Lingkar Studi Mahasiswa Bogor Turun Aksi di Polresta, Desakan Reformasi Total dan Akhiri Impunitas Aparat
- account_circle AG
- calendar_month Sen, 2 Feb 2026
- visibility 43
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 2 Februari 2026| Lingkar Studi Mahasiswa Bogor kembali turun ke jalan dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan Polresta Bogor Kota sebagai bentuk sikap tegas atas memburuknya wajah penegakan hukum di tubuh kepolisian. Aksi ini dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Aryo, yang mengomandoi massa mahasiswa dalam menyuarakan desakan reformasi menyeluruh terhadap institusi Polri.
Aksi tersebut lahir dari akumulasi kekecewaan publik terhadap maraknya kekerasan aparat, lemahnya pengawasan internal, serta menguatnya budaya impunitas yang membuat pelanggaran hukum seolah tanpa konsekuensi.
Kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat justru kerap tampil sebagai sumber ketakutan. Praktik intimidasi, tindakan represif, hingga penyalahgunaan kewenangan masih terus terjadi di lapangan. Reformasi kepolisian dinilai berjalan stagnan, bahkan cenderung mundur.
Lingkar Studi Mahasiswa Bogor menilai persoalan ini bukan lagi soal oknum, melainkan masalah sistemik. Mekanisme pengawasan internal terbukti tidak efektif. Banyak pelanggaran berhenti di meja etik, sementara unsur pidana diabaikan. Hukum yang seharusnya tajam justru tumpul ketika berhadapan dengan aparat sendiri.
Di bawah komando Korlap Aryo, massa aksi menyampaikan tuntutan tegas :
– menghapus budaya impunitas di tubuh Polri
– menegakkan hukum setara tanpa perlindungan terhadap oknum aparat
– evaluasi transparan atas praktik kekerasan dan penyalahgunaan kewenangan
– menolak penyelesaian internal untuk pelanggaran pidana
– memperkuat pengawasan independen
– menjamin kebebasan berpendapat tanpa intimidasi
– mendesak Kapolresta Bogor Kota bertanggung jawab bila gagal melakukan pembenahan
Korlap aksi, **Aryo**, menegaskan bahwa gerakan ini bukan simbolik, melainkan tekanan moral dan politik terhadap aparat penegak hukum.
“Kesabaran publik ada batasnya. Polisi tidak boleh kebal hukum. Jika reformasi hanya slogan, kami akan terus turun ke jalan. Kami menuntut tindakan nyata, bukan klarifikasi. Kalau tuntutan diabaikan, skala aksi akan kami perbesar,” tegas Aryo di tengah massa.
Lingkar Studi Mahasiswa Bogor menegaskan aksi ini adalah peringatan awal. Dalam waktu 7×24 jam, mereka menunggu langkah konkret dan terukur. Jika tidak ada perubahan, konsolidasi mahasiswa dan masyarakat sipil akan diperluas.
Mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika hukum dipermainkan.
Karena hukum harus berdiri untuk rakyat, bukan melindungi aparat.[]
Hidup mahasiswa
Hidup rakyat
Lawan impunitas
- Author: AG
- Editor: Redaksi
- Source: AG






At the moment there is no comment