Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Ormas Madas Nusantara Ingatkan Prabowo Akan Dilengserkan Oligarki Dengan Tiga Strategi

Ormas Madas Nusantara Ingatkan Prabowo Akan Dilengserkan Oligarki Dengan Tiga Strategi

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
  • visibility 74
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 31 Agustus 2025| Organisasi Masyarakat Madura Asli (Ormas MADAS) Nusantara, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto, kalau ada skenario (grand design) oleh oligarki koruptor yang ingin melengserkan kedudukannya sebagai Presiden. Mereka para oligarki itu, ingin menguasai Indonesia dengan didukung kekuatan asing.

Peringatan tersebut disampaikan aktivis penggiat anti korupsi, sekaligus Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, Kanjeng Raden Haryo (KRH), HM.Jusuf Rizal, SH saat menjawab pertanyaan media di Jakarta, terkait kerusuhan yang terjadi dibeberapa kota besar, yaitu; Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, dan lainnya.

Menurut pria berdarah Madura-Batak yang juga merupakan Relawan Prabowo itu, saat ini ia mencium adanya gerakan operasi senyap yang menggunakan tiga strategi, yaitu; strategi Moa Tse Tung (Desa Mengepung Kota), Strategi Perang Sun Tzu (The Art of War/Menusuk ke Jantung Pertahanan Lawan) dan Strategi Aflin Tovler (Penguasaan Media/Informasi/Buzzer) guna merusak citra sekaligus menghantam wibawa pemerintahan Prabowo.

Menurut analisa wartawan senior itu, pertama; dibuatnya kerusuhan diberbagai daerah. Gencarnya upaya provokasi dan pemberian modal pada kelompok strategis, termasuk oligarki koruptor yang bisnis maupun eksistensinya terusik dengan gerakan Prabowo perang terhadap koruptor.

Kedua, orang-orang sengkuni dan penjilat dilingkaran kekuasaan Prabowo, bermain dua kaki. Mereka diam-diam berkontribusi untuk bisa menumbangkan Prabowo dari dalam, karena banyak Menteri, Pejabat BUMN dan institusi Kejaksaan, Kepolisian dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak clear alias Masih warisan lama.

Ketiga, kelompok kepentingan memanfaatkan buzzer, media sosial maupun media mainstream untuk mengekpose berbagai kelemahan Penerintahan Prabowo. Logistik tersedia tanpa batas, karena ini dirangkai dengan agenda besar 2029. Intinya, bagaimana masyarakat benci kepada Prabowo dan dianggap tidak mampu mengamankan negara.

“Jadi menurut saya, peristiwa kerusuhan sudah di grand design (skenario) kelompok strategis yang didukung pula oleh pihak luar. Pemerintahan Prabowo mau dikunci agar mau jadi Boneka, seperti pemerintahan sebelumnya,” ungkap Jusuf Rizal.

Dikatakannya, bahwa; kerusuhan yang terjadi saat ini baru uji coba. Nanti kedepan, masih akan banyak serangan-serangan jika Prabowo tidak segera menstrerilkan pemerintahannya, seperti di BIN (Badan Intelijen Negara), TNI, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Kementerian dan BUMN. Karena para sengkuni, gerakannya saling terkait dan sangat strategis.

Selain itu, tim pembela Prabowo masih lemah. Tidak memiliki pasukan counter attack. Mereka yang sudah diberi posisi, sudah duduk manis dan masa bodoh. Begitu juga partai politik pendukung Prabowo tidak solid. Bahkan, ada yang sudah menyusun ancang-ancang menyiapkan sekoci untuk persiapan Pilpres 2029.

“Jika Prabowo tidak cepat mengkonsolidasikan diri. Tidak mustahil, lama kelamaan kepercayaan publik akan turun dan dia dapat dilengserkan. Dana hasil korupsi di pemerintahan sebelumnya, bisa jadi tersedia trilyunan untuk membiayai operasi senyap ini,” tegas Jusuf Rizal yang merupakan putra dari keluarga intelijen tersebut.

Untuk itulah, Madas Nusantara mendesak Prabowo bersih-bersih dan cuci gudang dengan membuang para sengkuni. Mereka itu, adalah kanker bagi pemerintahan Prabowo. Jangan sampai misi mereka, mau merusak citra dan wibawa kabinet merah putih berhasil.

Menurut Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu, saat ini beban Prabowo sangat berat, karena harus menanggung warisan bobrok Presiden Jokowi. Mulai dari beban hutang, korupsi yang merajalela hingga kepercayaan publik yang mencapai pada titik nadir. Rakyat sudah kecewa dan marah.

“Tetapi meski memahami kekecewaan rakyat, Madas Nusantara mengecam keras tindakan anarkhis dan penjarahan. Pasalnya, hal seperti itu, akan dapat memicu konflik horisontal. Madas Nusantara juga memberi apresiasi kepada TNI dan Polri yang berusaha mencegah amuk massa,” pungkas Jusuf Rizal yang menyatakan prihatinnya atas aksi demo yang menelan korban sosok Affan Kurniawan pengemudi ojol.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekjen KNPI Kota Bogor Soroti Potensi Masalah Dalam PPDB Kota Bogor

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 148
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor| Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD KNPI Kota Bogor, M. Mahdum, menyoroti potensi masalah dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bogor tahun 2025. Menurut Mahdum, terdapat beberapa aspek krusial yang perlu mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kota Bogor. Mahdum menekankan pentingnya kejelasan dalam penerapan sistem domisili. Meskipun kebijakan baru memungkinkan jalur domisili […]

  • AYO ! Dukung Listyo Sigit Prabowo Jadi Petani

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 31
    • 0Comment

    Tegarnrnews.co.id-Bekasi, 31 Januari 2026| MENJADI PETANI mungkin tidak prestisius dan memiliki kebanggaan layaknya menjadi anggota Polri. Tapi setidaknya, sulit menemukan perilaku seorang petani terlibat korupsi, menjadi irisan dari politik dinasti dan oligarki serta terlibat dalam pelbagai penyalahgunaan kekuasaan. Sungguh sebuah keinginan terpuji dan terhormat, tercetus dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan lebih baik […]

  • Pentingnya Kualitas Pupuk dan Benih Unggul Bagi Pendapatan Serta Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 168
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 November 2025| Kualitas pupuk dan benih unggul memegang peranan penting dalam menentukan produktivitas pertanian Indonesia. Di tengah tekanan kebutuhan pangan nasional dan fluktuasi iklim, akses petani terhadap input pertanian yang bermutu menjadi faktor penentu pendapatan sekaligus kesejahteraan mereka. Rendahnya kualitas pupuk dan benih terbukti bukan hanya menekan hasil panen, tetapi juga memicu efek […]

  • Usut Dugaan Korupsi Dana Bos dan BOP di SMAN 110 Jakarta Utara

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 37
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Februari 2026| Tidak sedikit oknum Kepala Sekolah sekarang ini menomor duakan tugas utamanya sebagai tenaga pendidik dengan mengutamakan kegiatan proyek di Sekolah yang dipimpinnya. Kegiatan proyek di Satuan pendidikan saat ini sangat menyita waktu, tenaga, dan pikiran Kepala Sekolah sebagai ASN yang bertanggung jawab di Sekolah yang di Nahkodainya. Hal inilah yang bisa mengakibatkan […]

  • Tinjau Langsung Situasi Banjir di Karangligar Karawang, Serukan Patroli Rutin Jaga Keamanan

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 177
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Karawang, 22 Januari 2026| Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., meninjau langsung situasi banjir yang melanda wilayah Desa Karangligar, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, (21/1). Dalam peninjauan tersebut, Kabid Humas Polda Jabar menyampaikan bahwa kondisi banjir di lokasi masih cukup memprihatinkan. Ketinggian air di beberapa titik mencapai […]

  • GMOCT Apresiasi Hotman Paris Hutapea Turun Gunung Bantu ABK Fandi Ramadhan yang Dituntut Mati, Minta Perhatian Presiden dan Jaksa Agung

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 33
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 21 Februari 2026| Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kini turun tangan memberikan bantuan hukum kepada keluarga Fandi Ramadhan, seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Medan yang menghadapi tuntutan hukuman mati dalam kasus dugaan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat hampir 2 ton di perairan Batam. Latar Belakang Kasus Fandi terjerat kasus tersebut setelah kapal “Sea […]

expand_less