputar lampu merah Gadog Ciawi, Jum’at 22 Agustus 2025.

Untuk diketahui, ratusan massa dari pekerja hotel dan wisata di kawasan Puncak, Masyarakat Adat Puncak (MAP) dan Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) menggelar aksi demo sebagai bentuk protes terhadap langkah Kementerian Lingkungan Hidup melalui Gakkum LH yang menyegel sejumlah hotel hingga lokasi wisata yang berpotensi melakukan pencemaran lingkungan. Tindakan itu, berimbas terjadinya PHK masal terhadap pekerja hotel dan wisata.

“Rusaknya kawasan puncak yang mengakibatkan terjadi bencana, itu imbas dari alih fungsi kawasan hutan akibat program KLHK, KSO secara bar-bar PTPN Gunung Mas dan vila liar milik para pejabat. Tempat usaha seperti hotel dan lokasi wisata, kalau terdapat potensi pencemaran lingkungan harusnya dicarikan solusi bukan di segel, karena ratusan warga lokal yang bekerja jadi korban PHK,” imbuhnya.

Azet juga menyebutkan, terdapat 600 hektar lahan hutan yang diserahkan kepada 75 penerima dalam jangka waktu 35 dengan dalih solusi pelestarian lingkungan. Faktanya, kata dia lagi, saat ini terjadi kerusakan lahan sehingga merusak fungsi kawasan hutan. Saat itu, Hanif Faisol Nurofiq menjabat Dirjen planologi kehutanan KLHK jadi memiliki peran atas rusak lahan hutan di kawasan Puncak.

” Menteri Hanif harus bertanggungjawab atas hilangnya pekerjaan ratusan warga lokal, penyegelan itu menyengsarakan rakyat. Pemerintah harus melindungi kelestarian alam dan juga ekonomi rakyat,” tegasnya.

Senada dilontarkan Ketua AMBS Muchsin, ia mengatakan, bahwa kebijakan penyegelan sejumlah hotel hingga lokasi wisata seharusnya didasari kajian mendalam terutama kaitan perekenomian masyarakat lokal. Dampak pencemaran lingkungan, kata dia lagi, harus ditangani sejak dini agar tidak merusak lingkungan tetapi mengedepankan solusi dalam penanganannya bukan dengan menyegel aktivitas usaha.

” Menghilangkan tikus tidak harus membakar lumbungnya karena dalam lumbung itu ada hal lain bukan hanya tikus. Kalau berpotensi adanya pencemaran lingkungan, bisa diarahkan agar potensi itu bisa diminimalisir bukan hotel atau lokasi wisatanya di segel? Ini jelas tidak bisa dibiarkan, ada ratusan pekerja yang mengalami PHK karena arogansi Menteri Hanif Faisol,” ujar Muchsin.

Ditempat yang sama, Dewan penasehat Masyarakat Adat Puncak (MAP), Chaidir Rusli, ikut menyoroti rusaknya kawasan hutan akibat program KLHK bernama Kulin KK. Ia menilai, dampak program berdalih kebijakan sosial untuk memperdayakan masyarakat sekitar hutan dengan mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan itu membuat rusaknya kawasan hutan.

  1. ” Jelas telah terjadi alih fungsi kawasan hutan yang tidak terkendali. Ancaman yang timbul, ekosistem hutan hilang dan membuka peluang terjadi banjir dan longsor. Itu persoalan utama di kawasan Puncak, bukan soal potensi pencemaran lingkungan lalu tempat usahanya disegel yang ujungnya timbul PHK masal,” singkatnya.[]
  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: AR Sogiri

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Lingkungan Aman, Bhabinkamtibmas Parungpanjang Himbau Warga Desa Cikuda

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 115
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Bhabinkamtibmas Desa Cikuda Polsek Parungpanjang Polres Bogor, Aiptu Soma, secara aktif menyambangi masyarakat di wilayah binaannya dalam rangka memberikan himbauan kamtibmas, pada Minggu (25/5/2025). Kegiatan ini berlangsung di sejumlah titik di Desa Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Dalam sambang tersebut, Aiptu Soma menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat, antara lain agar selalu menjaga kerukunan antarwarga, […]

  • Pelindo Regional 1 Bawa Harapan Baru Bagi Nelayan Batu Bara

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Batu Bara, 24 Oktober 2025| Laut Batu Bara kembali tersenyum. Para nelayan tradisional di kawasan pesisir bersyukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah di sekitar tuasan Jermal. Fenomena ini bukan terjadi begitu saja, melainkan buah dari upaya bersama dalam memperbaiki ekologi laut melalui pemasangan rumpon sebagai pengganti terumbu karang yang rusak. Ketua DPD Persatuan Nelayan […]

  • Fosil Pertama dari Periode Evolusi Manusia Ditemukan di Maroko

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 8 Januari 2026| Casablanca. Fosil pertama dari periode evolusi manusia yang selama ini masih belum terpahami yang ditemukan di Maroko dipandang dapat membantu para ilmuwan memecahkan misteri yang telah lama ada: Siapa yang hidup sebelum kita? Tiga tulang rahang, termasuk satu dari seorang anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan dari sebuah gua […]

  • Kepala Dinas Pendidikan Kuningan Diduga Hedonis, Mobil Mewah Milik Anak Jadi Sorotan, Disinyalir Hindari LHKPN

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 113
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, Jawa Barat (GMOCT) 26 Juli 2025| Gaya hidup seorang pejabat publik kembali menjadi sorotan. Kali ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan menjadi pusat perhatian karena diduga menunjukkan gaya hidup hedonis yang mencolok, bahkan melebihi kepala daerah. Informasi ini diperoleh Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online KabarSBI yang tergabung dalam GMOCT. […]

  • Pengerjaan Hotmix Jaling di Desa Neglasari Terkesan Asal Jadi?

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Asep Hidayat
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 25 November 2025| Pemerintahan Desa Neglasari Kecamatan Drmaga Kabupeten Bogor Jaw-Barat. Dalam pelaksanan paket program kegiatan infrastruktur pengerjaan hotmix jalan lingkungan di Desa Neglasari menuai terkesan asal asalan dan menuai sorotan. Kegiatan hotmix dan tembok penahan tanah (TPT), dengan volume P. 110 m x 3 m x 0,03 m & P 33 m […]

  • Dari Meja Korektor Menuju Panggung Perjuangan Nasional

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 69
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jawa Barat, 17 Februari 2026| Bandung,18 Juni 1959 — Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Abdul Muis (1883–1959), tokoh pergerakan nasional, wartawan tajam, sastrawan berjiwa api, telah berpulang di Bandung. Namun kepergiannya bukanlah akhir. Dua bulan berselang, Presiden Soekarno menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia yang pertama, sebuah pengakuan atas dedikasi seumur hidupnya bagi kemerdekaan […]

expand_less