Negara – Negara Dunia Berlomba Kusai AI
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 14 hour ago
- visibility 3
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 20 Februari 2026| Persaingan global untuk menguasai Kecerdasan Buatan (AI) telah memasuki fase krusial di mana teknologi ini bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan infrastruktur inti kekuatan nasional.
Peta Kekuatan Global 2026
Negara-negara di dunia terbagi dalam beberapa kelompok strategis berdasarkan keunggulan kompetitif mereka:
Pemimpin Dominan (AS & Tiongkok):
Amerika Serikat: Tetap memimpin dalam investasi swasta dan pengembangan model fondasi (seperti dari OpenAI, Google, dan Microsoft). Penyedia cloud AS diproyeksikan menghabiskan US$600 miliar untuk infrastruktur AI pada 2026.
Tiongkok: Menargetkan kepemimpinan global pada 2030 melalui strategi “AI 2030”. Tiongkok unggul dalam jumlah model AI dan sedang mempercepat perumusan lebih dari 50 standar sektor AI pada 2026 untuk mendikte pasar global.
Pemain Kunci Baru (India, UEA, Singapura):
India: Menjadi pusat talenta dengan pertumbuhan tertinggi (252%) dan menjadi negara berkembang pertama yang menjadi tuan rumah AI Impact Summit global pada Februari 2026.
Uni Emirat Arab (UEA) & Singapura: Mengungguli negara-negara ekonomi besar dalam hal efisiensi penggunaan AI relatif terhadap ukuran populasi mereka.
Eropa (Inggris, Prancis, Jerman): Berfokus pada keseimbangan antara inovasi dan regulasi ketat (seperti melalui AI Act) untuk memastikan keamanan dan etika penggunaan teknologi.
Fokus Persaingan di Tahun 2026
1. Kedaulatan AI (AI Sovereignty): Negara-negara berlomba membangun model bahasa besar (LLM) sendiri agar tidak bergantung pada teknologi asing, demi keamanan data nasional dan kontrol politik.
2. Sektor Militer & Keamanan: AI kini digunakan secara luas untuk intelijen militer, otomatisasi perang siber, dan pertahanan infrastruktur kritis.
3. Kemampuan Otonom (Agentic AI): Tren 2026 bergeser dari sekadar “chatbot” ke “agen AI” yang mampu mengeksekusi proyek secara mandiri dengan pengawasan minimal manusia.
4. Kedaulatan Perangkat Keras: Persaingan sengit terjadi dalam penguasaan rantai pasok cip (semikonduktor), dengan Tiongkok yang berupaya melipatgandakan industri cip AI domestiknya pada 2026.
Posisi Indonesia
Indonesia menempati peringkat ke-4 sebagai negara paling antusias dalam penggunaan AI sehari-hari dan masuk dalam 10 besar negara dengan pertumbuhan talenta AI tertinggi (191%). Namun, tantangan utama tetap pada keterbatasan infrastruktur teknologi dan kebutuhan akan pusat data yang lebih kuat.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment