Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Saksi Bisu Perjuangan Para Guru SDN 1 Tualang Cut Aceh Tamiang Ditengah Kelelahan, Kesedihan dan Kehilangan

Saksi Bisu Perjuangan Para Guru SDN 1 Tualang Cut Aceh Tamiang Ditengah Kelelahan, Kesedihan dan Kehilangan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • visibility 73
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Aceh Tamiang, 5 Januari 2026| Lumpur banjir yang menutupi ruang-ruang kelas SDN 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, bukan sekadar sisa bencana alam. Ia menjadi saksi bisu perjuangan para guru yang bertahan di tengah kelelahan, kesedihan, dan kehilangan, demi satu harapan agar anak-anak bisa kembali bersekolah pada 5 Januari 2026.

Di balik lantai yang masih lembap dan dinding yang berlumur lumpur, Wakil Kepala Sekolah SDN 1 Tualang Cut, Ervita Handayani, bersama para guru dan staf, bekerja dalam diam. Tangan-tangan mereka kotor oleh lumpur, namun hati mereka dipenuhi tekad. Dengan peralatan seadanya, mereka membersihkan satu per satu ruangan, sembari menahan letih dan perasaan yang bercampur aduk.

Kesedihan itu kian terasa karena perjuangan ini sejatinya adalah perjuangan bersama Kepala Sekolah mereka tercinta. Sosok yang sejak awal begitu berharap sekolahnya kembali pulih, namun takdir berkata lain. Dalam kondisi sakit, beliau tetap menyimpan harapan besar dan menyambut kabar bantuan dengan senyum dan rasa syukur.

“Waktu itu saya sampaikan bahwa Polres Langsa dan Polsek Tualang Cut akan membantu,” kenang Ervita dengan suara lirih. “Beliau sangat senang, walaupun saat itu beliau sedang sakit.”

Bantuan Polri menjadi titik terang di tengah keputusasaan. Personel Polres Langsa bersama Polsek Tualang Cut serta satu pleton Brimob datang dengan jumlah yang cukup banyak. Mereka menyingsingkan lengan baju, mengangkat lumpur dari ruang kelas, perpustakaan, dan jalur masuk sekolah. Meja, kursi, serta buku-buku yang basah diangkat ke halaman sekolah. Semua dilakukan dengan penuh kepedulian, seolah sekolah itu adalah milik mereka sendiri.

Di tengah hiruk-pikuk pembersihan, sebuah pemandangan yang menggetarkan hati terjadi. Kepala Sekolah SDN 1 Tualang Cut, meski dalam kondisi kesehatan yang menurun, memaksakan diri hadir. Dengan langkah pelan dan tubuh yang lemah, beliau ikut turun membersihkan lumpur bersama guru dan personel Polri. Tidak banyak kata yang diucapkan, namun keteladanan dan cintanya pada sekolah terpancar jelas dari setiap yang dilakukan.

Itulah hari-hari terakhir pengabdian beliau.

Tak lama berselang, sebelum sekolah benar-benar pulih sepenuhnya, Kepala Sekolah SDN 1 Tualang Cut berpulang ke pangkuanNya. Ia pergi tanpa sempat menyaksikan sekolahnya kembali bersih dan siap untuk menyambut tawa anak-anak didiknya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam yang masih terasa hingga hari ini.

Meski diliputi kesedihan, perjuangan harus tetap dilanjutkan. Berkat bantuan Polri dan kegigihan para guru, perlahan sekolah kembali bersih. Seluruh ruangan berhasil dituntaskan. Meski tanpa kelengkapan meubelair, semangat untuk menyambut siswa tetap menyala.

Foto: Para personel Polres Langsa bersama Polsek Tualang Cut dan satu pleton Brimob. “Menyingsingkan lengan baju.”

“Alhamdulillah, ruangan sudah bersih semua,” ujar Ervita dengan mata berkaca-kaca. “Walaupun nanti anak-anak mungkin harus lesehan, insyaallah kami siap.”

Ia juga menegaskan bahwa di hari-hari awal masuk sekolah, yang terpenting bukanlah pelajaran akademik, melainkan memulihkan hati dan mental anak-anak yang juga terdampak bencana.

“Mengajak mereka bermain, tertawa, menghilangkan trauma. Walaupun hanya dua atau tiga jam, itu sudah cukup berarti,” tuturnya pelan.

Puncak emosi tak terbendung ketika Ervita menyampaikan ucapan terima kasih. Suaranya bergetar, air mata jatuh satu per satu.

