Breaking News
light_mode
Home » Opini » Mentalitas Pejabat Yang Menganggap Video Viral di TikTok dan Instagram Cuma “Konten”!!!

Mentalitas Pejabat Yang Menganggap Video Viral di TikTok dan Instagram Cuma “Konten”!!!

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 2 Des 2025
  • visibility 249
  • comment 0 comment

Tegarnrws.co.id-Jakarta, 2 Desember 2025| Ada momen- momen di mana satu kalimat dari pejabat tinggi bisa merangkum semua yang salah dengan birokrasi kita, dan kali ini pelakunya adalah Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Tanggal 28 November 2025, saat ratusan mayat masih tertimbun lumpur di Tapanuli, saat ribuan orang kehilangan rumah, saat jalan lintas Sumatera putus total, beliau menggelar konferensi pers dan berkata kurang lebih begini:

“Memang terlihat mencekam karena berseliweran di media sosial, tapi begitu kami cek, banyak daerah sudah tidak hujan lagi dan relatif membaik.”

Saya ulangi: ratusan orang mati, ratusan hilang, tapi menurut Kepala BNPB, itu cuma “terlihat mencekam di medsos”.

Dua hari kemudian, tanggal 30 November, beliau baru terbang ke Tapanuli Selatan. Turun dari helikopter, melihat langsung lumpur setinggi atap rumah, mayat-mayat yang baru ditemukan, warga yang menangis memeluk foto keluarganya yang hilang. Baru saat itulah beliau bilang, dengan muka terkejut: “Saya tak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati.”

Jadi begitu? Baru percaya setelah melihat sendiri? Berarti selama ini keputusan soal nyawa orang diambil dari balik meja di Jakarta sambil scroll-scroll Twitter? Baru sadar bencana itu nyata setelah menginjak lumpur dan mencium bau mayat?

Ini bukan soal salah bicara. Ini soal mentalitas.

Mentalitas pejabat yang menganggap video viral di TikTok dan Instagram cuma “konten”, bukan jeritan warga yang rumahnya hanyut cuma “efek medsos”. Mentalitas yang menjadikan parameter birokrasi lebih penting daripada fakta bahwa ada 442 orang (per hari ini) sudah terkubur hidup-hidup.

Kita pernah mengolok-olok pejabat luar negeri yang bilang “let them eat cake”. Ternyata versi Indonesia adalah “let them post di medsos”.

Yang paling menyakitkan, permintaan maaf itu pun terlambat dan terpaksa. Bukan karena hati nurani, tapi karena akhirnya terpaksa turun ke lapangan setelah dikritik habis-habisan. Kalau tidak ada tekanan publik, mungkin sampai sekarang beliau masih yakin bahwa banjir bandang yang menewaskan ratusan orang itu cuma “kelihatan mencekam doang”.

Inilah kegoblokan yang sesungguhnya: bukan tidak tahu, tapi tidak mau tahu sampai dipaksa tahu. Bukan tidak bisa empati, tapi memilih tidak berempati sampai tidak ada pilihan lain.

Semoga Tuhan mengampuni kita semua yang diam saja setiap kali pejabat model begini masih dibiarkan duduk di kursi empuk mereka, sementara rakyat dikubur lumpur sambil menunggu “verifikasi lapangan”.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuningan Berduka: Siswi SMAN Kadugede Meninggal Usai Konsumsi Jajanan MBG, Agung Sulistio Desak Penyelidikan dan Penegakan Hukum

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 99
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, 20 Oktober 2025 (GMOCT)| Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. Novi, seorang siswi kelas 3 SMAN Kadugede, meninggal dunia setelah diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi jajanan MBG (nama jajanan disamarkan). Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 16 Oktober 2025, dan langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Agung Sulistio, Ketua Umum Gabungan […]

  • Andalkan Smart Production, Produksi Urea dan Amonia Pupuk Kaltim Capai 107,3%

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 412
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bontang, 5 Januari 2026| PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menutup tahun 2025 dengan realisasi produksi mencapai 6.679.415 ton, atau mencapai 107,3% dari target tahunan. Direktur Operasi Pupuk Kaltim F. Purwanto mengatakan capaian tersebut memperlihatkan keandalan operasional perusahaan dalam menjaga ketersediaan pupuk nasional sebagai bagian dari dukungan terhadap produktivitas pertanian dan agenda ketahanan pangan pemerintah. […]

  • photo_camera 1

    Giat Ngopi Kamtibmas Kapolsek Pebayuran Bersama Karang Taruna Satria Muda Bantarjaya Selain Jaga Kamtibmas Kapolsek Siap Terjun Jaga Kebersihan

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 1.512
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi – Kapolsek Pebayuran melaksanakan giat ngopi Kamtibmas bersama Karang Taruna Desa Bantarjaya dan sekaligus bersosialisasi kepada warga kampung Pintu, RT 01/ RW 05, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Sabtu malam, ( 03/05/2025 ) Dalam giat acara ngopi Kamtibmas didampingi oleh personil Polsek Pebayuran, Revi Destiansyah Ketua Karang Taruna Desa Bantarjaya, Parman […]

  • Berkobar Semangat Patriotik, Puluhan Siswa SMK Pebayuran Ikuti Latihan Bela Negara

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 273
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 26 September 2025– Sebanyak 25 siswa SMKN 1 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, diberangkatkan mengikuti program Bela Negara di Dodiklatpur Rindam Jaya, Gunung Bunder, Kabupaten Bogor. Keberangkatan peserta dijadwalkan pada Jumat (26/9/2025) dari Makodim 0509/Bekasi, setelah mereka dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan.   Pemeriksaan kesehatan berlangsung di Polkesdim Bekasi, Jalan A. Yani, Kelurahan Margajaya, […]

  • Klarifikasi Sang Suami Terkait Berita Istri Yang Ancam Buang Bayinya ke Panti Asuhan

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 146
    • 0Comment

    Tegarnews.ci.id-Bogor. 21 Agustus 2025| Menindaklanjuti berita yang sempat beredar di beberapa media online berjudul, “Klarifikasi Dugaan Oknum Guru Ancam Buang Bayi Ke Panti Asuhan, Ini Kata Kapolsek Tamansari. Dan judul, “Polsek Tamansari Tindak Lanjuti Adanya Pemberitaan Warganya Lakukan Klarifikasi Berita Dugaan Oknum Guru Ancam Buang Bayi ke Panti Asuhan. Yang terbit pada tangal 20 dan […]

  • Merasa Jadi Korban Penganiayaan, Mahasiswa di Jember Laporkan Seorang Pria ke Polisi

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 8
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jember, 15 Maret 2026 | Seorang mahasiswa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Korban mengaku mengalami pemukulan hingga merasakan sakit pada bagian wajah. Korban diketahui bernama Muhammad Adi Setiawan (22), warga Dusun Kidul, Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Laporan tersebut diterima oleh Polres […]

expand_less