Breaking News
light_mode
Home » Opini » Peran Strategis Polri Mengawal Pemerintahahan Prabowo

Peran Strategis Polri Mengawal Pemerintahahan Prabowo

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
  • visibility 124
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta,12 Oktober 2025| Satu tahun terlalu singkat untuk mengukur berhasil pemerintahan Prabowo. Rezim Prabowo memiliki agenda strategis (Asta Cita). Tetapi keberhasilan rezim pemerintahan menyelenggarakan agenda strategis, tergantung cara cermat rezim pemerintah merespon isu dan tuntutan publik.

Pemerintah harus memiliki sektor kunci sebagai saluran resolusi yang dapat diandalkan. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) salah satu institusi strategis yang dapat digunakan oleh rezim pemerintahan Prabowo. Pertanyaannya ialah bagaimana Polri menjadi sektor kunci yang menentukan keberhasilan rezim pemerintahan Prabowo? Jawabannya sangat gambang! Salah satu Asta Cita pemerintahan Prabowo adalah ketahanan pangan. Program pemerintah dalam agenda strategis ketahanan pangan salah satunya ialah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG sangat berdampak di masyarakat, namun memiliki persoalan yang krusial yaitu keamanan dan kesehatan. Maka Polri harus dilibatkan!

REFLEKSI SATU TAHUN PEMERINTAHAN: POLRI SEKTOR STRATEGIS

Pemerintahan Prabowo sebenarnya diwarisi masalah yaitu krisis kepercayaan publik oleh rezim pemerintahan sebelumnya.

Persoalan ini bukan hanya
sebagai tantangan dan hambatan saja, tetapi juga sebagai peluang untuk pembuktian. Bukti konkrit krisis kepercayaan publik ini ialah adanya tagar #resetIndonesia dan 17+8 Tuntutan Rakyat.

Berdasarkan tagar dan tuntutan rakyat tersebut, maka pemerintah memiliki dua persoalan. Pertama, tata kelola dan kebijakan pemerintah harus dibenahi
secara sistemik. Artinya kebijakan pemerintah tidak menguntungkan segelitir elite dan golongan tertentu.

Kedua, pemerintah memiliki masalah pada integritas dan penyalagunaan kekuasaan. Bukan lagi rahasia umum, akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas dalam bidang keamanan dan penegakan hukum di Indonesia.

Tugas Presiden harus dapat mengentaskan persoalan tersebut karena mempengaruhi agenda strategis rezim pemerintahannya.
Pemerintahan saat ini sedang menjalankan program strategis nasional, maka perlu untuk tetap menjaga dan menjamin stabilitas dan akuntabiltas dari publik. Kasus keracunan dan dugaan korupsi dalam program MBG saat ini mengkonfirmasi tagar dan berbagai tuntutan publik.

Terdata sejauh ini sebanyak 5.626 kasus keracunan akibat MBG yang
ditemukan di puluhan kota dan kabupaten yang tersebar di 16 Provinsi.

Kemudian dugaan temuan KPK bahwa anggaran MBG dikorupsi. Hal ini menunjukan adanya celah dalam pengawasan dan pelaksanaan program.

Bahkan publik mempresure program strategis MBG untuk dievaluasi dan diberhentikan. Tentu desakan dan presure ini sebagai pukulan awal rezim pemerintah dalam pelaksanaan program pada agenda strategis nasionalnya.

Maka pemerintahan Prabowo harus memberikan jaminan pada program strategisnya. Pemerintah perlu pertimbangkan untuk melibatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Melibatkan Polri dalam program strategis nasional sebagai langkah utama untuk menjaga stabilitas dan akuntabilitas publik. Polri tidak
hanya sebagai benteng, tetapi juga sebagai ujung tombak pemerintah dalam menjamin program strategis nasional.

Keterlibatan Polri untuk menguraikan masalah krisis kepercayaan terhadap
pemerintah terutama pada sektor penegakkan hukum yaitu keamanan dan keadilan. Polri tidak hanya sebagai penjaga integritas atau akuntabilitas, namun memberikan jaminan dan kepastian keadilan dan keamanan.

PERAN POLRI DALAM KEAMANAN DAN KEADILAN

Memastikan keadilan dan keamanan dalam program strategis nasional Prabowo adalah tujuan utama keterlibatan Polri. Sebagai penegak hukum, Polri akan mengawal program pemerintah melalui dua cara. Pertama, Polri melakukan early warning system untuk mendeteksi potensi penyimpangan, penyelewengan, atau ancaman keamanan sejak dini.

Peran tersebut karena Polri memiliki isntrumen lengkap seperti Satuan Kerja Intelkam, Kortas Tipikor, Bareskrim. Instrumen Polri dapat melakukan deteksi dini dan pengawasan terhadap penyelewengan dana dari program strategis nasional. Peran ini memungkinkan zero masalah keracunan dan sunat anggaran program MBG.

Kedua, supremasi hukum. Polri memiliki tugas untuk menjamin keamanan dan keadilan, maka Polri harus melakukan penegakkan hukum yang berorientasi
humanis, bukan represif dengan fokus pemberantasan korupsi dan menjamin kebebasan sipil.

Dalam pemberantasan korupsi, pemerintah harus mendukung dan
memberikan ruang kepada Polri dalam proses legislasi RUU Perampasan Aset oleh DPR dan bersinergi dengan Kejaksaan/KPK dalam penindakan kasus
korupsi.

Sementara dalam memberikan jaminan kebebasan sipil, Polri menjadi bagian penting dalam melindungi hak-hak warga negara dalam menyampaikan
pendapat (demonstrasi) sesuai UU, dengan mengedepankan negosiasi dan pendekatan humanis sebagai protokol utama.

Maka sebenarnya, kasus keracunan dalam program MBG akibat dari
sempitnya peran keamanan dan keadilan. Keracunan tidak sekedar sebagai masalah rendahnya standar kebersihan/higienis dan pengawasan kualitas bahan baku. Namun karena tidak adanya pengawasan dan pengontrolan yang
aman dan terukur terhadap rantai program MBG.

PRESIDEN PERLU REFORMASI KULTURAL PADA POLRI

Walaupun dalam artikel ini Polri didorong untuk terlibat dalam agenda program strategis, tetapi Polri perlu untuk dipastikan telah sesuai tuntutan publik. Pemerintah harus melakukan reformasi kultural pada Polri agar kepercayaan publik kepada pemerintah meningkat.

Reformasi kultural merupakan self correction. Polri dalam menjaga keamanan dan penegakkan keadilan harus bergeser dari alat keamanan yang bersifat memaksa (koersif), menuju supremasi nilai sipil yaitu fasilitator pelayanan hukum dan pelayanan publik (humanis).

Reformasi kultural pada Polri dapat dilakukan melalui dua bentuk yaitu
akuntabiltas internal dan kolaborasi eksternal. Akuntabiltas internal, bahwa Polri harus mereformasi diri dengan zero toleransi terhadap pelanggaran kode etik untuk perbaikan citra publik. Polri harus melakukan penguatan pada Propam dengan anggaran dan
independensi untuk menindak pimpinan dan anggota yang bermasalah.

Kolaborasi eksternal yaitu Polri harus dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam perbaikan kelembagaan secara aktif dan transparan. Oleh sebab itu,
Pemerintah harus memfasilitasi termasuk dengan Komisi Reformasi Polri Independen (jika dibentuk) untuk mentransformasi Polri baru yaitu berbudaya humanis.

Jadi keberhasilan rezim Prabowo kedepan dengan agenda strategisnya dapat diukur dari kemampuannya memenuhi dahaga publik. Respon pemerintah menentukan kepuasaan dan kesukaan publik kepada rezim pemerintah.

Termasuk cara mencegah dan mendeteksi persoalan dalam pelaksaaan kebijakan strategis pemerintah. Jadi Polri tidak hanya membantu mengamankan program pemerintah, tetapi juga secara fundamental memulihkan krisis kepercayaan publik.[]

Dr.Tasrif M.Saleh.,SH., MH.
Penasihat Inpoin Center dan Akademisi Universitas Jayabaya

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Dr.Tasrif

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Lebaran Berbeda Hilal Kritis dan Tak Penuhi Kriteria, Pemerintah Putuskan Idul Fitri  21 Maret 2026

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle AG
    • visibility 10
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bogor, 19 Maret 2026 | Perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berpotensi kembali terjadi pada tahun 2026. Hal ini dipicu oleh posisi hilal pada 19 Maret 2026 yang berada dalam kondisi kritis dan belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan data astronomi, ijtimak atau fase bulan baru terjadi pada Kamis, […]

  • Kuasa Hukum Keluarga Korban Tawuran Pelajar di Kabupaten Bogor, Angkat Bicara!

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Rls/Inel
    • visibility 32
    • 1Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 17 Februari 2026| Kuasa hukum keluarga korban tawuran pelajar di Kabupaten Bogor, Endang Ahdiah, S.H., M.H., CLA, menegaskan proses hukum kasus tersebut masih berada pada tahap awal penyidikan dan mengedepankan Undang- Undang Perlindungan Anak. Menurut Endang, baik korban maupun terduga pelaku masih di bawah umur, sehingga dasar hukum yang digunakan merujuk pada ketentuan perlindungan […]

  • Kantor Desa Kota Batu Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Asep
    • visibility 99
    • 0Comment

    Tegarnrws.co.id-Bogor Raya, 19 September 2025| Gelar acara memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang di laksanakan di kantor Desa Kota Batu, berjalan lancar aman dan kondusif, (18/9). Dengan mengusung tema, “Dengan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Tingkatkan Iman dan Takwa, Berdaulat Adil dan Makmur” Acara di hadiri oleh Tripika Kecamatan Ciomas beserta staf dan […]

  • PKN Semprot Menteri HAM: Jangan Jadi Polisi Dunia di Venezuela, Sementara 17 Juta Suara Rakyat Dibuang ke Sampah

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 161
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 8 Januari 2026| Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Denny Charter, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Denny menilai sang menteri lebih sibuk mencampuri urusan domestik negara lain ketimbang menyelesaikan persoalan fundamental pelanggaran hak politik di dalam negeri. Sorotan ini bermula dari sikap Menteri HAM […]

  • KDM Akan Membuka RKUD Pemprov Jabar Setiap Hari Via Media Sosialnya

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 73
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jawa Barat, 28 Oktober 2025| Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan akan membuka posisi rekening kas umum daerah (RKUD) Pemprov Jabar setiap hari melalui media sosialnya mulai Senin 27 Oktober 2025. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keterbukaan publik dalam pengelolaan keuangan daerah. Kebijakan tersebut menjadi respons atas pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang menyoroti dana kas […]

  • Gudang RPH Ayam Potong Di Kp.Gaga Semanan Jakbar, Diduga Tanpa PBG

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 158
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta,19 Juli 2025| Sebuah bangunan gudang tempat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) jenis ayam potong, luput dari pengawasan Cipta Karya Tata Ruang Dan Pertanahan Kota (CITATA). Informasi yang di menyebutkan, bahwa bangunan gudang yang sedang di bangun untuk usaha pemotongan ayam sebagai pemilik bangunan bernama Abas , yang di duga tidak mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung […]

expand_less