Breaking News
light_mode
Home » Opini » Kapal Hantu di Laut Utara Yang Kebal Hukum: Saat 5 Juta Ton Milik Bumi Nusantara “Dirampok”

Kapal Hantu di Laut Utara Yang Kebal Hukum: Saat 5 Juta Ton Milik Bumi Nusantara “Dirampok”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 14 Des 2025
  • visibility 355
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Desember 2025| Di atas kertas, laut Indonesia seharusnya sunyi senyap dari aktivitas ekspor tambang mentah. Sejak palu kebijakan diketuk keras pada 1 Januari 2020, Presiden telah bersabda: “Hilirisasi adalah harga mati.” Sejak detik itu, haram hukumnya tanah merah mengandung nikel keluar dari gerbang Nusantara tanpa diolah di dalam negeri.

Namun, di balik meja-meja birokrasi yang dingin dan tumpukan dokumen negara yang dengan percaya diri menyatakan “Nol Ekspor”, ada sebuah “sihir” gelap yang sedang bekerja di lautan lepas.

Ribuan mil di utara, di dermaga-dermaga sibuk Tiongkok, derek-derek raksasa justru bekerja lembur. Mereka tidak sedang membongkar angin. Mereka membongkar muatan nyata, berat, dan bernilai miliaran dolar: 5,3 juta ton bijih nikel dari Indonesia.

Data Pabean China mencatat kedatangan “tamu agung” dari Indonesia ini dengan tinta tebal pada periode pelarangan (2020-2022). Sementara di Jakarta, data Bea Cukai dan BPS kita bersih tak bernoda. Seolah-olah 5 juta ton tanah di Sulawesi atau Halmahera lenyap ditelan bumi, lalu bim salabim, muncul kembali secara ajaib di pelabuhan China.

Ini bukan sekadar selisih angka desimal akibat salah ketik. Ini bukan penyelundupan satu koper berlian yang bisa disembunyikan di balik jaket tebal di bandara.

“Kita sedang berbicara tentang 5 juta ton.

Untuk memindahkan volume tanah dan batu sebesar itu, dibutuhkan armada kapal tongkang dan mother vessel yang berbaris bak semut raksasa di lautan. Dibutuhkan ribuan ritase truk yang meraung-raung di jalan tambang siang dan malam. Dibutuhkan aktivitas bongkar muat kolosal yang mustahil tidak terlihat oleh mata telanjang, apalagi oleh satelit, radar, dan sistem pengawasan negara. Lantas, pertanyaan besarnya: Bagaimana konvoi raksasa ini bisa berubah menjadi “Armada Hantu”?

Apakah mata sistem pengawasan kita yang mendadak rabun, atau ada “tangan-tangan tak terlihat” yang memiliki kunci cadangan untuk membukakan pintu belakang negara ini selebar-lebarnya?

Di saat rakyat dininabobokan dengan janji kemakmuran dari nilai tambah hilirisasi, kekayaan alam mereka justru bocor deras bak air bah. Negara bukan sekadar kecolongan; negara sedang dirampok di siang bolong, tepat di depan hidung para penjaganya. Triliunan rupiah dari royalti dan pajak yang seharusnya membangun sekolah, jalan, dan rumah sakit, kini menguap menjadi asap industri di negeri orang. Tanah kita berpindah, namun uangnya tak pernah singgah.

Namun, kengerian yang sesungguhnya bukanlah pada hilangnya tanah itu, melainkan pada realitas siapa yang memindahkannya dan bagaimana negara memperlakukan mereka.

Ini bukan kasus pencurian ayam yang pelakunya bersembunyi ketakutan di kegelapan. Di balik operasi penyelundupan kolosal ini, nama-nama “pemain” sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di lingkaran kekuasaan. Inisial demi inisial, korporasi demi korporasi, sempat disebut-sebut dalam ruang rapat dengar pendapat parlemen hingga bocoran dokumen investigasi. Jejak aliran barang seolah sudah terpampang nyata.

Tapi, lihatlah apa yang terjadi kemudian: Hening.

Mereka adalah golongan The Untouchables. Para aktor yang seolah memiliki jubah gaib kekebalan hukum. Bagi kelompok elite ini, hukum di negeri ini bukanlah pedang bermata dua yang adil, melainkan plastisin lunak yang bisa dibentuk, ditekuk, dan dipermainkan sesuai kepentingan bisnis mereka.

Ketika nama mereka disebut, alih-alih borgol yang mendekat, justru lobi-lobi tingkat tinggi yang bekerja senyap. Kasus yang seharusnya meledak dahsyat mengguncang istana, perlahan diredam menjadi letupan kecil, lalu lenyap tertiup angin politik.

Rakyat kembali dipaksa menonton sebuah pertunjukan sirkus keadilan yang menyakitkan: bagaimana para perampok kekayaan negara melenggang bebas, berdasi rapi, dan tersenyum di depan kamera. Sementara itu, hukum kita hanya terbukti tajam mengiris ke bawah, tetapi tumpul—bahkan patah berkeping-keping—saat membentur tembok tebal kekuasaan mereka.

Negeri ini sejatinya tidak kekurangan bukti untuk menyeret para penyelundup 5 juta ton nikel itu. Negeri ini hanya sedang kehabisan nyali untuk menyeret para “dewa” tersebut turun dari singgasananya.[]

Oleh: Tim Redaksi

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Rèdaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Sambangi Koramil 07/Cikarang, Tekankan Kekompakan dan Peran Keluarga Prajurit

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 57
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 23 Nopember 2025– Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Aula Koramil 07/Cikarang pada Minggu (23/11/2025). Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Arh Sabdho Aji Wibowo, M.Han, bersama Ketua Persit KCK Cabang XXIII, Ny. Nazia Sabdho Aji Wibowo, melaksanakan kunjungan kerja serta tatap muka dengan anggota Koramil dan Persit Ranting 8 Cabang […]

  • Prabowo Apresiasi Polri Bantu Peningkatan Produksi Pangan Nasional

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 79
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya dalam meningkatkan kedaulatan pangan nasional. Presiden menegaskan bahwa kedaulatan pangan menjadi kunci keamanan suatu negara. “Polri juga ikut menjadi penggerak pembangunan Indonesia, serta mendukung langsung upaya kedaulatan pangan nasional,” ujar Presiden di Lapangan Silang Monas saat memberikan amanat […]

  • Jacob Ereste : Kembali Kepada UUD 1945 Yang Asli Agar Tidak Terlalu Jauh Tersesat Untuk Segera Memulai Dari Titik Nol

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 289
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Banten| Esensi terpenting dari UUD 1945, terletak pada nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi negara dan bangsa Indonesia. Yaitu, pengakuan atas kemerdekaan adalah hak bagi segala bangsa, artinya menolak terhadap segala bentuk penjajahan, termasuk penjajahan dari bangsa Indonesia sendiri yang dilakukan terhadap bangsa lain maupun terhadap bangsa Indonesia sendiri. Dalam pembukaan UUD 1945 itu juga menegaskan […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Babakan Polres Bogor Polda Jabar Melaksanakan Kontrol Petugas Ronda Malam, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 118
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Polres Bogor| Untuk mencegah adanya gangguan kamtibmas di wilayah Hukum Polsek babakan madang Polres Bogor Polda Jabar, Bhabinkamtibmas Desa babakan madang , melaksanakan kontrol ronda malam di Pos Kamling Kp.malingping RT.02/02 Desa Babakan madang Kec. Babakan madang Kab. Bogor. yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa babakan madang Aiptu jajang sofian, pada hari selasa malam 06/05/2025. Rabu (07/07/2025) […]

  • Perkuat Profesi, Bekasi, Karawang dan Purwakarta Agendakan Silaturahmi Akbar 2026

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 37
    • 0Comment

    Tegarnrws.co.id-Karawang Jawa Barat, 23 Februari 2026| Gagasan dan ide cemerlang para Insan pers perwakilan wilayah Bekasi, Karawang dan Purwakarta untuk menggelar silaturahmi akbar 2026 menjadi tonggak penting dalam membangun komunikasi dua arah antar Pemerintah, TNI, Polri serta para stakeholder lainnya. Bahkan dikatakan ketua panitia silaturahmi akbar 2026 Doni Ardon yang diketahui sebagai ketua SMSI Bekasi […]

  • Operasi Kemanusiaan Terbesar Tahun Ini? TNI AL Kirim Armada Lengkap ke Daerah Terdampak!

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 41
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 November 2025| TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat merespons situasi darurat pasca bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) diberangkatkan secara serentak untuk mengangkut bantuan kemanusiaan, tenaga medis, serta peralatan kesehatan menuju titik-titik terdampak. Dalam operasi kemanusiaan berskala besar ini, TNI […]

expand_less