Breaking News
light_mode
Beranda » Tokoh » Sosialisasi Empat Pilar, LaNyalla Ajak Generasi Muda Maknai Pancasila Sebagai Navigasi Kehidupan Bangsa

Sosialisasi Empat Pilar, LaNyalla Ajak Generasi Muda Maknai Pancasila Sebagai Navigasi Kehidupan Bangsa

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Surabaya, 12 Februari 2026| Anggota MPR RI yang juga anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyoroti cara pandang generasi muda terhadap Pancasila yang dinilainya kian memprihatinkan.

Ia menilai, melemahnya pemahaman tersebut menjadi sinyal serius bagi masa depan ideologi bangsa. Hal itu diungkapkannya, saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan tema “Pancasila Sebagai Navigasi Generasi Muda” yang digelar di Surabaya, Selasa (10/2-26).

LaNyalla mencontohkan fenomena yang belakangan ramai di media sosial, salah satunya tayangan YouTube yang menampilkan wawancara acak dengan siswa di sekolah. Dalam tayangan tersebut, sejumlah siswa tidak mampu menyebutkan sila-sila Pancasila secara lengkap dan berurutan.

“Yang membuat miris adalah ada beberapa siswa yang tidak hafal Pancasila,” ujar LaNyalla.

Kondisi tersebut juga diperkuat, oleh hasil survei Setara Institute pada Mei 2023 terhadap siswa SMA di lima kota besar di Indonesia. Salah satu temuan menyebutkan, bahwa; 83,3 persen responden menganggap Pancasila bukan ideologi permanen dan bisa diganti.

Menurut Ketua DPD RI periode 2019–2024 tersebut, temuan itu menunjukkan bahwa sebagian generasi muda tidak lagi memandang Pancasila sebagai sesuatu yang sakral.

“Artinya, generasi muda mungkin tidak menganggap Pancasila sebagai karya para pendiri bangsa yang bersifat final, melainkan sebagai kesepakatan yang harus terus dibuktikan manfaatnya dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.

LaNyala juga menjelaskan, ada sejumlah faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Faktor pertama, adalah; kesenjangan nilai antara teks Pancasila dan realitas yang dirasakan anak muda.

“Sila kelima bicara keadilan, tapi yang mereka lihat justru korupsi dan ketimpangan ekonomi,” bebernya.

Faktor kedua, adalah; cara penyampaian Pancasila yang dinilai kurang relevan dengan kehidupan generasi muda. LaNyalla menilai, pendekatan yang terlalu teoritis dan formal membuat Pancasila terasa jauh dari persoalan nyata, seperti mencari pekerjaan dan tantangan hidup anak muda.

Selain itu, paparan ideologi global melalui media sosial juga turut membentuk cara pandang generasi muda.

“Mereka terpapar liberalisme, hedonisme, hingga paham keagamaan ekstrem yang sering menawarkan solusi instan atas masalah sosial,” kata LaNyalla.

Ditegaskannya, kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut jelas merupakan persoalan serius bagi bangsa ini.

“Fenomena banyaknya generasi muda yang tidak memahami, bahkan tidak hafal Pancasila, adalah warning atau alarm bagi bangsa,” tegasnya.

LaNyalla mengibaratkan Pancasila sebagai navigasi kehidupan berbangsa.

“Dalam bahasa gaulnya, Pancasila itu Google Map untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” tuturnya.

LaNyala juga menambahkan, bahwa; sejatinya nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan agama.

“Kalau agama itu tuntunan universal, Pancasila adalah panduan hidup berbangsa dan bernegara, dan keduanya tidak saling bertentangan,” tegas LaNyalla.

Lebih lanjut ia menjabarkan, penerapan Pancasila dalam kehidupan generasi muda sehari-hari, mulai dari integritas dalam bekerja sebagai wujud sila pertama, hingga empati dan adab di ruang digital sebagai cerminan sila kedua.

“Sila ketiga itu tentang kolaborasi dan networking, sila keempat tentang keterbukaan dalam berdiskusi, dan sila kelima tentang etos kerja. Adil itu dimulai dari kontribusi terbaik yang kita berikan,” paparnya.

Menurut LaNyalla, generasi muda tidak harus menjadi politisi dulu untuk mengamalkan Pancasila.

“Kalian cukup menjadi mahasiswa yang jujur, pelajar yang berprestasi tanpa menjatuhkan orang lain, dan pengguna media sosial yang berakal sehat. Itulah Pancasila dalam tindakan. Jadilah generasi yang cerdas secara digital, tapi juga kokoh secara moral,” tandas LaNyalla.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan generasi muda agar selalu berfikir kritis dan tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Ia menilai media sosial kerap menyajikan informasi yang belum tentu benar dan dapat menyesatkan jika tidak disikapi secara kritis.

Pandangan senada disampaikan pula oleh Sekretaris Jenderal DPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, M. Diah Agus Muslim, yang menilai media sosial dalam lima tahun terakhir telah menjadi referensi utama yang paling mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

M. Diah menjelaskan, banyak pengguna media sosial berhenti pada informasi yang dibaca sekilas tanpa melakukan pendalaman atau pengecekan lanjutan. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat generasi muda langsung berhadapan dengan berbagai persoalan dan nilai-nilai baru tanpa bekal pemahaman yang memadai.

“Akibatnya, batas antara yang benar dan yang salah menjadi kabur. Dulu, yang benar terlihat benar dan yang salah kelihatan salah. Sekarang, semuanya seolah abu-abu,” ujar M. Diah.

Diakuinya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.

“Kalau generasi kami dulu, relatif lebih jelas mana yang benar dan mana yang salah. Sekarang, tekanannya jauh lebih berat. Ini tidak mudah, tapi harus dihadapi bersama. Generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, generasi muda harus kembali ke Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai navigasi kehidupan bangsa agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang menyesatkan,” pungkasnya.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! Penipuan Oleh Oknum Ngaku-ngaku Pejabat Kejaksaan Depok

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 666
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Depok, 4 Septembet 2025| Melalui akun Instagram resminya, Kejari Depok, @kejari_depok, Kamis (4/9), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok mengimbau serta mengingatkan warga masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat maupun pegawai Kejaksaan Depok. Dalam unggahannya itu, Kejari Kota Depok menegaskan bahwa; belakangan ini ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencoba melakukan penipuan dengan […]

  • Skandal Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba di Subdit I Polda Jateng: Ibu Penjual Kue Jadi Tumbal, Oknum Diduga Main Mata dengan Bandar

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Semarang, 27 September 2025 (GMOCT)| Praktik penangkapan kasus narkoba di Semarang yang belakangan ini digembar-gemborkan sebagai prestasi gemilang Ditnarkoba Polda Jawa Tengah, kini terkuak menyimpan borok serius. Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), termasuk Sindomas, mendapatkan informasi mengejutkan yang mengindikasikan adanya rekayasa kasus dan dugaan permainan kotor oknum penyidik Subdit I Ditnarkoba Polda Jawa […]

  • Kabiro SBI Ciamis Minta Kejelasan BPKAD Soal Mandeknya ADD Tahap II Tahun 2024

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Ciamis Jawa Barat 6 Oktober 2025| Suwarno alias Bono selaku Kabiro SBI Kabupaten Ciamis melakukan konfirmasi resmi kepada BPKAD Kabupaten Ciamis terkait polemik belum dicairkannya Anggaran Dana Desa (ADD) tahap II tahun anggaran 2024. Sesuai amanat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) Nomor 14 Tahun 2008, permintaan klarifikasi […]

  • Kades Sungai Rambai Diduga Rekayasa Surat PT. Agrinas Palma Nusantara ke Para Petani

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Kampar, Riau 28 Oktober 2025| Penguasaan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik Negara yang dilakukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di beberapa desa wilayah Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, belakangan ini membuat masyarakat terdampak, resah. Berdasarkan data yang diterima, PT Agrinas Palma Nusantara telah melayangkan surat kepada Kepala Desa Sungai Rambai, perihal pemberitahuan […]

  • DPW Media Center LSM Pakar Akan Mengadakan Aksi Damai Mendesak Kapolri Menanggkap Aseng Kayu Mafia Judi Di Sumut

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id – Medan ,18 Desember 2025 |kepada: bapak Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo karna di kira kurang Respon pihak Polda Ketua Media Center LSM pakar mendesak Bapak Kapolri Listiyo Sigit agar segera Menangkap Aseng Kayu Mafia Judi di Sumut. Hal ini seperti di sampai kan oleh Ketua media center LSM pakar Sumut Robin Sius silalahi […]

  • Peresmian Kantor RW 01 Kelurahan Ceger, Walikota Minta Wujudkan Pelayanan Masyarakat Lebih Baik

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Rls/Muhamad Dekra
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta 14 September 2025| Kantor RW 01 Kelurahan Ceger resmi digunakan sebagai pusat pelayanan masyarakat. Gedung baru yang dinilai cukup representatif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bagi warga sekitar. Peresmian gedung baru Sekretariat Kantor RW 01, di Jalan Manunggal II Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung tersebut diresmikan langsung Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, Minggu (14/9/2025). […]

expand_less