Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Polisi Penjaga Korporasi: Menggugat Dehumanisasi Masyarakat Adat Dayak oleh Polri

Polisi Penjaga Korporasi: Menggugat Dehumanisasi Masyarakat Adat Dayak oleh Polri

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
  • visibility 30
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Kapuas, Kalimantan Tengah, 11 Maret 2026 | Konflik agraria dan sengketa lahan antara masyarakat adat dengan perusahaan tambang raksasa kembali memanas di wilayah hukum Polres Kapuas. Laporan penanganan aksi Aliansi Masyarakat Adat Dayak di areal PT Asmin Bara Barunang (ABB) menunjukkan sebuah pola lama yang menyakitkan: aparat kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung rakyat, justru terlihat menjadi “perisai hidup” bagi kepentingan korporasi.

Ketegangan ini bermula dari tuntutan masyarakat adat Dayak terkait hak atas tanah ulayat yang diduga diserobot oleh aktivitas pertambangan. Bukannya mengedepankan dialog substantif yang menghormati hak-hak adat, kehadiran aparat di lapangan seringkali justru intimidatif dan represif, dengan dalih menjaga Objek Vital Nasional (Obvitnas) atau ketertiban umum.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, memberikan pernyataan yang sangat tajam dan tidak kompromi terhadap fenomena ini. Menurutnya, keterlibatan aktif Polri dalam membentengi perusahaan dari tuntutan rakyat adalah bentuk pelacuran institusi.

Tokoh HAM internasional Indonesia ini mengaku sangat muak melihat moncong senjata dan seragam cokelat berdiri dengan congkaknya menghalangi warga asli yang hanya ingin menuntut hak atas tanah leluhur mereka. “Apakah gaji polisi dibayar oleh rakyat atau oleh PT ABB? Jika polisi hanya berfungsi sebagai ‘backing’ atau satpam elit korporasi, maka lebih baik lepas seragam negara dan ganti dengan seragam sekuriti perusahaan!,” seru Wilson Lalengke dengan tegas, Selasa, 10 Maret 2026.

Kapolres Kapuas dan Kapolda Kalteng, tambahnya, harus sadar bahwa mereka adalah abdi negara, bukan abdi pemodal. Tindakan aparat yang membiarkan korporasi mengeruk kekayaan alam sambil menindas warga lokal adalah pengkhianatan telanjang terhadap janji setia kepada konstitusi.

Wilson Lalengke memberikan penilaian bahwa dalih “penegakan hukum” seringkali hanya digunakan untuk mengkriminalisasi para aktivis adat yang vokal. “Jangan gunakan pasal-pasal karet untuk membungkam masyarakat adat. Jika perusahaan yang salah, tangkap pimpinannya! Jangan justru rakyat yang berjuang mempertahankan tanahnya yang diseret ke penjara,” tegas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Hukum Rimba di Bawah Jubah Legalitas

Secara filosofis, apa yang terjadi di Kapuas mengingatkan kita pada pemikiran filsuf Jerman, Karl Marx (1818-1883), mengenai negara sebagai “alat penindas” bagi kelas penguasa (pemilik modal). Dalam konteks ini, aparat penegak hukum berfungsi sebagai instrumen untuk menjaga akumulasi modal dengan cara menyingkirkan hambatan sosial, yaitu masyarakat adat.

Selain itu, filsuf John Locke (1632-1794) menegaskan bahwa tujuan utama dibentuknya pemerintah adalah untuk melindungi hak milik (property rights) warganya. Namun, ketika pemerintah (melalui polisi) justru membantu korporasi merampas hak milik rakyat, maka pemerintah tersebut telah kehilangan legitimasi moralnya. Keberpihakan aparat kepada PT. ABB adalah bentuk nyata dari runtuhnya kontrak sosial di Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selalu mendengungkan jargon “Polri Presisi”. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa “Presisi” seringkali berarti “Tegas ke Rakyat, Lemas ke Perusahaan”. Masyarakat adat Dayak bukan musuh negara; mereka adalah penjaga paru-paru dunia yang sah secara adat dan sejarah.

Wilson Lalengke berharap Mabes Polri dan Kompolnas mengevaluasi secara total penanganan konflik di PT. ABB. Polisi harus ditarik dari fungsi pengamanan internal perusahaan dan dikembalikan ke fungsinya yang asli: melayani, mengayomi, dan melindungi rakyat.

“Jika penindasan ini terus berlanjut, maka jangan salahkan jika masyarakat kehilangan kepercayaan total kepada institusi Polri dan memilih cara mereka sendiri untuk mencari keadilan,” petisioner HAM PBB tahun 2024 itu menutup pernyataannya.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOMUK Desak Wali Kota dan Dewas PD Pasar Lakukan Evaluasi Total: “Copot Direksi dan Karyawan Bermasalah!”

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle AG
    • visibility 578
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 26 November 2025| Komunitas Masyarakat Kota (KOMUK) Kota Bogor kembali menegaskan desakan agar Wali Kota Bogor dan Dewan Pengawas (Dewas) segera melakukan evaluasi tanpa kompromi terhadap direksi, pejabat, dan seluruh jajaran manajemen Perumda Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ). KOMUK menilai kondisi pasar yang terus memburuk merupakan bukti bahwa tata kelola di tubuh BUMD […]

  • Muspika Ciawi Gelar Aksi Jumsih Jelang Hari Jadi Bogor ke-543, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 110
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam rangka menyambut Hari Jadi Bogor ke-543, Muspika Ciawi bersama berbagai unsur masyarakat menggelar kegiatan Gotong Royong Jumat Bersih (Jumsih) sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan. Aksi sosial ini dilaksanakan pada Jumat pagi (23/5/2025) di sepanjang Jalan Raya Jenderal Imam Santoso, mulai dari Ciawi hingga Simpang Lampu Merah Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten […]

  • ULTRA Jakarta Gelar Turnamen Billiard Meriahkan HUT RI ke-77

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 623
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta Selatan, 24 Juli 2025| Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, Yayasan Natura Indonesia Ultra Addiction Center (ULTRA Jakarta) akan menyelenggarakan turnamen billiard bertajuk “Beyond The Game: It’s not about winning, but it’s bringing us together”. Ajang silaturahmi ini akan berlangsung pada tanggal 24 Agustus 2025 di sebuah rumah billiard di Jakarta Selatan. […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Klapanunggal Sambang Warga Desa Klapanunggal dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle Red
    • visibility 1.520
    • 0Comment

    Tegarnews.site-Polres Bogor| Bhabinkamtibmas Polsek Klapanunggal Polres Bogor Polda Jabar Aiptu Amir Murtono menyambangi warga binaan diwilayah Desa Klapanunggal Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor. Kegiatan sambang ini menjadi rutinitas untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan deteksi dini dalam rangka pemeliharaan kamtibmas diwilkum Polsek Klapanunggal Minggu (20/04/2025). Kegiatan tersebut adalah salah satu sarana yang dilakukan oleh anggota Polri […]

  • Pelindo Regional 1 Gelar “Healthy Talk Pola Hidup Sehat” Bersama Tenaga Medis dan Praktisi Kebugaran

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 108
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 24 September 2025| PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 menggelar kegiatan Healthy Talk Pola Hidup Sehat di Ruang Teater Lantai 7B, Rabu (24/9). Acara ini menghadirkan para ahli kesehatan dan praktisi kebugaran untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan rangkaian agenda menarik, di antaranya edukasi […]

  • Dalam Duka, Kita Tetap Bersaudara Sebangsa dan Setanah Air

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 99
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Banten, 29 Agustus 2025|Duka mendalam menyelimuti bangsa ini atas wafatnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Peristiwa tragis ini menggores hati kita semua, mengingat Affan adalah bagian dari kita, anak bangsa yang seharusnya dilindungi. KH. Asep Syaefudin Asy Syadzily Tokoh agama Banten yang biasa dipanggil Abi […]

expand_less