Hujan dan Angin Kencang Sebabkan Rumah Lansia di Serang Ambruk
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- visibility 199
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Serang, 18 Desember 2025| Hujan deras berdurasi panjang disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Serang mengakibatkan sebuah rumah di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, mengalami kerusakan bagian atap ambruk pada Kamis (18/12). Kondisi bangunan yang telah termakan usia membuat struktur rumah tidak mampu menahan beban air, dan ranting pohon hingga sebagian besar atap ambruk ke bagian dalam rumah.
Rumah tersebut dihuni oleh pasangan lansia, Hendra (70) dan istrinya Kokom Saat kejadian, Kokom sempat tertimpa material reruntuhan Meski mengalami syok dan luka ringan, ia berhasil diselamatkan.
Kokom diketahui merupakan ibu kandung dari tokoh pemuda Banten, Egi Hendrawan, yang dikenal aktif sebagai aktivis Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia.
Hendra selaku pemilik rumah tampak tegar meski raut wajahnya tidak mampu menyembunyikan rasa prihatin atas musibah yang menimpanya di usia senja.
“Kami hanya bisa bersyukur istri saya masih selamat meskipun rumah kondisinya menjadi seperti ini. Bangunannya memang sudah tua, ditambah hujan tidak berhenti sejak kemarin. Sekarang yang terpenting ada tempat bernaung sementara, meski sedih melihat rumah rusak seperti ini,” ungkap Hendra saat ditemui di lokasi.
Egi Hendrawan, mewakili pihak keluarga, menyebutkan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat bagi warga lainnya, Ia menekankan pentingnya kepedulian masyarakat untuk saling memantau kondisi lingkungan, terutama rumah-rumah yang sudah tidak layak huni atau rentan ambruk saat cuaca ekstrem.
“Kejadian yang menimpa orang tua saya ini merupakan alarm bagi kita semua, Dengan intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir, masyarakat harus lebih waspada. Jika melihat bangunan dengan struktur yang sudah rapuh, sebaiknya segera diantisipasi sebelum menimbulkan korban,” ujar Egi.
Masyarakat di wilayah Banten, khususnya Kabupaten Serang, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif. Potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi. Warga diminta proaktif memeriksa kondisi atap rumah serta saluran air guna meminimalisir risiko serupa.
Hingga saat ini, keluarga bersama tetangga secara swadaya bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan agar lokasi tersebut lebih aman dan dapat ditempati sementara oleh pemilik rumah.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment