Breaking News
light_mode
Home » Opini » Elegi Konstitusi: Ketika Palu “Yang Mulia” Berpindah Tangan ke Politisi Senayan

Elegi Konstitusi: Ketika Palu “Yang Mulia” Berpindah Tangan ke Politisi Senayan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 27
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 1 Februari 2026| Di penghujung bulan Januari 2026, sebuah drama politik kembali tergelar di panggung hukum tertinggi negeri ini. Bukan sebuah prestasi yang dirayakan, melainkan sebuah manuver yang membuat dahi berkerut dan memancing amarah publik. Tanpa ba-bi-bu, Adies Kadir—sosok yang selama ini dikenal lantang sebagai politisi Golkar dan Wakil Ketua DPR—tiba-tiba disodorkan untuk mengenakan jubah “Yang Mulia” di Mahkamah Konstitusi (MK).

Penunjukan ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Bagi banyak kalangan, ini adalah lonceng kematian bagi independensi peradilan. Istilah kasar seperti “bedebah” mungkin terdengar emosional, namun rasa frustrasi di baliknya memiliki pijakan yang sangat rasional: integritas benteng terakhir konstitusi sedang dipertaruhkan di meja judi politik.

Operasi Senyap “Tukar Guling”
Pelanggaran pertama yang mencolok mata adalah proses yang cacat secara hukum. Publik dipaksa menyaksikan sebuah “operasi senyap”. Sebelumnya, nama Inosentius Samsul, seorang birokrat karir telah digadang-gadang sebagai calon kuat. Namun, dalam hitungan jam, skenario berubah drastis. Nama Inosentius lenyap, digantikan oleh Adies Kadir.

Proses “tukar guling” ini dilakukan secara kilat dan tertutup, menabrak tembok transparansi yang seharusnya menjadi syarat mutlak pemilihan pejabat publik.

“Tidak ada uji kepatutan yang terbuka, tidak ada partisipasi publik yang memadai. Para pakar hukum tata negara, termasuk Bivitri Susanti dan koalisi masyarakat sipil, menilai manuver ini melanggar semangat UU MK.

Seleksi yang seharusnya akuntabel berubah menjadi penunjukan sepihak yang arogan, seolah menegaskan bahwa hukum hanyalah instrumen yang bisa ditekuk demi kehendak kekuasaan.

Cacat Moral dan Konflik Kepentingan. Di luar prosedur yang ugal-ugalan, aspek moralitas menjadi sorotan tajam. Bagaimana mungkin seorang pemain aktif (politisi DPR) tiba-tiba berganti peran menjadi wasit (hakim MK) dalam waktu semalam?

Kekhawatiran publik sangat mendasar:

MK adalah lembaga yang berwenang mengadili produk undang-undang yang dibuat oleh DPR. Dengan masuknya Adies Kadir, garis batas tegas antara pembuat hukum dan pengadil hukum menjadi kabur. Ia tidak dilihat sebagai negarawan yang independen, melainkan dicurigai sebagai “kepanjangan tangan” partai dan parlemen untuk mengamankan kepentingan politik di Merdeka Barat.

Rekam jejaknya pun tak luput dari ingatan kolektif. Pernyataan-pernyataan kontroversialnya di masa lalu dinilai jauh dari standar empati dan kenegarawanan yang menjadi syarat mutlak seorang penjaga konstitusi.

Runtuhnya Checks and Balances

Apa yang dilanggar hari ini lebih dari sekadar aturan administrasi; ini adalah pelanggaran terhadap prinsip demokrasi. Penunjukan Adies Kadir dinilai sebagai upaya sistematis untuk melemahkan mekanisme saling mengawasi (checks and balances). Ketika lembaga pengawas (MK) diisi oleh orang-orang dari lembaga yang diawasi (DPR), maka fungsi kontrol itu mati.

Pada akhirnya, kemarahan publik bukan tanpa alasan. Peristiwa ini menjadi validasi menyakitkan atas sentimen bahwa kita hidup di sebuah negeri di mana etika dikesampingkan dan hukum hanyalah pelayan bagi mereka yang memegang kuasa. Mahkamah yang seharusnya sakral, kini terasa makin profan.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saling Tuding Soal Hutang Pemprov Lampung Rp1,8 Triliun, TEGAR Akan Gelar Aksi Demo, Desak KPK Bongkar Dalang Dibalik Layar

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Naryoto
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandar Lampung| Polemik hutang Rp 1,8 triliun yang membebani keuangan pemerintah Provinsi Lampung terus menuai sorotan. Sekretaris Lembaga Tegakkan Amanat Rakyat (TEGAR) Lampung , Ahmad Refai S.H., mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan mengaudit secara menyeluruh keuangan Pemprov Lampung. Menurut Refai, audit keuangan dan hukum dari lembaga independen mutlak diperlukan agar polemik tidak […]

  • Pelindo Regional 1 Belawan dan SPMT Branch Belawan Lepas Kapal Terakhir 2025 dan Sambut Kapal Perdana Awal Tahun 2026

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 48
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Belawan, 1 Januari 2026| PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan bersama SPMT Branch Belawan melepas kapal terakhir tahun 2025 sebagai penutup aktivitas operasional Pelabuhan Belawan sepanjang tahun. Kapal yang dilepas adalah MT Stolt Palm yang sandar di Terminal Curah Cair Kade Meter 106 Ujung Baru Pelabuhan Belawan, mengangkut muatan ekspor curah cair POP sebanyak […]

  • Manfaatkan Aplikasi Sentuh Tanahku, Akses Layanan Pertanahan Kini Lebih Mudah dan Aman

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 15 Januari 2026| Kantor Pertanahan Kota Medan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Aplikasi Sentuh Tanahku sebagai sarana layanan informasi pertanahan yang mudah, cepat, dan aman. Aplikasi resmi dari Kementerian ATR/BPN ini hadir untuk mendukung transformasi digital layanan pertanahan, termasuk dalam penggunaan sertipikat elektronik yang memberikan perlindungan hukum lebih baik bagi pemegang hak atas tanah. Aplikasi […]

  • SPJB Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 se-Bogor Ditandatangani

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 43
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 1 Januari 2026| Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) pupuk bersubsidi antara Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dengan Penerima Pada Titik Serah (PPTS) tahun 2026 se-Bogor digelar pada Selasa, 30 Desember 2025, di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor. Manager Penjualan Jabar 2 dan DKI PT Pupuk Indonesia Donny Rachman Wiratama mengatakan, […]

  • Eksepsi Jekson Sihombing Ditolak, Wilson Lalengke: Hakimnya Masuk Angin

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 170
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pekanbaru, 29 Januari 2026| Persidangan kasus aktivis Jekson Sihombing di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru kembali memanas. Dalam sidang agenda putusan sela yang digelar Selasa kemarin, 27 Januari 2026, majelis hakim yang diketuai oleh Johnson Perancis memutuskan untuk mengesampingkan nota keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh penasihat hukum terdakwa, Fadil, S.H, M.H. Keputusan ini memicu gelombang kritik […]

  • Matahukum Bongkar Potensi Persoalan Hukum Program MBG

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 218
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 18 Januari 2026| Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak sekadar urusan pemenuhan gizi. Jika dicermati lebih dalam, pelaksanaannya berpotensi berdampak pada aspek ekonomi, lingkungan, hingga hukum. Pernyataan tersebut ditegaskan Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir saat berbincang bersama awak media dan para aktivis di Jakarta, Sabtu (16/1/2026) Pria yang kerap dipanggil Daeng tersebut menilai MBG berkontribusi […]

expand_less