Dulu Aktivis Jalanan, Kini Jadi Menteri! Inilah Natalius Pigai, Putra Papua Pertama yang Pimpin Kementerian HAM Indonesia
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 11 hour ago
- visibility 6
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 25 Februari 2026| Sejarah baru baru saja tertorehkan di bawah langit Kabinet Merah Putih. Sosok yang selama ini dikenal vokal di jalanan dan gigih membela hak-hak kelompok marginal, Natalius Pigai, resmi mencatatkan namanya sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) pertama di Indonesia.
Lahir di Paniai, Papua, pada 25 Desember 1975, Pigai membuktikan bahwa garis tangan seorang aktivis bisa membawanya hingga ke kursi empuk kekuasaan tanpa harus kehilangan jati diri dan keberaniannya.
Gemblengan Reformasi dan Akar Pergerakan
Perjalanan Pigai tidaklah instan. Ia adalah produk asli dari rahim pergerakan mahasiswa era 1995–1999. Saat kuliah di STPMD “APMD” Yogyakarta, Pigai berada di garda terdepan dalam perjuangan reformasi. Ia menempa mentalnya di berbagai organisasi kritis seperti PMKRI, PRD, hingga WALHI dan KontraS.
Gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) yang diraihnya pada 1999 bukan sekadar ijazah, melainkan modal intelektual untuk memahami betapa rumitnya struktur pemerintahan dan betapa pentingnya keadilan bagi rakyat kecil, terutama di tanah kelahirannya, Papua.
15 Tahun Mengabdi di Balik Layar
Banyak yang mengira Pigai hanyalah seorang kritikus luar. Faktanya, ia adalah seorang birokrat tulen yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 15 tahun di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Ia pernah menjadi kepercayaan Menteri Al Hilal Hamdi dan Jacob Nuwa Wea sebagai Staf Khusus. Pengalaman inilah yang membuatnya paham betul cara kerja birokrasi, sehingga ia tidak canggung saat kini harus memimpin sebuah kementerian baru yang sangat strategis.
Puncak Karier: Sang Penjaga Gawang Kemanusiaan
Nama Natalius Pigai benar-benar melambung saat terpilih menjadi Anggota Komnas HAM periode 2012–2017. Sebagai satu-satunya anggota yang berasal dari Papua kala itu, ia menjadi harapan bagi banyak orang untuk menuntaskan berbagai isu pelanggaran HAM berat di seluruh Indonesia.
Kini, sebagai Menteri HAM di bawah Presiden Prabowo Subianto, Pigai membawa visi besar yang tidak main-main. Ia bahkan berani mengusulkan anggaran Rp20 triliun demi memastikan kementeriannya mampu menyentuh pelosok-pelosok negeri yang selama ini terabaikan. Meski menuai pro-kontra, bagi Pigai, harga untuk sebuah martabat kemanusiaan tidaklah murah.
Totalitas Tanpa Batas: Lembur dan Tidur di Kantor
Pigai dikenal sebagai menteri yang “kerja gila”. Dalam rapat bersama DPR, ia tak segan mengaku sering lembur hingga tidur di kantor demi membangun fondasi kementeriannya yang masih bayi. Baginya, tugas ini bukan sekadar jabatan, melainkan mandat suci dari rakyat dan kepercayaan besar dari Presiden untuk membuktikan bahwa putra Papua mampu memimpin secara nasional. (Wikipedia)
Kisah Natalius Pigai adalah kisah tentang ketekunan. Dari jalanan yang berdebu hingga ke Istana yang megah, ia tetaplah Pigai yang kita kenal: berani, vokal, dan penuh dedikasi. Kehadirannya di kabinet menjadi simbol bahwa masa depan Indonesia adalah milik mereka yang berani bermimpi dan bekerja keras, dari mana pun asal daerahnya.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia (Wikipedia)



At the moment there is no comment