Breaking News
light_mode
Home » Opini » Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 344
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Desember 2025| Ditengah duka dan kepanikan warga akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Nusantara, publik justru dihadapkan pada satu ironi mencolok: ‘peternakan’ milik mulyono tak pernah menampakkan batang hidungnya di lokasi bencana. Tidak ada kehadiran, tidak ada bantuan terbuka, dan tidak terlihat empati yang sepadan dengan sumber daya besar yang selama ini di keruk dan mereka nikmati.

Mulyono sebagaimana dimaklum, dikenal dekat dengan lingkar kekuasaan dan memperoleh berbagai kemudahan struktural. Namun saat rakyat berada dalam kondisi paling genting—kehilangan tempat tinggal, penghasilan, bahkan anggota keluarga—kehadiran itu menguap. Absennya bukan sekadar soal fisik, melainkan simbol putusnya tanggung jawab moral elite ekonomi terhadap penderitaan publik.

Obor Panjaitan, Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), dalam edar release nya menilai, fenomena ini sebagai potret telanjang cara negara dikelola. Negara, menurut Obor, telah lama diperlakukan seperti ladang ternak oleh oligarki rakus; diperas saat subur, dan ditinggalkan saat krisis.

“Ini bukan perkara satu pengusaha tidak datang ke lokasi bencana. Ini soal sistem yang membiarkan pemilik modal menikmati konsesi, kredit, dan perlindungan politik, tetapi bebas dari kewajiban sosial ketika rakyat jatuh tertimpa musibah,” ungkap Obor.

Ia juga menegaskan, pembiaran semacam ini adalah bentuk kegagalan negara menjalankan mandat konstitusi. Pasal 34 UUD 1945, menempatkan fakir miskin dan korban bencana sebagai tanggung jawab negara. Namun dilapangan, negara justru sering absen, digantikan oleh relawan, donasi warga, dan solidaritas komunitas akar rumput.

Pola ini berulang: rakyat patungan, masyarakat bergerak, sementara elite ekonomi memilih diam. Ketimpangan tersebut tidak lagi bisa dianggap sebagai kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari relasi kuasa yang timpang antara modal dan kebijakan publik.

IPAR mengajak masyarakat, untuk berhenti memaklumi, absennya empati para elite. Publik perlu lebih sadar, lebih kritis, dan berani mempertanyakan siapa sebenarnya yang dihadirkan negara; rakyat atau segelintir pemilik kepentingan.

Jika bencana kemanusiaan saja tidak mampu memanggil tanggung jawab mereka, maka jelas yang dipelihara bukan kepentingan publik, melainkan keserakahan yang dilanggengkan oleh sistem.[]

Oleh: Obor Panjaitan

Penulis: Obor Panjaitan dikenal juga sebagai Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), jurnalis investigasi dan pengamat sosial

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Dukung Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Serentak Di Grobogan

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 102
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Grobogan, Jawa Tengah| Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan penanaman jagung serentak kuartal III tahun 2025 yang digelar pada Rabu (9/7/2025) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa Polri mendapat target penanaman […]

  • Polsek Serang Baru Gelar Syukuran Kenaikan Pangkat, Kapolsek Apresiasi Kinerja Anggota

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi – Polsek Serang Baru menggelar acara syukuran untuk merayakan kenaikan pangkat sejumlah personel. Acara berlangsung di Markas Komando Polsek Serang Baru, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (04/07/2025).   Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya kegiatan yang turut dihadiri para pejabat utama dan seluruh […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Sambang Warga Dan Beri Imbauan Kamtibmas Di Desa Cikuda

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 90
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Cikuda Polsek Parungpanjang, Aiptu Soma, melaksanakan kegiatan sambang ke rumah-rumah warga di wilayah binaannya, Jumat (23/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas Bhabinkamtibmas dalam rangka menjalin komunikasi yang baik antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Sambang ini dilakukan di beberapa […]

  • Kementrian Agraria Dan Badan Pertanahan Nasional Wilayah Sumatra Utara Menyerahkan Sertifikat Tanah

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 80
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Sumatra Utara, 5 Agustus 2025|Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Penyerahan Sertipikat Tanah dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 yang berlangsung di Hotel Adimulia Medan, Senin (04/08/2025). Penyerahan ini merupakan langkah nyata BPN Sumut dalam mendukung transformasi layanan pertanahan yang cepat, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat maupun instansi […]

  • Mentan Keliru: Dedi Mulyadi Dipanggil Ridwan Kamil di Hadapan Presiden

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 59
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Karawang, 7 Januari 2026| Suasana riuh dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, mendadak pecah oleh gelak tawa dan gemuruh warga. Pemicunya adalah insiden salah sebut yang dilakukan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyapa para pejabat yang hadir. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan masyarakat, Mentan […]

  • BNN Luncurkan Program Nasional Indonesia Bersinar di Lahat, Dukung Asta Cita Prabowo

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 123
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Lahat-Sumut, 24 Januari 2026| Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meluncurkan program Nasional Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba). Kegiatan ini menegaskan komitmen BNN dalam mendukung kebijakan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Peluncuran Nasional di Lahat Acara peluncuran Nasional Kabupaten Bersinar dilaksanakan pada […]

expand_less