Breaking News
light_mode
Home » Opini » Perintahkan Dukung Prabowo Gibran Dua Periode, Jokowi Ingin Tunjukkan Dirinya Masih Majikan

Perintahkan Dukung Prabowo Gibran Dua Periode, Jokowi Ingin Tunjukkan Dirinya Masih Majikan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
  • visibility 243
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta 21 September 2025| Cawe-cawe Jokowi, pada pemerintahan Prabowo semakin terang-benderang. Alih-alih legowo lengser dari kursi Presiden, Jokowi justru terus (berupaya) mendikte. Terbaru, pada 19 September 2025, dia memerintahkan seluruh relawannya mendukung pasangan Prabowo-Gibran dua periode.

Instruksi itu jelas dan pasti, bukan dukungan tulus. Sang Manusia Merdeka, Muhammad Said Didu menilai, ini tantangan terbuka Jokowi kepada rakyat Indonesia.

Jokowi sepertinya ingin memperlihatkan, bahwa; dirinya masih berkuasa. Masih bisa mengatur, arah politik negeri. Bahkan, masih mampu menentukan masa depan Presiden Prabowo.

Pertanyaannya, adalah; kenapa Jokowi begitu ngotot? Apa yang membuat dia tidak bisa diam? Sesungguhnya jawabannya sederhana: Panik! Ya, Jokowi dan keluarganya kini sedang panik karena terpojok.

Tuntutan rakyat untuk mengadili Jokowi, atas berbagai macam kebijakan-kebijakannya selama 10 tahun menjadi penguasa kian gencar. Mulai dari karpet merah bagi oligarki, penyerahan sumber daya alam ke asing, utang menumpuk, hingga pengebirian demokrasi.

Bukan hanya itu, gelombang desakan pemakzulan terhadap Gibran juga terus menguat. Posisi Gibran sebagai wakil presiden, memang penuh cacat hukum sejak awal. Itu pun masih ditambah dengan riwayat pendidikan yang kusut dan ruwet. Ijazah SMA-nya tidak jelas. Lebih parah lagi, dari bapaknya yang sudah parah.

Jika tuntutan ini berhasil, maka Jokowi dan keluarganya akan ikut terseret. Reputasi (maksudnya kalau dia merasa punya reputasi), jaringannya bisa runtuh seketika. Yang paling mereka takutkan, bahkan perlindungan politik langsung buyar.

Karena itu, wajar jika Jokowi panik. Untuk itu, ia butuh memastikan anaknya tetap menempel pada Prabowo. Jaminan itu, bahkan sampai 2029. Paket Prabowo-Gibran dua periode, adalah jaring pengamanan terakhir dinasti Jokowi.

Ancaman Terselubung
Pegiat media sosial LIRA (Naz Lira) menilai, pernyataan Jokowi sejatinya warning terselubung bagi Prabowo.

Pesannya, clear; ‘kalau mau aman, jalankan skenario yang saya tentukan’. Kalau tidak, Jokowi siapa mengguncang politik.

Ini, bukan pertama kali. Pada 6 Juni 2025 silam, Jokowi juga sudah menegaskan bahwa pemilihan presiden adalah satu paket. ‘Ancaman’ disampaikan, saat wacana pemakzulan Gibran makin kencang. Artinya, jika Gibran jatuh, Prabowo juga harus ikut jatuh. Inilah cara Jokowi menekan, sekaligus menunjukkan bahwa dia masih merasa berkuasa.

Sedangkan, kalau tuntutan rakyat makin besar dan berhasil, Jokowi serta keluarganya akan menghadapi masa sulit. Bukan tidak mungkin, proses hukum menanti. Semua, dosa politik dan kebijakan yang menyengsarakan rakyat bisa diseret ke meja hijau.

Inilah sebabnya, Jokowi berusaha keras memastikan Gibran tetap di lingkaran kekuasaan. Selama anaknya aman, Jokowi merasa punya tameng. Selama paket Prabowo-Gibran berjalan, dia merasa masih bisa bernafas lega. Jangan lupa, pada 2021 lalu, lembaga internasional OCCRP bahkan menobatkan Jokowi sebagai; ‘finalis koruptor dunia’. Label memalukan ini bukan main-main, dan bisa jadi ancaman serius jika proses hukum kelak dibuka.

Tapi rakyat tidak boleh terkecoh. Dinasti politik ini hanya akan memperpanjang penderitaan bangsa. Kita harus mengingatkan: negeri ini bukan warisan keluarga Jokowi. Bukan pula arena percobaan politik dinasti.

Pada titik ini, publik menilai Prabowo pun sedang dipaksa berada dalam posisi sulit. Dia sudah menyatakan soal dua periode adalah urusan dirinya dan Tuhan. Bukan urusan pihak lain, termasuk, tentu saja, Jokowi. Itu sinyal bahwa Prabowo tidak mau dijadikan boneka.

Kita harus dukung untuk sikap ini. Prabowo sedang menghadapi tekanan luar biasa dari dinasti politik yang tidak mau mati. Rakyat mesti berdiri di belakang Prabowo untuk menolak segala bentuk intervensi Jokowi.

Sejarah harus mencatat, Prabowo bukan sekadar perpanjangan tangan Jokowi. Dia, harusnya, adalah pemimpin yang berdaulat. Punya jalannya sendiri. Itulah sebabnya dukungan rakyat sangat penting agar dia bisa melepaskan diri dari belitan cawe-cawe yang kotor.

Cawe-cawe Jokowi bukan lagi sekadar intervensi, tapi upaya mempertahankan dinasti dari ancaman runtuhnya legitimasi. Karena itu, rakyat tidak boleh diam. Kita harus berdiri bersama, mendukung Presiden Prabowo agar tidak tunduk pada tekanan keluarga politik yang rakus.

Indonesia terlalu besar untuk digerakkan oleh satu orang. Apalagi jika orang itu adalah Jokowi. Terlalu agung untuk dijadikan sandera oleh satu keluarga. Sudah saatnya kita hentikan politik dinasti, demi menyelamatkan bangsa ini. Kita lawan Jokowi!.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Publik

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Giat Personel Gabungan Bersihkan Jembatan Cagar Budaya di Matraman Jakarta Timur

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Rls/Muhamad Dekra
    • visibility 112
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta 7 Desember 2025| Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, memimpin Aksi Kebersihan Minggu Pagi (AKMP) di jembatan Matraman, Jalan Raya Matraman, Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Minggu (7/12/2025). Jembatan yang dikenal sebagai Viaduct Matraman merupakan cagar budaya, peninggalan bersejarah dan saksi bisu perjalanan Kereta Api Indonesia (KAI). AKMP (Alat Kesehatan Medis Primer), yang diawali […]

  • Lantik Pejabat Fungsional, Wamen Ossy Harapkan Peran Dosen Lektor dalam Transformasi STPN

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 257
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Agustus 2025| Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (Wamen ATR)/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Waka BPN), Ossy Dermawan, Kamis (28/8), melantik Pejabat Fungsional Dosen Lektor pada Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Wamen Ossy menaruh harapan besar, kepada pegawai terlantik untuk mentransformasikan ilmu pengetahuannya sebagai seorang pendidik bagi para penerus bangsa. “Saya sungguh berharap […]

  • Pengalaman Buruk dengan Polisi: Mengapa Saya Harus Ditilang?

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 472
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Surabaya, 4 Desember 2025| Hari itu sebenarnya tidak ada yang istimewa. Pagi cerah, jalanan cukup padat seperti biasa, dan saya terburu-buru menuju sekolah untuk mengikuti pembelajaran. Semua perlengkapan kendaraan bermotor sudah saya siapkan: helm standar, STNK, SIM, serta kelengkapan fisik seperti spion dan lampu. Tidak ada yang kurang. Saya mengendarai motor dengan kecepatan normal, tidak […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Nanggung Hadiri Peresmian Rumah Belajar Garitan

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 117
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor, 23 Juli 2025| Dalam rangka mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat dan upaya pelestarian lingkungan, Bhabinkamtibmas Desa Kalongliud Polsek Nanggung Polres Bogor, Bripka Dody, menghadiri kegiatan peresmian Rumah Belajar Garitan (Gerakan Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan) yang berlokasi di Kampung Bongas III RT 02/09 Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (23/07/2025). Kegiatan […]

  • Kapolri Wajib Mengundurkan Diri Atau Dicopot Presiden

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Naryoto
    • visibility 74
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Lampung, 31 Agustus 2025| Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Sebaiknya Mengundurkan Diri. Hal ini disampaikan oleh pimpinan pusat lembaga tegakkan amanat rakyat (TEGAR), Ia mengecam keras kematian Affan Kurniawan dalam aksi demonstrasi di Jakarta kemarin. Mereka menyebut tragedi ini sebagai extra-judicial killing dan menuntut pertanggungjawaban penuh Presiden dan Kapolri. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan […]

  • Walikota Hadiri Pemusnahan Obat Daftar G di Ciracas Jaktim “Ingatkan Anak Muda Jangan Terlibat Narkoba & Obat Keras”

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta 15 Desember 2025| Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, menghadiri pemusnahan 67.605 obat-obat keras hasil dari operasi penertiban penyalahgunaan obat selama satu tahun di Kantor Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025). Pemusnahan obat-obat keras merupakan wujud komitmen Pemerintah kota Administrasi Jakarta Timur, TNI, Polri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Badan Pengawas Obat “Badan Narkotika […]

expand_less