Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Peringatan Keras LSM Frontal: Salah Urus Kawasan Ciremai Bisa Berujung Banjir Bandang dan Korban Jiwa

Peringatan Keras LSM Frontal: Salah Urus Kawasan Ciremai Bisa Berujung Banjir Bandang dan Korban Jiwa

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 57
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Kuningan, 29 Desember 2025| Rentetan bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Sumatera pada akhir November 2025, kembali membuka fakta pahit lemahnya pengelolaan lingkungan hidup. Ribuan korban jiwa jatuh bukan semata akibat fenomena alam, melainkan akibat akumulasi kebijakan salah kaprah yang membiarkan kerusakan hutan dan daerah resapan berlangsung masif selama bertahun-tahun.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa malam, 16 Desember 2025, mencatat sedikitnya 1.050 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tragedi ini terjadi di tengah maraknya izin pembukaan hutan untuk perkebunan sawit, pertambangan, dan berbagai kepentingan usaha lain yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

Ironisnya, langkah penegakan hukum baru dilakukan setelah bencana terjadi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel sejumlah perusahaan perkebunan sawit di Sumatera Utara, termasuk PT Tri Bahtera Srikandi di Tapanuli Tengah, yang diduga membabat hutan hingga memicu hantaman material kayu ke permukiman warga. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan bahkan mengidentifikasi 31 perusahaan dan pengusaha yang dinilai berkontribusi memperparah banjir bandang. Namun, langkah ini dinilai terlambat dan reaktif.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mencatat, sepanjang 2016–2025, sekitar 1,4 juta hektare hutan di Sumatera hilang, beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, tambang, dan usaha lainnya. Luas kebun sawit di Sumatera kini mencapai 10,7 juta hektare, sementara hutan tersisa hanya 6,7 juta hektare, jauh melampaui batas aman ekologis pulau tersebut.

Sistem monokultur sawit terbukti tidak mampu menahan tanah saat hujan ekstrem, sehingga banjir dan longsor menjadi ancaman permanen.
Pemerintah kerap menyederhanakan penyebab bencana dengan menyalahkan faktor cuaca ekstrem, seperti Siklon Tropis Senyar. Padahal, fenomena tersebut berkaitan erat dengan krisis iklim global akibat peningkatan suhu permukaan laut yang dipicu emisi gas rumah kaca.

Pemanasan laut di Selat Malaka dan Samudra Hindia memperbesar potensi hujan ekstrem, sementara kerusakan hutan menghilangkan fungsi alami penahan air dan pengikat tanah.

Dampak krisis iklim tidak hanya dirasakan di Sumatera. Banjir rob juga semakin parah di pesisir Pulau Jawa. Di Jakarta Utara, rob setinggi 40 sentimeter merendam Jalan R.E. Martadinata hingga depan Jakarta International Stadium. Sementara di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, air pasang mencapai 1,5 meter, menenggelamkan permukiman warga. Fenomena ini mempertegas bahwa adaptasi semu yang mengabaikan logika alam hanya memindahkan risiko, bukan menguranginya.

Kondisi serupa kini mulai dirasakan di Jawa Barat. Banjir besar melanda Kabupaten dan Kota Cirebon pada Selasa (23/12/2025) malam. Luapan sungai merendam pusat perbelanjaan, perkantoran pemerintah, hingga gudang logistik sebuah supermarket besar dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Warga menilai banjir kali ini tidak biasa karena datang mendadak dengan volume air sangat besar, sehingga muncul dugaan kuat adanya air kiriman dari wilayah hulu, Kabupaten Kuningan. Wilayah hulu Gunung Ciremai yang berada dalam pengelolaan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) disorot publik. Penyusutan daerah resapan, maraknya eksploitasi air, serta pembangunan di kawasan penyangga (buffer zone) dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya limpasan air ke wilayah Cirebon.

Atas kondisi tersebut, LSM Frontal melalui ketuanya, Uha Juhana, menyampaikan peringatan keras kepada Muspida Kabupaten Kuningan. Ia menegaskan bahwa kelalaian yang disengaja dalam pengelolaan kawasan konservasi berpotensi memicu bencana banjir bandang dan longsor yang dapat merenggut korban jiwa di masa mendatang.

“Bencana tidak datang tiba-tiba. Ia adalah akumulasi dari kebijakan yang mengabaikan keseimbangan alam. Jika peringatan ini diabaikan, maka bencana berikutnya bukan lagi soal ‘jika’, tetapi soal ‘kapan’,” tegas Uha.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: UJ

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Egi Hendrawan Surati KPK Dan Kejagung Terkait Suap Judi Online Yang Melibatkan Budi Arie Setiadi

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 147
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 20 Mei 2025| Egi Hendrawan Koordinator Sahabat Presisi secara resmi telah melaporkan dugaan keterlibatan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, dalam kasus suap terkait situs judi online kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung Republik Indonesia, serta Polda Metro Jaya. Laporan tersebut didasarkan pada fakta-fakta hukum yang terungkap dalam surat dakwaan nomor […]

  • Ketua DPD KAI Sumut Kecam Keras Teror Pembakaran Mobil Ketua DPC KAI Deli Serdang

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle HUSEN
    • visibility 156
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan,12 Januari 2026| Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD K.A.I) Sumatera Utara, Dr. Surya Wahyu Danil Dalimunthe, SH, MH, mengecam keras aksi teror berupa pembakaran mobil milik Ketua DPC K.A.I Deli Serdang, Indra Surya Nasution, SH. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tamparan keras bagi aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, terkait gangguan keamanan dan ketertiban […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Rumpin Polres Bogor Polda Jabar, Sambang Warga Desa Mekarsari Beri Himbauan Kamtibmas Kepada Warga

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 164
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Polres Bogor| Bhabinkamtibmas Desa Mekarsari *AIPTU ATENG NASUTA* berusaha menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Desa Mekarsari Kec. Rumpin, Minggu (04/05/2025). Sebagai perpanjangan tangan *Kapolsek Rumpin AKP. Suyoko, S.H.* sesuai arahan dari Bapak *Kapolres Bogor AKBP RIO WAHYU ANGGORO, S.H., S.I.K,.M.H* di wilayah Desa binaan untuk membina masyarakat agar bersama-sama menjaga kamtibmas tetap kondusif […]

  • Setelah Mafia Kayu Rp230 Miliar Terbongkar, Aktivis Minta Borneo Kayu Indonesia Buka Sumber Log

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 121
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-LEBAK, 13 November 2025| Setelah Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menggagalkan upaya penyelundupan 4.610 meter kubik kayu ilegal dengan nilai ekonomi mencapai Rp 230 miliar, sorotan publik kini tertuju pada sejumlah perusahaan pengolahan kayu di Banten. Salah satunya adalah PT. Borneo Kayu Indonesia, yang beroperasi di wilayah Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak-Banten. Dalam keterangan resmi […]

  • Pernyataan Ketua PGRI Riau Picu Kontroversi, Wilson Lalengke: Dia Perlu Belajar Lagi tentang Aturan Perundangan

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 107
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Inhil, 6 September 2025| Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, Prof. Adolf Bastian, S.Pd., M.Pd., memicu kontroversi setelah sambutannya di acara pengukuhan pengurus dan BKO PGRI Inhil meminta kepala sekolah dan guru tidak perlu takut terhadap wartawan maupun LSM yang menanyakan soal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dalam acara yang digelar Kamis (28/8/2025), […]

  • Perkuat Sinergitas, Bhabinkamtibmas Polsek Klapanunggal Bersama TNI Sambangi Warga Desa Kembangkuning Berikan Pesan Kamtibmas

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 103
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Untuk meningkatkan kerjasama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Klapanunggal Aipda H. Denny Renggana, S.H., bersama personil TNI, melakukan patroli sambang di wilayah Desa Kembangkuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Sabtu (07/06/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri di lapangan, dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah […]

expand_less