Ricuh! Demo di Jakarta Banyak Memakan Korban Jiwa, Massa Aksi Dikepung Gas Air Mata oleh Aparat
- account_circle Syarif H / M Dekra
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12

Tegarnews.co.id – Jakarta, 29 Agustus 2025| Aksi serentak yang digelar oleh buruh dan mahasiwa pada, (28/08/2025) berujung ricuh. Banyak jatuh korban jiwa dan massa aksi terkepung kabut gas air mata yang ditembakkan oleh aparat.
Setelah dipukul mundur oleh aparat dari gedung DPR, massa aksi bertahan di Jl. Pejompongan Raya, Jakarta Pusat hingga sore hari.
Pada pukul 16.10 WIB, massa yang terdiri dari anak-anak sekolah (STM) dan pemuda-pemuda yang berjumlah puluhan bahkan ratusan mulai bergabung ke dalam barisan aksi.
Melihat jumlah massa yang semakin ramai, pihak kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata untuk mengurai kerumunan.
Karena merasa geram, massa akhirnya melakukan perlawanan kepada aparat dengan melemparkan batu hingga membawa petasan / kembang api.
Akibatnya bentrokkan pun tak bisa terelakkan, dan korban dari massa mulai berjatuhan.

Dokumentasi: Evakuasi Korban Massa Aksi
Puncaknya pada pukul 17.00 WIB, massa aksi yang sedang fokus melakukan perlawanan ternyata di press oleh pasukan bermotor kepolisian dari belakang sambil menembakkan banyak sekali gas air mata. Massa aksi kocar-kacir berhamburan mencari jalan untuk menyelamatkan diri, beberapa ada yang masuk pemukiman dan selebihnya memanjat pagar gedung-gedung di sekitar Jl. Pejompongan Raya.
Imbasnya, jalanan dipenuhi dengan kabut asap gas air mata. Menyebabkan banyak jatuh korban jiwa dari pihak massa aksi akibat terkena tembakan langsung, dan terlalu banyak menghirup asap panas tersebut. Beberapa anggota massa yang tertinggal di lokasi pun akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian.

Dokumentasi: Massa Aksi Dikepung Kabut Gas Air Mata yang Ditembakkan Aparat
Menjelang maghrib massa akhirnya perlahan mundur untuk istirahat, dan melanjutkan kembali aksinya sampai malam hari. Dengan korban yang terus menerus berjatuhan serta massa yang semakin ramai memadati lokasi membuat pihak kepolisian kewalahan.
Aip Orlandio, salah satu aktivis yang berada di lokasi menjelaskan, massa aksi kali ini benar-benar menunjukan ekpresi kekecewaan dan kemarahannya terhadap pemerintah. Terlebih kepada aparat kepolisian yang seakan melindungi para elit dan menjadi alat untuk melawan rakyat.
“Apapun yang dilakukan massa aksi kali ini, adalah sejujur-jujurnya bentuk dari ekspresi kekecewaan dan kemarahan rakyat kepada para wakilnya (DPR & Pemerintah).” jelas Aip Orlandio, kapada wartawan (28/08/2025.
“Kami hanya ingin menyuarakan keresahan kami sebagai rakyat. Tapi kok malah disambut dengan pentungan dan tembakan gas air mata dari kepolisian. Katanya polisi tugasnya mengayomi dan melindungi rakyat, tapi nyatanya gak lebh dari seketar alat para elit untuk melawan rakyat.” tegasnya.

Dokumentasi: Kondisi Aksi Saat Malam Hari
Di sisi lain, menurut informasi dari Organisasi masyarakat sipil Lokataru Foundation, mencatat sedikitnya 600 orang telah ditangkap oleh Polda Metro Jaya beserta jajarannya dalam aksi demo di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025.
Angka tersebut terhitung per 21.20 WIB malam ini. “Update 600 orang sudah ditangkap di Polda” kata Avicenna, juru bicara Lokataru, saat dihubungi lewat pesan singkat (28/08/2025). [*]
- Penulis: Syarif H / M Dekra
- Editor: Redaksi
- Sumber: Syarif Hidayatullah
Saat ini belum ada komentar