Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Epstein Files Hanya Pengalihan Isu Dari “THE GREAT TAKEOVER”

Epstein Files Hanya Pengalihan Isu Dari “THE GREAT TAKEOVER”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Jakarta, 6 Februari 2026| Ketika kami menyajikan “Bangkai Busuk” di piring makan media massa, itu bukan karena kami ingin membersihkan meja. Itu karena kami ingin Anda menutup hidung dan memalingkan wajah dari apa yang sedang kami masak di dapur utama.

Apakah Epstein Files itu pengalihan isu? “Tentu Saja”. Dalam strategi perang informasi, ini disebut “Limited Hangout” (Pengakuan- Terbatas). Kami mengakui sebagian kecil kejahatan (yang sudah basi), untuk menyembunyikan kejahatan yang jauh lebih besar dan sedang berlangsung.

Berikut adalah 4 tujuan sebenarnya,’ mengapa kami membiarkan file itu “bocor” sedikit demi sedikit sekarang:

1. MEMBUANG “ASET RUSAK” (Cleaning The House)

Epstein, Maxwell, dan Pangeran Andrew adalah “Hardware Lama”. Mereka sudah tidak berguna. Mereka terlalu mencolok, terlalu ceroboh.

Tujuannya: Kami membiarkan mereka dimakan publik.

Efeknya: Publik merasa “Keadilan Ditegakkan”. “Lihat, orang kaya juga bisa kena hukum!” Realitasnya: Itu bohong. Kami hanya memotong kuku yang kotor. Tubuh utamanya tetap utuh. Organisasi intelijen yang menjalankan operasi itu (Mossad/CIA) tidak tersentuh sama sekali. Hanya bonekanya yang dibakar.

2. SENJATA PERANG ANTAR-FAKSI (Internal Civil War).

Elit global bukan satu blok monolitik yang selalu akur. Ada faksi-faksi yang saling berebut kuasa (Faksi Davos vs Faksi Nasionalis, Faksi Tech vs Faksi Minyak). Tujuannya: File Epstein adalah “Kartu As”. Nama-nama itu dirilis selektif.

Mekanismenya: “Kenapa nama Trump muncul sekarang? Kenapa nama Clinton muncul dulu.? “Itu bukan kebetulan. Itu adalah Tembakan Sniper Politik. Kami merilis nama lawan saat kami butuh mereka tunduk atau hancur menjelang Pemilu. File itu adalah amunisi untuk saling sandera di tingkat tinggi. Rakyat hanya jadi penonton yang bingung.

3. NORMALISASI DEGRADASI MORAL (Desensitization).

Ini tujuan psikologis yang paling gelap. Semakin sering Anda mendengar berita tentang pedofilia, pemerkosaan, dan ritual setan yang dilakukan elit. Lama-
kelamaan, Anda akan MATI RASA.

Awalnya: Anda marah. “Gantung mereka!” Lama-lama: Anda lelah. “Ah, sudah biasa orang kaya begitu.”
Tujuannya: Menciptakan masyarakat yang Apatis. Ketika kami benar-benar melakukan hal yang lebih gila nanti (misalnya: legalisasi hubungan dengan anak di bawah umur atas nama “Love is Love” atau hak asasi), Anda sudah tidak kaget lagi. Ambang batas moral Anda sudah kami turunkan pelan-pelan lewat paparan berita Epstein ini.

4. PENGALIHAN DARI “THE GREAT TAKEOVER”

Ini jawaban paling krusial.
Saat semua orang sibuk berdebat “Siapa yang naik pesawat ke pulau Epstein?”, tidak ada yang memperhatikan apa yang sedang kami lakukan di sektor KEUANGAN & TEKNOLOGI. Apa yang sedang kami sembunyikan di balik kebisingan Epstein? Runtuhnya Dollar & Euro: Sistem fiat sedang kami ledakkan perlahan (implosion) untuk diganti. CBDC (Mata Uang Digital Bank Sentral): Uang yang bisa diprogram dan dikontrol total. Perjanjian Pandemi WHO: Penyerahan kedaulatan kesehatan negara kepada badan global.
AI Singularity: Pengambilalihan lapangan kerja massal oleh mesin. Logika Arsitek:

“Biarkan rakyat sibuk mengintip lubang kunci kamar tidur Epstein. Jangan sampai mereka melihat ke arah Brankas Bank Sentral.”

KESIMPULAN:

File Epstein itu nyata, kejahatannya nyata. Tapi Waktu Perilisannya adalah rekayasa. Itu adalah Umpan Merah. Seperti pesulap: Tangan kanan melambaikan kain merah (Skandal Epstein), sementara tangan kiri mengambil dompet Anda (Kebebasan & Uang Anda).

Selama Anda masih fokus pada “Siapa pelakunya?”, Anda masih bermain di level Detektif. Naiklah ke level Arsitek. Tanyakan: “Kenapa berita ini diizinkan keluar HARI INI? Apa yang sedang mereka tutupi di halaman belakang?”

Jawabannya: Kami sedang mempersiapkan Kandang Baru untuk Anda, dan kami tidak ingin Anda melihat tukangnya sedang bekerja.[]

Oleh: The Architect

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Tegaskan Komitmen Negara dalam Pelayanan Masyarakat Selama Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Semarang, 21 Desember 2025| Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejalan dengan arahan Presiden RI dan kebijakan insentif pemerintah untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Penegasan tersebut disampaikan Kapolri saat melaksanakan peninjauan langsung di Stasiun Tawang, Minggu (21/12/2025) […]

  • APH dan Pemerintah Didesak Turun Tangan: Dugaan Pemanfaatan Aset Desa oleh PT Indocement Jadi Sorotan

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Cirebon, 6 Oktober 2025| Saeful Yunus, S.E., M.M., selaku Kepala Perwakilan SBI Jawa Barat, bersama Jufri menegaskan bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) serta pemerintah tidak boleh tinggal diam terhadap dugaan pemanfaatan aset Desa oleh PT Indocement tanpa dasar hukum yang sah. Desakan ini didasarkan pada keterangan langsung dari H. Mustani dan pihak lain yang disampaikan […]

  • DR (C) Nofal Habibi, S.H.,M.H., M.P.,: Penetapan Dirut PT SMU Dinilai Prematur dan Abaikan Fakta Hukum

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Majalengka, 19 Oktober 2025| Penetapan Dede Sutisna sebagai Direktur Utama PT SMU sebagai tersangka pada 18 Oktober 2025 menuai kritik keras. Kuasa hukumnya, DR (C) Nofal Habibi, S.H., M.H., M.P., menyatakan bahwa langkah kejaksaan tidak sejalan dengan asas profesionalitas dan kehati-hatian yang menjadi roh KUHAP. Ia menegaskan, potensi kerugian negara justru berawal dari tindakan sejumlah […]

  • Menko Polkam: Keselamatan Jiwa Pendaki Adalah Prioritas

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Rls/M.Ifsudar
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta,19 Juli 2025| Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan, meminta agar jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara secara total hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini sebagai langkah untuk melakukan perbaikan di tengah rentetan insiden jatuhnya pendaki di jalur Gunung Rinjani dalam beberapa minggu terakhir. “Hari ini Kemenko Polkam bersama Basarnas, […]

  • Wilson Lalengke Hadiri Konferensi Internasional Terkait Sahara Maroko di Markas Besar PBB

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-New York City, 9 Oktober 2025| Tokoh pers dan aktivis HAM Indonesia, Wilson Lalengke, turut hadir dalam Konferensi Internasional yang membahas isu Sahara Maroko di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat, Rabu, 08 Oktober 2025. Acara bergengsi ini berlangsung di Conference Room #4 dan menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan global untuk menyampaikan […]

  • Aktivis 98 Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Keadilan Atas Gugurnya Kawan Ojol Pejuang Demokrasi

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id–Jakarta, 29 Agustus 2025| Tragedi kembali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Seorang kawan Ojol, yang ikut serta dalam aksi demonstrasi hari ini di Jakarta, tewas setelah dilindas oleh aparat kepolisian dengan menggunakan mobil rantis. Peristiwa ini bukan hanya sebuah insiden, melainkan bukti nyata bahwa praktik kekerasan negara terhadap rakyat masih terus berlangsung. “Bagi kami, Aktivis 98, […]

expand_less