Sekjen TEGAR : Desak Kejagung Usut Tuntas Manipulasi Data Kadis Pendidikan Bandar Lampung!
- account_circle Rls/Naryoto
- calendar_month Sab, 3 Jan 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Lampung, 3 Januari 2026| Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tegakkan Amanat Rakyat (TEGAR) Lampung, Nasrun.CH meminta kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mengusut tuntas semua pihak yang terlibat dalam kasus dugaan manipulasi data yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan, Eka Afriana.
Dalam pernyataannya Nasrun menyampaikan bahwa tindakan manipulasi data tidak hanya merugikan masyarakat dan negara tetapi juga mencederai kepercayaan publik.
“berdasarkan pengakuan Kadisdik Bandar Lampung manipulasi data ini dilakukan secara sengaja dengan dalih menghindari gangguan mistis, maka jelas ini sudah masuk dalam ranah pidana dan harus segera di tindak, tidak ada yang kebal hukum di Indonesia siapapun itu”. tegas Nasrun

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Bandar Lampung, Eka Afriana
Nasrun juga menyampaikan ” Tidak hanya bu eka saja tetapi semua yang terlibat harus di tindak dan diusut tuntas karena hal tersebut jelas sangat merugikan negara apalagi ini sudah berlangsung dari tahun 2008, coba aja dihitung setiap bulan digaji pake uang negara padahal jelas umur diatas 35 tahun tidak bisa jadi PNS “
Nasrun menyampaikan akan mengkonsolidasikan hal ini kepada kawan-kawan Masyarakat lampung yang sedang berjuang tegakan keadilanuntuk sama-sama menyuarakan hal ini agar segera diusut tuntas oleh kejagung dan pihak terkait.
“Karena dalam pemalsuan data ini banyak yang terlibat maka kami DPP Lembaga Tegakkan Amanat Rakyat (TEGAR) Lampung akan meminta kejagung RI untuk mengusut tuntas kasus dugaan manipulasi data kadis pendidikan bandar lampung dan semua yang terlibat tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Sekjen Tegar Nasrun .CH menambahkan bahwa bandar lampung harus menjadi kota yang mengutamakan kepentingan rakyat dan bebas dari KKN “Hal ini tidak bisa terus dibiarkan demi bandar lampung maju dan bebas dari Kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,” pungkasnya.[]
- Penulis: Rls/Naryoto
- Editor: Redaksi
- Sumber: Jul


Saat ini belum ada komentar