Sekjen LIMIT Jambo Nada, “Pembungkaman Rakyat Adalah Pengkhianatan Terhadap Demokrasi”
- account_circle AG
- calendar_month Rab, 10 Des 2025
- visibility 126
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bogor,10 Desember 2025| Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM), Liga Mahasiswa Indonesia Timur (LIMIT) Bogor Raya melontarkan peringatan tajam terhadap pemerintah. Sorotan utama datang dari Sekretaris Jenderal LIMIT, Jambo Nada, yang tampil sebagai suara paling lantang dalam menolak segala bentuk pembatasan ruang kebebasan berpendapat di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Jambo Nada menegaskan bahwa hari HAM bukan hanya seremoni tahunan, melainkan alarm keras bahwa praktik pelanggaran HAM masih nyata dan terjadi di depan mata. Jambo menyebut bahwa pemerintah belakangan ini tampak semakin “paranoid” terhadap kritik, dan memilih pendekatan represif daripada dialog.
“Kami melihat negara mulai gagal menghargai suara rakyat. Pembatasan ruang demonstrasi, intimidasi terhadap aktivis, kriminalisasi pengkritik semua ini bukti bahwa demokrasi sedang mundur. Dan kami, LIMIT, tidak akan diam,” tegas Jambo Nada.
Jambo menilai bahwa pengetatan ruang sipil merupakan langkah yang mengancam masa depan kebebasan berekspresi. Ia menyebut bahwa pemerintah seakan lupa bahwa kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional, bukan hadiah dari kekuasaan.
“Kebebasan menyampaikan pendapat bukan barang yang boleh dibatasi sesuka hati. Itu hak yang dijamin konstitusi. Ketika pemerintah mulai membungkam rakyat, maka itu bukan lagi negara demokratis, tetapi negara yang takut kepada warganya sendiri,” lanjut Jambo.
LIMIT Bogor Raya melalui Sekjennya menuntut beberapa hal kepada pemerintah:
1. Hentikan segala bentuk pembatasan ruang demonstrasi serta tindakan represif aparat di lapangan.
2. Akhiri kriminalisasi terhadap mahasiswa, jurnalis, aktivis, dan masyarakat yang bersuara kritis.
3. Pastikan negara hadir sebagai pelindung, bukan penekan, bagi warganya.
4. Kembalikan ruang sipil sebagai ruang bebas, terbuka, dan demokratis.
Jambo Nada menegaskan bahwa LIMIT akan terus mengambil sikap di garis depan untuk mengawal isu HAM dan kebebasan sipil. Bagi Jambo, perjuangan ini bukan sekadar menyuarakan hak mahasiswa, melainkan mempertahankan masa depan demokrasi.
“Hari HAM ini bukan simbol. Ini perlawanan. Jika negara terus menutup telinga, maka kami akan bersuara lebih keras. LIMIT akan selalu berdiri bersama rakyat karena suara rakyat terlalu besar untuk dibungkam,”tutup Jambo Nada.[]
- Author: AG
- Editor: Rls/AG
- Source: AG






At the moment there is no comment