“Maaf…” ucapnya lirih. “Kepala sekolah kami tidak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung. Saya mewakili beliau yang sudah meninggal dunia, dan seluruh guru SDN 1 Tualang Cut, mengucapkan terima kasih kepada Mabes Polri dan seluruh jajaran Polri yang telah membantu kami…”

Tangis pun pecah.

“Terima kasih karena telah menolong kami di saat paling sulit. Terima kasih karena sudah peduli pada sekolah kami dan anak-anak kami. Teruslah berbuat baik untuk masyarakat…”

Perjuangan SDN 1 Tualang Cut bukan hanya tentang membersihkan lumpur. Ini adalah kisah tentang cinta pada pendidikan, tentang pengabdian yang tak sempat selesai, dan tentang harapan yang tetap hidup meski air mata terus mengalir.

Sebuah perjuangan yang kini dilanjutkan dengan doa, kenangan, dan semangat dari sosok Kepala Sekolah yang telah berpulang, demi masa depan anak-anak yang menanti di balik pintu sekolah.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: ABK

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akses Layanan Lebih Mudah: Kantor Pertanahan Kota Medan Hadir Senin hingga Sabtu

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 79
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 12 Desember 2025| Kantor Pertanahan Kota Medan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan publik dengan memastikan ketersediaan waktu pelayanan yang jelas, teratur, dan mudah diakses masyarakat. Pelayanan reguler dibuka setiap hari Senin hingga Jumat pada pukul 08.00 s/d 15.00 WIB, sehingga masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi pertanahan seperti pengecekan berkas, pengukuran, pendaftaran sertipikat, konsultasi, […]

  • Kapolsek Cibungbulang Bersama Koramil Dan Pol PP Laksanakan Ops Kryd Gabungan Amankan Kejahatan Malam Hari

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 148
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Kegiatan Sinergitas Tni / Polri Bersama Pol pp Kecamatan Dan Para Tokoh Masyarakat, Rutin dilaksanakan di wilayah kabupaten bogor khususnya wilayah kecamatan cibungbulang dan kecamatan pamijahan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Rabu Dini Hari (14/05/2025) Kapolres Bogor Akbp Rio Wahyu Anggoro S.H., S.I.K., M.H., Melalui Kapolsek Cibungbulang Kompol […]

  • Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Dramaga Giat Cooling Sistem Sambang Warga Beri Himbauan Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 100
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Giat sambang Kamtibmas Warga adalah tugas rutin Bhabinkamtibmas yg menjadi tugas kesehariannya, yakni dengan melaksanakan kunjungan kepada masyarakat binaannya untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat. Minggu (25/05/2025) Pada kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Babakan Aiptu Yan Ruhyana menyambangi Warganya dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas utk selalu meningkatkan kewaspadaan serta untuk bersama-sama ikut serta menjaga keamanan lingkungan […]

  • Wacana Impeachment Wapres Bukan Jalan Demokrasi, Tapi Ancaman Stabilitas Negara

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 416
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta, 23 Juli 2025| Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU), Andre Saputra Saputra Saputra, angkat suara menanggapi wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Republik Indonesia, Raka Buming Raka. Andre Saputra menyebut isu tersebut sebagai bentuk kegaduhan politik yang tidak berdasar secara konstitusional, serta berpotensi mengancam stabilitas nasional dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi. “Wacana impeachment ini […]

  • Pelaku Pembacokan Ketua DPD GMOCT Aceh Belum Ditangkap, Polisi Nagan Raya Diduga Lamban dan Tutup Mata? Ketum GMOCT akan Laporkan ke Divpropam Mabes Polri

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 216
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya (GMOCT) 20 Agustus 2025| Kasus pembacokan terhadap Ketua DPD GMOCT Provinsi Aceh, Ridwanto, hingga kini belum menemui titik terang, memicu dugaan adanya permainan kotor dalam penegakan hukum di Kabupaten Nagan Raya. Laporan resmi telah dibuat ke Polres Nagan Raya, namun pelaku yang identitasnya disebut-sebut sudah diketahui, masih bebas berkeliaran. Publik menilai kelambanan ini […]

  • Mentan Keliru: Dedi Mulyadi Dipanggil Ridwan Kamil di Hadapan Presiden

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 59
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Karawang, 7 Januari 2026| Suasana riuh dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, mendadak pecah oleh gelak tawa dan gemuruh warga. Pemicunya adalah insiden salah sebut yang dilakukan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyapa para pejabat yang hadir. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan masyarakat, Mentan […]

expand_less