Breaking News
light_mode
Home » Info Demo » Polisi Berhasil Bubarkan Bentrokan Antar Warga di Pasar Pondok Gede Bekasi

Polisi Berhasil Bubarkan Bentrokan Antar Warga di Pasar Pondok Gede Bekasi

  • account_circle M.Ifsudar
  • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
  • visibility 272
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bekasi, 31 Agustus 2025| Kerusuhan terjadi di wilayah Pasar Pondok Gede Bekasi, warga saling serang ,(3125)  padaMinggu malam. Bermula terjadi bentrokan di kawasan tersebut adanya sekumpulan massa yang mencoba mendatangi Polsek Pondok Gede yang berlokasi di dekat pasar tersebut. Namun oleh salah seorang warga pasar yang tidak ingin adanya keributan diarea pasarnya diganggu. Diduga ada kesalahpahaman yang kemudian terjadi kericuhan  antara warga dengan massa tersebut.

Menurut saksi, dari pihak kepolisian sudah berada di lokasi. Warga yang mendatangi Polsek sempat dipukul mundur, namun kemudian mereka kembali lagi dengan masa yang lebih banyak. Terpantau sejumlah alat yang dipakai kedua belah pihak berupa bambu, petasan, batu hingga botol berserakan dijalan.

Aparat langsung bergerak menangkap massa yang hedak melakukan kericuhan, sehingga keadaan semakin memanas antara warga pasar dengan warga lain dan saling serang, kondisi mulai tidak kondusif, hingga Polisi berseragam preman terpantau sedang menyeret salah seorang pemuda untuk diamankan.

Sementara sekelompok massa, yang diduga merupakan warga berkumpul di depan Jalan Penghulu II menghalau aparat untuk tidak masuk ke pemukiman mereka. Dengan menenteng senjata api laras panjang, polisi berseragam preman mulai memburu massa yang membuat onar. Sejumlah tembakan peringatan ke udara dilepaskan, membuat suasana semakin mencekam.

Arus lalu lintas di jalan  Jatiwaringin terpantau padat merayap akibat kerusuhan tersebut, masyarakat yang hendak melintas terpaksa putar balik mencari aman.

Aksi massa terlihat membakar ban, petasan dan kembang api kearah Polisi dan warga yang membantu melerai. Serangan dibalas dengan tembakan gas air mata oleh aparat. Aparat juga menembakan peringatan. Massa yang di dominasi oleh anak anak remaja ini akhir mudur dan berlarian. Seorang warga dengan keras bertriak, “Woyy tahan-tahan woyyy,” teriak seorang warga dengan nada tinggi sambil berlari.

Salah satu anggota Berimob mengatkan bahwa,” Ia bersama Sat-Brimob Banten yang diterjunkan berjumlah 80 personil yaitu dari Polsek Pondok Gede dan Polres Bekasi Sampai titik terakhir terpantau massa aksi telah membubarkan diri dan keadaan kembali konfusif.[]

  • Author: M.Ifsudar
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPINI: Urgensi Etika Publik di Tengah Polemik Rangkap Jabatan dan Gaji Fantastis

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 27
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 2 Februari 2026| ​Fenomena rangkap jabatan yang kembali menyeruak ke permukaan publik bukan sekadar isu administratif semata. Ketika satu nama memegang tiga posisi strategis sekaligus dengan akumulasi gaji yang menyentuh angka miliaran rupiah, hal ini mengirimkan sinyal yang meresahkan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak menentu. ​Publik berhak bertanya: apakah republik ini […]

  • Irjen Asep Edi Suheri Lantik Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 289
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Januari 2026| Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin langsung Upacara Pelantikan Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang (Dirres PPA dan PPO) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo. Upacara pelantikan tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Metro Jaya serta para Kapolres jajaran. Pelantikan ini merupakan […]

  • “Bukan Orang Sembarangan! Mengenal Sugiono, Eks Kadet Amerika Kepercayaan Prabowo yang Kini Jadi Menlu RI Cetak Sejarah Baru!

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 41
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 31 Januari 2026| Nama Sugiono kini resmi tercatat dalam sejarah diplomasi Indonesia. Sejak dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun 2024, ia memecahkan kebuntuan panjang sebagai sosok pertama dari partai politik yang menjabat posisi tersebut setelah era Alwi Shihab (1999–2001). Tak hanya itu, Sugiono juga menjadi Menlu pertama dengan latar belakang militer yang kuat. […]

  • Mahasiswa Bogor Kecam Pembahasan RUU KUHAP Baru, Cacat Prosedural, Ancaman Demokrasi

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle AG
    • visibility 342
    • 0Comment

    Tegarnesw.co.id-Bogor, 6 Desember 2025| Komite Mahasiswa untuk Keadilan Sosial (KMKS Bogor) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Sudirman Kota Bogor, menolak keras proses pembahasan RUU KUHAP Baru yang dinilai tidak transparan, cacat prosedural dan berpotensi melemahkan prinsip negara hukum serta perlindungan HAM di Indonesia. Proses legislasi yang dilakukan secara tertutup ini jelas bertentangan dengan UU […]

  • Identitas Dicatut untuk Transaksi Narkoba, Mediasi Kasus Pencemaran Nama Baik di Jatikramat Buntu?

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle M.Ifsudar/Muhfiabi
    • visibility 16
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi, 22 Maret 2026 | Upaya mediasi kekeluargaan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang menimpa seorang warga berinisial (JL) berakhir tanpa titik terang. Kasus ini mencuat setelah identitas (JL) diduga dicatut oleh dua pemuda untuk melakukan transaksi narkoba melalui media sosial. ​Kronologi Kejadian Peristiwa bermula pada Kamis, 19 Maret 2026. Dua pelaku, […]

  • Dekadensi Meritokrasi: Legitimasi Ijazah Palsu sebagai Katalisator Korupsi Sistemik Daerah

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 87
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 Januari 2026| Fenomena Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat publik, seperti kasus suap jabatan perangkat desa yang menyeret Bupati Pati, Sadewo, baru-baru ini bukanlah sekadar anomali hukum, melainkan manifestasi dari pembusukan struktural. Ketika jabatan publik di 401 desa diperdagangkan dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp. 250 miliar (asumsi 5 perangkat desa dengan setoran […]

expand_less