Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Jokowi Buka Suara soal Namanya Terseret Kasus Korupsi Haji: Tidak Ada Perintah Korupsi

Jokowi Buka Suara soal Namanya Terseret Kasus Korupsi Haji: Tidak Ada Perintah Korupsi

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 37
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Solo, 1 Februari 2026| Joko Widodo (Jokowi), akhirnya menanggapi penyebutan namanya dalam pusaran kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji 2024 yang tengah disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi menegaskan bahwa meski kebijakan penambahan kuota haji berasal dari arahannya, ia tidak pernah memerintahkan adanya penyimpangan atau korupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (30/1/2026), merespons berkembangnya isu setelah namanya disebut oleh saksi dalam pemeriksaan KPK.

“Di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya. Karena apa pun program, kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden, pasti dari arahan presiden, dan juga dari perintah-perintah presiden,” ujar Jokowi kepada awak media.

Jokowi mengakui bahwa penambahan kuota haji sebanyak 20.000 jemaah pada tahun 2024 merupakan hasil lobi tingkat tinggi yang dilakukannya langsung dengan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi. Namun, ia menekankan garis tegas antara kebijakan negara dan pelaksanaan teknis yang menyimpang.

“Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi, enggak ada. Ya, memang itu (penambahan kuota) kebijakan dari presiden,” tegasnya.

Nama Jokowi mencuat dalam kasus ini setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, yang diperiksa sebagai saksi, menjelaskan kronologi perolehan kuota tambahan tersebut. Dito menyebut bahwa tambahan kuota didapat saat ia mendampingi kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Arab Saudi. Keterangan ini memicu spekulasi mengenai sejauh mana keterlibatan istana dalam proses tersebut.

Sebagai informasi, KPK saat ini tengah menyidik dugaan korupsi terkait pengalihan sepihak sebagian kuota tambahan haji reguler ke haji khusus. Kasus ini telah menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka. Penyidik menduga adanya penyalahgunaan wewenang yang merugikan jemaah haji reguler yang telah mengantre bertahun-tahun.

Hingga berita ini diturunkan, KPK menyatakan belum berencana memanggil Jokowi sebagai saksi, namun terus mendalami keterangan dari para menteri dan pejabat terkait yang menjabat saat kebijakan tersebut digulirkan.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 0509 Hadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi ke-80 RI di Kabupaten Bekasi

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 207
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi] 17 Agustus 2025–  Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Plaza Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Minggu (17/8/2025). Ribuan pasang mata menyaksikan pelaksanaan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebangsaan. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, S.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Hadir […]

  • Demo Ricuh Di Kantor BPN Kota Bandung: Baku Hantam Dan Pejabat Yang “Linglung”

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 126
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung, Jawa Barat Jum’at 20 Juni 2025| (GMOCT)-Sebuah demonstrasi di Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (19/6), berujung ricuh dan bentrokan fisik. Informasi yang diperoleh Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online Matainvestigasi menunjukkan adanya korban luka-luka akibat keributan tersebut. Para pendemo dari Sukahaji, Kota Bandung, memprotes proses […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Ciawi Polres Bogor, Anjangsana Kamtibmas Kepada Tokoh Dan Warga

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 114
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Bhabinmas desa Banjarsari Polsek Ciawi Aiptu Wahyudi melaksanakan giat Anjangsana kamtibmas kepada Tokoh masyarakat dan Warga masyarakat di Kp. Gugunung RT.04/01 Desa Banjarsari Kec.Ciawi Kab.Bogor. Senin, (19 /05/2025) Dalam kesempatan Anjangsana tersebut Bhabinmas Aiptu Wahyudi melaksanakan Giat Anjangsana Kamtibmas kepada tokoh masyarakat dan warga masyarakat yang berada di wilayah Desa Binaanya untuk menjalin silahturahmi […]

  • Padahal Lagi Perang! Iran Naikan Upah & Tunjangan Pekerja, Darimana Uangnya ?

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 5
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id -Jakarta, 21 Maret 2026 | Apa yang dilakukan pemerintah Iran terhadap para korban perang?. Sebagaimana yang kerap diinformasikan 70% dari agresi AMIS malah menyasar fasilitas publik: kediaman warga, sekolah, rumah sakit, pasar sampai pabrik. Mereka yang kediamannya rusak/hancur akibat serangan, ditempatkan di hotel-hotel. Di Teheran ada 19 hotel besar yang digunakan pemerintah untuk menampung […]

  • Maknai Iduladha 1446 H, PT Prima Multi Terminal Salurkan Hewan Kurban

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle PT. PMT
    • visibility 117
    • 0Comment

      Tegarnews.co.id | Medan – Belawan Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, PT Prima Multi Terminal kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui program Pelindo Berbagi Kurban 2025 yang menyasar masyarakat dan mitra Perusahaan di sekitar wilayah operasional perusahaan. […]

  • Ormas Madas Nusantara Ingatkan Prabowo Akan Dilengserkan Oligarki Dengan Tiga Strategi

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 73
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 31 Agustus 2025| Organisasi Masyarakat Madura Asli (Ormas MADAS) Nusantara, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto, kalau ada skenario (grand design) oleh oligarki koruptor yang ingin melengserkan kedudukannya sebagai Presiden. Mereka para oligarki itu, ingin menguasai Indonesia dengan didukung kekuatan asing. Peringatan tersebut disampaikan aktivis penggiat anti korupsi, sekaligus Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, Kanjeng Raden […]

expand_less