Presiden Prabowo Meresmikan Kampus dan SMA Taruna Nusantara di Malang
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- visibility 118
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Malang, 15 Januari 2026| Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Peresmian ini, menjadi agenda utama kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Malang dalam rangka penguatan pendidikan nasional.
Presiden Prabowo tiba di Malang menggunakan helikopter kepresidenan AgustaWestland 189 (AW189) berwarna putih. Usai mendarat di lapangan Kodam V/Brawijaya, Kepala Negara ini melanjutkan perjalanan menuju SMA Taruna Nusantara di Kecamatan Pagak.
Dalam kunjungannya itu, terdapat momen berbeda saat Presiden Prabowo menuju lokasi sekolah. Presiden Prabowo terlihat membagikan kaus kepada masyarakat yang menyambut kedatangannya di sepanjang jalan.
Presiden Prabowo berdiri di atas mobil kepresidenan Maung Garuda sambil melambaikan tangan dan melemparkan kaus ke arah warga. Aksi spontan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang berjejer di sisi jalan.
Sepanjang perjalanan, warga tampak memanggil dan menyapa Presiden Prabowo. Kepala Negara beberapa kali membalas sapaan tersebut dengan senyum dan lambaian tangan.
Setibanya di pelataran SMA Taruna Nusantara Terintegrasi Kampus Malang, Presiden disambut barisan siswa berseragam lengkap. Para siswa berdiri rapi menyerupai pasukan jajar kehormatan menyambut kedatangan Kepala Negara.
Presiden Prabowo kemudian berjalan menyusuri karpet biru yang telah disiapkan. Ia membalas salam hormat para siswa yang berdiri tegap di sisi jalur penyambutan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo sempat mengabsen jajaran menteri dan kepala lembaga negara yang merupakan alumni SMA Taruna Nusantara. Presiden Prabowo menegaskan, banyak lulusan SMA Taruna Nusantara yang kini berkiprah di tingkat nasional.
“Sejak tahun 1990 sampai sekarang, terbukti kader lulusan SMA TN telah membuktikan diri menonjol di tingkat nasional. Bahkan, kabinet yang saya pimpin, alumni dan banyak lulusan TN,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menyebut Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai alumni angkatan kelima sekaligus Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara. Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merupakan alumni angkatan keenam, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono alumni angkatan kedua.
Presiden Prabowo menuturkan, pendidikan merupakan instrumen utama untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan menentukan kesejahteraan rakyat.
“Pendidikan adalah instrumen pembangunan, pendidikan adalah instrumen kesejahteraan. Pendidikan adalah instrumen demokrasi, pendidikan dan kesehatan adalah instrumen menghilangkan kemiskinan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menyebut, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendidikan yang kuat, negara mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi rakyat.
“Dengan demikian, kita dapat memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. Kita dapat memberi kualitas hidup kepada seluruh rakyat Indonesia dalam kondisi yang baik, hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan,” ucap Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan SMA Taruna Nusantara harus mencetak pemimpin masa depan yang jujur, berintegritas, dan antikorupsi. Presiden meminta nilai kejujuran ditanamkan sejak dini oleh seluruh jajaran pendidik.
“Kita ingin menanamkan akhlak, kita ingin menanamkan kepribadian yang baik, yang bersih. Melahirkan pemimpin-pemimpin yang jujur, pemimpin-pemimpin yang tidak akan korupsi, pemimpin-pemimpin yang akan berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” kata Presiden.
Presiden menekankan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik semata. Pembinaan karakter dan akhlak harus menjadi fondasi utama sistem pendidikan Taruna Nusantara.
“Karena sejak tahun 1990 sampai sekarang, terbukti. Kader-kader lulusan TN telah membuktikan diri menonjol di tingkat nasional,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga menargetkan pembangunan kampus SMA Taruna Nusantara di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, negara-negara maju memiliki ratusan sekolah dengan pola pendidikan serupa.
“Di sebuah negara mungkin terdapat lebih dari 100 sekolah semacam ini. Di Malaysia saja sudah lebih dari 20 sekolah dan di Inggris sudah ratusan tahun terdapat ratusan sekolah,” ucap Presiden.
Saat ini, Indonesia memiliki SMA Taruna Nusantara di Magelang, Cimahi, dan Malang. Presiden menyebut pembangunan kampus berikutnya direncanakan di IKN, Sulawesi Tenggara, dan Sumatra Selatan yang ditargetkan beroperasi akhir 2026.
Sementara itu, salah satu siswa SMA Taruna Nusantara asal Medan, Abraham Stefano Tambunan, mengaku kagum terhadap sosok Presiden Prabowo. Ia menilai Presiden sebagai pemimpin yang tegas, disiplin, dan memiliki visi kuat di bidang pendidikan.
“Pak Prabowo itu mencerminkan kepemimpinan yang saya sukai dan kedisiplinan yang saya selalu pedomani,” ujar Abraham.
Abraham menyebut gagasan Presiden membangun sekolah unggulan di setiap provinsi sebagai bukti perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas.
“Untuk kepemimpinan sendiri, kita dapat lihat. Beliau yang sudah memiliki ide untuk membangun setiap sekolah unggulan di setiap provinsi,” katanya.
Menutup sambutannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah merenovasi puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia. Presiden menargetkan peningkatan kualitas 300 ribu sekolah dapat diselesaikan dalam empat tahun ke depan.
“Tahun ini saya akan renovasi 60 ribu sekolah, kita punya 300 ribu sekolah di Indonesia. Kualitas kita tingkatkan di setiap bidang,” kata Presiden.
Usai peresmian, Presiden meninjau langsung fasilitas dan proses belajar mengajar di SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Dengan menaiki mobil golf bersama jajaran menteri, Presiden berkeliling area sekolah untuk melihat sarana pendidikan secara langsung.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan nasional. Pemerintah berharap SMA Taruna Nusantara menjadi model pendidikan berkarakter dalam mencetak generasi pemimpin masa depan Indonesia.[☆]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment